Aku..
Aku adalah gadis biasa saja yang telah lahir di dunia ini dengan segala kelebihan dan kekurangan. Salah satu yang aku sukai dari diriku adalah aku tak pernah menyesali masa laluku. Ya, masa laluku yang penuh dengan kegagalan, jatuh bangun aku meraih mimpiku perlahan-lahan tanpa ingin mengubah masa laluku.
Aku tak pernah menyesali keputusanku. Seperti saat aku memutuskan untuk berhenti menjalani kehidupanku sebagai karyawan sebuah bank di Indonesia. Aku dicemooh dan dihina banyak pihak karena kebodohanku yang memutuskan untuk tidak bekerja lagi di dalamnya. Saat aku bekerja disana, aku merasakan bahwa ini bukanlah diriku. Ini bukanlah impianku. Aku tidak bisa bekerja jika tidak dengan hatiku. Meskipun banyak yang bilang bahwa gaji yang akan kudapatkan sangatlah banyak, tapi aku tidak suka! Aku bekerja dengan hati, bukan menginginkan uang. Memang kita tidak dapat membeli kebahagiaan dengan uang, tapi tanpa uang kita tidak akan bahagia. Bukan, bukan itu yang aku mau. Aku ingin bekerja dengan hatiku! Itu saja. Aku yakin, kesuksesan itu tidak datang dari menjadi seorang pegawai saja, melainkan dengan mewujudkan mimpi-mimpi yang dapat kita bangun mulai dari nol. Dan yang tidak saya sesali pernah mencoba menjadi seorang pegawai adalah bahwa saya tau saya pernah mencoba hal yang tidak saya sukai dan hasilnya sangat menyiksa!
Bapak Mario berkata bahwa kita harus membakati pekerjaan kita meskipun kita tidak berbakat di dalamnya. Maaf, perkataan itu tidak sesuai denganku. Seberat apapun pekerjaan jika kita menyukainya, pasti akan terasa ringan. Alangkah indahnya jika kita bekerja sesuai bakat dan minat kita. Dan keinginanku saat ini adalah menjadi penulis. Sejak SD, aku suka menulis tentang cerita atau novel. Aku ingin sekali mencapai impianku itu meskipun kelihatannya sangat susah. Saat menginjakkan kaki pertama kali melihat keindahan Paris, aku langsung menulis cerita kehidupan di Paris, keromantisan suasana Paris membuatku terpesona. Keindahannya itulah yang membuatku pertama kalinya menulis cerita tentang cinta di Paris dan Eiffel. Oh tidak! Ternyata ada film Eiffel I’m In Love! Hampir mirip dengan kisah yang aku tuliskan, tapi aku tak menyukai cerita cinta lebay dan mendayu-dayu. Aku selalu menuliskan kisah cinta yang “girl power” dimana cewek adalah makhluk yang kuat dan penuh inspirasi bagi semua orang. Ah, Aku jadi ingin pergi keliling dunia untuk menikmati keindahan-keindahan lainnya dan kutuliskan sebuah cerita, berbagi dan menceritakan pengalaman bersama semua orang.
Lucunya lagi, saat kelas 3 SD, dimana pertama kalinya aku bisa mengendarai sebuah mobil. Saking bahagianya bisa mengendarainya, aku langsung membuat sebuah cerita tentang kodok dan mobilnya. Aku menulis kisahnya dimanapun aku berada. Saat kelas berlangsungpun aku asyik menulis cerita tentang sang kodok. Tak kusangga guruku terganggu dengan kegiatanku itu, akhirnya dia mendekatiku dan membacakan ceritaku di depan kelas. Aku habis-habisan diperolok dan dihina oleh guru maupun kawan-kawan. “mana ada kodok bisa nyetir dan bisa beli mobil”. Guruku bilang bahwa tulisan saya sangatlah buruk dan tidak bisa dicerna dengan logika, bahkan aku menjadi bulan-bulanan satu kelas. Sungguh menyedihkan. Hahaha.
Bahagia rasanya bisa mencoba banyak hal meskipun gagal di dalamnya. Menceritakan apa yang menjadi pengalamanku dan mendengar cerita seseorang tentang kehidupannya juga sangat menyenangkan bagiku. Bukankah hidup ini indah jika berbagi dengan sesama? (asal tidak berbagi pasangan saja ya. Hehehe). Semoga, aku bisa mencapai impian itu.