***

***
~smiLe~

Rabu, 04 Mei 2011

Suara Hati Seorang Wanita

Pagi itu aku membaca sebuah status dari Public Figure yang terkenal di Indonesia, sebut saja Mario Teguh. Bunyi dari status itu adalah :

“Berhati-hatilah dalam
memperlakukan wanita.

Wanita adalah bidadari dunia
yang mewarisi kelembutan halimun,
keteduhan bayangan awan,
kesejukan embun pagi,
dan aroma bebungaan surga.

Tapi jika Anda melukai hatinya
yang lembut itu,
langit akan pucat ketakutan
dan neraka berkeringat dingin
menghadapi kemarahan wanita.

Jika wanita betul-betul marah,
tidak akan ada yang bisa selamat.

Mohon jangan dicoba.

Mario Teguh”



Apakah wanita sekejam itu?

Wanita memang tercipta dengan kelembutan hati satu paket dengan fisik yang tak setangguh pria, tapi siapa sangka di balik kelembutan itu ada jiwa yang sangat besar untuk menapaki realita hidup penuh tantangan. Siapa bilang wanita itu rapuh? Justru wanita adalah sesosok makhluk yang diciptakan untuk menjadi pondasi sebuah kehidupan bermasyarakat. Ia diciptakan sebagai makhluk yang dipercaya Tuhan sebagai mediator penerus keturunan, itu sebabnya selalu kita ingat bahwa surga ada di telapak kaki ibu dan adanya peringatan hari ibu sebagai tanda terima kasih kita kepada seseorang bernama Wanita.

Sesuai dengan apa yang Mario Teguh tulis “Berhati-hatilah dalam memperlakukan wanita”, tidak jarang makhluk yang bernama WANITA disakiti hatinya. Ia diperlakukan tidak adil, ia dihina, ia dihianati, ia tidak diperdulikan, ia disisihkan, dan berbagai perlakuan lainnya tidak lantas membuat seorang wanita itu jatuh terpuruk hingga ia lupa akan kodratnya. Ia lebih tangguh dari apa yang orang lain bayangkan. Saat ia menangis, ia telah menguatkan hatinya dengan mengeluarkan seluruh beban di hati terlebih mengobati seluruh rasa sakit yang telah ia terima. Kemarahan wanita beberapa ditunjukkan dengan “mengomel”. Dengan “mengomel”, ia menunjukkan sisi kepahitan hati, kesakitan, dan rasa kekecewaan yang mendalam terhadap seseorang, terutama seorang pria. Pria biasanya jenuh dan lelah mendengar seorang wanita berbicara tentang keluhannya, tapi apakah para pria tahu bahwa saat mereka menyuruh wanita berhenti mengomel, bahkan tidak mendengarkannya, pria itu justru melukai hati dan mematikan karakter seorang wanita? Wanita yang telah mengeluarkan seluruh keluh kesalnya terhadap seorang pria atas sebuah ketidakadilan yang diterimanya, sebenar-benarnya bahwa ia mencoba meminta tolong kepada pria tersebut untuk menyembuhkan luka di hati dan secara tak langsung meminta bantuan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi banyak pria justru menghindar jika seorang wanita mengeluarkan seluruh kekecewaannya dan hal itu akan membuat wanita merasa tidak diinginkan.

Sebagian dari pria tak menyadari bahwa mereka sangat membutuhkan seorang wanita untuk melengkapi hidupnya, tetapi mengapa mereka tetap saja memperlakukan tidak adil terhadapnya? Saat pria telah menyadari kesalahannya, dia kembali seakan-akan wanita itu telah pulih dari rasa kecewanya. Memang tampaknya demikian, memaafkan memang benar, tetapi semurni dan sesuci apapun seorang wanita, ia tak akan pernah melupakan kesakitan yang ditimbulkan oleh pria yang menyakitinya sampai kapanpun. Terlebih lagi jika pria itu menyakitinya kembali secara berulang kemudian kembali lagi dengan siklus yang tak pernah terhenti dan tidak pernah mencoba menjadi pribadi yang lebih baik dalam memuliakan wanita.

Jarang terdengar seorang wanita yang ditinggal suaminya menghadap Illahi bermaksud untuk menikah lagi. Tetapi bayangkan seorang pria hidup tanpa seorang istri disampingnya, ia akan mencari wanita lain untuk menggantikan sesosok istrinya yang telah mendahuluinya. Disini jelas bahwa hati wanita lebih terjaga daripada seorang pria. Jika ada seorang suami setia tanpa istri disampingnya, semua orang berdecak kagum, karena mereka jarang mereka menemui hati seorang pria setangguh wanita. Berbeda dengan wanita yang bertahun-tahun ditinggal kepergian suaminya dan masih setia mengurus anak-anaknya sendiri tanpa ada pendamping hidup selama bertahun-tahun sampai ajal memanggilnya, dunia tahu bahwa itulah seorang WANITA yang memang diciptakan dengan ketangguhan hati.

Wahai kaum adam, kami adalah wanita yang lemah secara fisik, tetapi kuat dalam hati selayaknya rumput liar. Bukan berarti engkau bisa seenaknya memperlakukan kami sesuai dengan keinginanmu, tetapi dengarkanlah kami dengan lisan yang terjaga, sikap yang lembut, serta ketulusan hatimu untuk menyayangi kami tanpa pamrih. Jagalah hati kami semampu yang engkau bisa, katakan jika kami salah dengan bahasa yang lembut tanpa menggoreskan luka, ucapkan sebuah kata yang membuat kami merasa bahwa kami berharga untukmu, dan perlakukan kami selayaknya saat engkau pertama kali jatuh cinta kepada kami. Kami akan membalasmu dengan rasa cinta dan penerimaan yang tak pernah engkau bayangkan dalam keadaan apapun, meski saat engkau sedang diuji oleh Yang Kuasa, kami akan setia menemanimu dalam tangis dan gembiramu. Saat kau telah menyakiti kami sedalamnya, kami tak akan segan meninggalkanmu meski kami sangat mencintaimu, tetapi ingatlah bahwa saat kau kehilangan kami, kau akan sadar bahwa kami tak akan pernah terganti oleh siapapun dan kenangan-kenangan yang kami tinggalkan bersamamu akan selalu membuat engkau sadar bahwa engkau lebih rapuh daripada kami.



Tertanda,


Seorang wanita