***

***
~smiLe~

Minggu, 18 April 2010

Dia Jodohku Bukan Ya?

"Dia jodohku bukan ya ? "
mungkin itulah pertanyaan yang sering terpikir bagi anda yang masih membujang. Biasa. Karena jodoh adalah rahasia Allah. Kita tidak tahu siapa yang Allah datangkan kepada kita untuk menjadi pendamping hidup kita. Bahkan ketika dua orang telah berjanji untuk menikah, bisa jadi hal itu batal karena suatu sebab. entah karena kematian atau sebab lainnya. Yang pasti memang bukan jodoh.


Kita memang tidak bisa hidup sendiri, bahkan ketika nabi adam AS. diciptakan, dan semua kebutuhannya telah dipenuhi dan surga dibentangkan oleh Allah pada nabi Adam AS. Hatinya masih terasa resah. Akhirnya Allah menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuk beliau. Maka ketika itu nabi Adam As, hatinya menjadi tenang. Ada tempat untuk berbagi, ada tempat untuk berkasih dan sayang, ya ini fitrah yang sudah Allah berikan kepada manusia. Seperti ayat diatas tadi

"…supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.."

Cinta bukan menjadi syarat itu adalah jodoh kita, karena memang cinta tidak harus memiliki. Kecintaan sejati adalah ketika kita berkorban untuk yang kita cintai tanpa mengharap balasan dari apa yang kita korbankan. Memang pedih, apabila kita mencintai seseorang namun seseorang tersebut tidak membalasnya. Tapi lebih sedih lagi jika kita tidak mampu mengungkapkannya kepada orang yang kita cintai itu. Bahwa dia begitu bermakna bagi hidup kita.

Maka itu jangan menggantungkan sekali-kali kecintaan kita pada makhluk. Karena ini bukan kecintaan sejati. Contoh apabila kita mencintai wanita karena kecantikan, suatu saat kecantikan itu akan pudar. Lalu apakah cinta kita berkurang, karena kecantikannya berkurang ? pasti, karena dasarnya adalah kecintaan pada fisik. Atau seperti diatas tadi, ternyata cinta kita seperti gayung tidak bersambut. Apakah kita akan mengakhiri hidup kita tanpa cintanya ? Naudzubillah, bagi kita seorang muslim hidup bukan sebuah kegiatan tanpa makna. Hidup adalah persembahan kita pada sang Pencipta untuk memberikan amal terbaik untuk Nya. walaupun kita tidak ada arti apa-apa bagiNya, ada atau tidak ada kita, Allah tetap Hidup. Dia sekali-kali tidak membutuhkan sesiapa, karena Dia tempat bergantung.

Jadi mengenai jodoh, ingat ayat2Nya
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau musyrik , yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin (Qs. 24 : 3).

Nah, dalam jodoh, seberapa besar kesholehan atau kebejatan kita, itu juga berpengaruh terhadap pasangan jodoh kita. Walaupun tidak selamanya berlaku. Tapi ketika kita ingin mencari wanita yang sholeh atau lelaki yang sholeh. Bercermin dulu, ada baiknya.

Saat-saat kita jatuh hati pada lawan jenis, ini saat yang indah, apalagi ketika gayung bersambut. Tapi ingat, ada syariat-Nya. Ada batasan yang harus dijaga. Ketika kita merencanakan pernikahan, maka bertawakallah padaNya. Kita tidak tau apakah itu bisa terselenggara atau berhenti ditengah jalan?.

Maka itu apabila kita mengkhitbah seorang wanita, jangan kita menggembor2kannya, tapi ketika menikahinya maka sebarkanlah kabarnya. Ini sunnahnya. Karena untuk menjaga hati dan perasaan, apalagi makhluk yang bernama wanita. Sangat sensitif. Jangan beri janji-janji yang membuatnya melayang ke udara, apabila kita tidak sanggup membuktikannya.

Sekali lagi, jodoh, dia diantara pilihan dan takdirnya. Apabila kita sudah memilih, maka bertawakallah karena takdirNya berlaku untuk kita. Sehingga apabila kita kehilangan kita bisa bersabar dan berlapang dada. Apabila memang kejadian, maka kita menjadi hamba yang bersyukur. Maka itu, disunnahkan, menikah itu disegerakan. Karena perputaran waktu, bisa membuat manusia berubah pikiran. Banyak hal yang dilihat, banyak pengaruh yang muncul.

Tapi yang jelas semua telah diaturnya, aku cuma teringat ada yang mengatakan " Saya belajar untuk menjadi orang yang bertawakal, kalo memang kita jodoh, Allah pasti memudahkan. Jika tidak berarti tidak berjodoh. Manusia boleh punya rencana, tapi Allah pula yang menentukan.".

Ya memang kita hanya bisa merencanakan. Karena kita manusia. Allah pula tempat bergantung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar