Tahun 2012 akan datang beberapa jam lagi. Aku mengucap syukur karena masih diberikan kesempatan untuk bernafas di akhir tahun ini. Begitu pula dengan teman-temanku di Facebook yang membuat resolusi untuk 2012. Aku bertanya-tanya apakah resolusiku?
Aku lahir dari keluarga militer yang keras dan disiplin. Aku mengalami kejadian yang tak terbayangkan di masa kecil. Aku tak akan berbicara masa laluku. Aku tak pernah punya resolusi untuk tahun-tahun yang akan aku hadapi. Sejak kecil aku tak pernah terbiasa dengan membicarakan masa yang akan datang, bagi keluargaku, hadapilah apa yang ada sekarang!
Oke..
Sekarang aku berusaha membuat resolusi tahun 2012 yang nantinya akan aku baca kembali pada akhir tahun 2012…
1. Aku ingin meningkatkan kemampuan akademikku
2. Aku ingin belajar main gitar, hingga saat ini aku cuma bisa main piano saja.
3. Rajin berolahraga. Aku suka sekali badminton.
4. Menyelesaikan 1 buku yang seharusnya sudah aku selesaikan tahun 2011.
5. Tidak tergoda lagi untuk ngebut di jalan. Ibu selalu mengingatkanku untuk berkendara pelan-pelan.
6. Lebih memperluas pertemanan dengan siapa saja
7. Lebih menjadi pribadi yang baik dan ramah pada siapa saja
Apalagi ya?
Kok aku gk sreg dengan resolusi-resolusiku di atas tadi??
Ahh, aku selalu kebingungan menghadapi sesuatu yang belum aku lakukan. Aku hanya berpikir untuk menjalani kehidupan ini dengan sebaiknya dan melupakan masa lalu.
Ngomong-ngomong soal masa lalu, seorang sahabat yang memahami masa laluku berkata, “seharusnya dengan masa lalu yang berat, kamu sekarang menjadi pribadi yang antisosial, pemurung, dan pendendam. Tapi aku suka kau tidak begitu”. Alhamdulillah Tuhan memberikanku pelajaran masa kecil yang berat, aku bisa belajar semuanya dari pengalamanku. Aku ingin menjadi seseorang yang memiliki pribadi yang berkualitas. Aku memang suka seenaknya, malas disuruh-suruh orang dan lebih suka bekerja dengan hati, inilah aku yang sebenarnya yang suka dengan kebebasan (tetap bertanggungjawab).
Baiklah…
Kesimpulannya..
Resolusi terbesarku di tahun 2012..
1. Membahagiakan ibuku yang saat ini menjadi 1-1nya orang tuaku.
2. Meningkatkan kualitas kepribadianku, karena siapa sahabat dan jodoh kita adalah cerminan dari diri kita sendiri.
3. Bisa melanjutkan cita-citaku untuk mengajar
Ya itu saja, tidak usah banyak-banyak. Semoga aku bisa mencapainya dengan baik. :)
***
~smiLe~
Sabtu, 31 Desember 2011
Minggu, 20 November 2011
Surat Dari Sahabat
Pagi ini aku mendapat email dari kawan yang telah 12 tahun mengenalku yang isinya benar-benar membuatku terharu, inilah suratnya………
Aay-ku sayang,,
Letih rasa ini untuk bercinta mengenal seseorang kembali memulainya dari titik nol. Kau selalu berkata, pasti ada seseorang untuk seseorang, kata itulah yang menguatkan hasratku untuk memulai kehidupan optimis dengan seseorang, nantinya.
Awal tahun 1998 saat melihatmu pertama kali, terlintas di benakku bahwa kamu orang yang…
Sinis! Sombong! Tanpa senyum! Lirikan tajam mengarah kepadaku…
Aku ingat betul kalimat pertama yang ku ucapkan kepadamu,
“boleh pinjam pensilnya?”
Dan saat itu aku tau kamu adalah orang yang sangat manis dengan memberikan senyumanmu melunturkan semua pandanganku tentang kesinisanmu dan berkata, “boleh, nih, pakai punyaku”. Lho? Padahal kamu sedang menggunakannya, tetapi kau rela memberikannya kepadaku. So sweet,,, honey.
Detik demi detik menembus dimensi waktu kuhabiskan untuk mengenalmu lebih jauh. Semakin mengenalmu, semakin aku merasa bahwa kau adalah sahabat yang cantik untukku. Kau menemaniku disaat suka dan duka, nasehat-nasehatmu sungguh luar biasa meredakan setiap emosiku, dan terbukti bahwa aku tidak dapat hidup tanpamu,,, sahabatku!
Berkali-kali aku menghadapi kelelahan dalam hidupku untuk mencintai “seorang” itu. Sikap tak pedulinya padaku membuatku jenuh, bosan, tak tentu arah kemana akan terbawa! Aku belajar banyak darimu,,, kawan!
“jika kau lelah mencari yang terbaik dalam hidupmu, kau tak akan pernah tau indahnya berjuang”
Satu kata lagi yang tak pernah kulupakan darimu…
“kesulitan terbesar dalam menjalin hubungan adalah bukan mendapatkan perhatian dari kekasih, tetapi bertahan dalam kebosanan”
Saat ku berpisah dengannya,,, dunia terasa hampa! Ingin bertemu dengannya dan membicarakan masalah ini! Tapi apa daya jarak dan waktu tak bisa mempertemukan kami! Yang ku lakukan hanya bisa menangisi keadaanku yang menyedihkan! Kau adalah satu-satunya orang yang setia menemaniku berjam-jam dalam kegelisahanku, kau yang menguatkan aku, dan kau yang mengembalikan cintaku!
Terima kasih sahabatku…
“tak perlu kau kuatirkan hidupmu, pasti ada seseorang untuk seseorang”
Kau benar-benar gadis yang cantik dalam kekuatan hatimu. Seluruh dunia meyakinkanku bahwa dia bukanlah orang yang tepat untukku hanya karena aku mempertahankan seseorang yang cuek dan terpisahkan jarak,,, tetapi hanya kamu lah yang selalu meyakinkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang berharga diperlukan pengorbanan yang besar…
Dan…
Kemarin, dia memberikan kejutan untukku di hari yang spesial, dia rela menempuh jarak beribu mil demi untuk menanyakannya kepadaku,
“maukah kau menikah denganku?”
Terimakasih sahabatku! Kebahagiaan ini dapat kuraih atas kekuatan darimu. Aku berdoa untuk kebahagiaanmu,,, kawanku. Aku yakin kelak hari itu tiba dimana semua doa, penantian dan pengharapanmu terkabulkan. Pasti! Jangan pernah lelah berjuang,,,, sayang..:)
With love,
D
----Terimakasih kuucapkan kembali kepadamu temanku, aku ikut berbahagia. ingat ya bahwa pernikahan bukan akhir dari perjuangan, tetapi justru awal dari sebuah perjuangan yang lebih besar ;)
Aay-ku sayang,,
Letih rasa ini untuk bercinta mengenal seseorang kembali memulainya dari titik nol. Kau selalu berkata, pasti ada seseorang untuk seseorang, kata itulah yang menguatkan hasratku untuk memulai kehidupan optimis dengan seseorang, nantinya.
Awal tahun 1998 saat melihatmu pertama kali, terlintas di benakku bahwa kamu orang yang…
Sinis! Sombong! Tanpa senyum! Lirikan tajam mengarah kepadaku…
Aku ingat betul kalimat pertama yang ku ucapkan kepadamu,
“boleh pinjam pensilnya?”
Dan saat itu aku tau kamu adalah orang yang sangat manis dengan memberikan senyumanmu melunturkan semua pandanganku tentang kesinisanmu dan berkata, “boleh, nih, pakai punyaku”. Lho? Padahal kamu sedang menggunakannya, tetapi kau rela memberikannya kepadaku. So sweet,,, honey.
Detik demi detik menembus dimensi waktu kuhabiskan untuk mengenalmu lebih jauh. Semakin mengenalmu, semakin aku merasa bahwa kau adalah sahabat yang cantik untukku. Kau menemaniku disaat suka dan duka, nasehat-nasehatmu sungguh luar biasa meredakan setiap emosiku, dan terbukti bahwa aku tidak dapat hidup tanpamu,,, sahabatku!
Berkali-kali aku menghadapi kelelahan dalam hidupku untuk mencintai “seorang” itu. Sikap tak pedulinya padaku membuatku jenuh, bosan, tak tentu arah kemana akan terbawa! Aku belajar banyak darimu,,, kawan!
“jika kau lelah mencari yang terbaik dalam hidupmu, kau tak akan pernah tau indahnya berjuang”
Satu kata lagi yang tak pernah kulupakan darimu…
“kesulitan terbesar dalam menjalin hubungan adalah bukan mendapatkan perhatian dari kekasih, tetapi bertahan dalam kebosanan”
Saat ku berpisah dengannya,,, dunia terasa hampa! Ingin bertemu dengannya dan membicarakan masalah ini! Tapi apa daya jarak dan waktu tak bisa mempertemukan kami! Yang ku lakukan hanya bisa menangisi keadaanku yang menyedihkan! Kau adalah satu-satunya orang yang setia menemaniku berjam-jam dalam kegelisahanku, kau yang menguatkan aku, dan kau yang mengembalikan cintaku!
Terima kasih sahabatku…
“tak perlu kau kuatirkan hidupmu, pasti ada seseorang untuk seseorang”
Kau benar-benar gadis yang cantik dalam kekuatan hatimu. Seluruh dunia meyakinkanku bahwa dia bukanlah orang yang tepat untukku hanya karena aku mempertahankan seseorang yang cuek dan terpisahkan jarak,,, tetapi hanya kamu lah yang selalu meyakinkan bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang berharga diperlukan pengorbanan yang besar…
Dan…
Kemarin, dia memberikan kejutan untukku di hari yang spesial, dia rela menempuh jarak beribu mil demi untuk menanyakannya kepadaku,
“maukah kau menikah denganku?”
Terimakasih sahabatku! Kebahagiaan ini dapat kuraih atas kekuatan darimu. Aku berdoa untuk kebahagiaanmu,,, kawanku. Aku yakin kelak hari itu tiba dimana semua doa, penantian dan pengharapanmu terkabulkan. Pasti! Jangan pernah lelah berjuang,,,, sayang..:)
With love,
D
----Terimakasih kuucapkan kembali kepadamu temanku, aku ikut berbahagia. ingat ya bahwa pernikahan bukan akhir dari perjuangan, tetapi justru awal dari sebuah perjuangan yang lebih besar ;)
Sabtu, 08 Oktober 2011
Kahidupan di Kos Baru
Selama 25 tahun saya gk pernah tau gimana rasanya hidup ngekos. Pernah sih sewaktu saya kerja di Blitar, hanya sebentar saja, itu pun terpaksa menempati kos-kosan yang campur cowok cewek karena hanya tempat itu saja yang nyaman sedangkan tempat-tempat lainnya bangunan tua yang menyeramkan.
Sekarang saya hidup “sementara” di Jogjakarta karena meneruskan kuliah ke jenjang Magister. Awal saya mau ke Jogja, pikiran saya dipenuhi hal-hal yang tidak menyenangkan. Bagaimana nanti saya disana? Bagaimana teman-temannya? Bagaimana angkotnya? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang belum saya jalani. Ahhh, sudahlah saya jalani saja dulu, repot juga kalau mikir yang tidak-tidak.
Saya sempat kehabisan kos-kosan karena sudah dipenuhi maba-maba S1 yang sudah mendahului saya di bulan Agustus, sedang saya masuk bulan September. Akhirnya saya mendapatkan kos setelah 2 hari putar-putar sekitar UGM. Saya agak rewel masalah kos. Bagi saya, kos yang baik adalah kos yang jendelanya mendapatkan angin segar dan sinar matahari, kamar mandi yang bersih, serta kamar yang gk terlalu sempit.
Kos yang saya tempati adalah kos yang harganya lumayan mahal untuk seukuran kamar saya. Rumah kos ini pun termasuk bangunan tua yang banyak beredar gossip bahwa banyak hantunya, bahkan banyak yang di hantui sama pocongan. Jika diibaratkan sebuah tingkatan antara 1 sampai dengan 10, saya berada di level ke 7,5 tingkat keberanian terhadap hal-hal berbau mistis. Rumah saya di Malang pun penuh misteri yang banyak hantu “nongkrong” di berbagai sudut rumah, tetapi saya tidak takut selama saya percaya dengan Tuhan.
Dasar saya yang gak pernah ngekos, sekali ngekos rasanya aneh karena saya dituntut untuk berbagi dengan yang lainnya. contohnya adalah berbagi kamar mandi dengan orang yang tak saya kenal. Saya tidak suka dengan kamar mandi yang kotor. Inilah yang saya risih dari kehidupan ngekos, yaitu ada beberapa cewek yang jorok. Entah saya tak tau siapa orangnya, yang jelas, mereka dengan seenaknya buang pembalut di sampah berceceran, setiap habis keramas tidak dibersihkan sehingga banyak rambut-rambut rontok menyumbat aliran air, bahkan ada yang buang air besar lupa disiram, kadang ada juga kototran-kotoran lain di kamar mandi yang tidak wajar seperti kulit kacang. Ihhh, beneran saya geli dengan dengan kejadian-kejadian yang tak pernah saya temui di rumah sendiri. Karena merasa jijik, saya setiap kali membersihkan lubang aliran air yang dipenuhi rambut-rambut itu, saya bersihkan wc yang terdapat bekas noda kotoran manusia yang menempel. Rupanya ada gunanya ngekos, saya setiap hari olahraga kamar mandi! Yaiks, ternyata cewek-cewek juga bisa jorok ya. Huff.
Yang menyebalkan lagi, saya ada jadwal kuliah pagi, saya isi bak mandi dengan air yang sebelumnya memang kosong. Sementara air mengisi bak, saya melanjutkan mengerjakan tugas. Tak disangka tiba-tiba ada yang nyelonong masuk kamar mandi untuk mandi dan sekeluarnya dia dari kamar mandi, air habis! Arrrgggg, kuliah pagiiiii!!! Saya nyari kamar mandi lain yang airnya masih ada. Ternyata masih ada 1 kamar mandi yang masih ada sisa air sedikit sekali untuk mandi. Tak apa lah yang penting bisa mandi. Dengan hati lega saya melakukan ritual-ritual mandi. Air kran-nya saya nyalain tuh biar airnya ngisi ke bak mandi. Sewaktu saya memakai sabun, tiba-tiba air kran mati. Waduh, airnya mati! Terpaksa saya menggunakan sisa air yang cukup untuk beberapa guyuran saja. Sewaktu saya keluar kamar mandi, eeeee ternyata ada yang membuat air kran saya tak nyala karena aliran air mengarah ke kran lain yang dipakai orang untuk cuci baju. Dan orang itu adalah cewek yang buat air kamar mandi yang saya isi tadi habis! Grrrrrrrrrrr, menyebalkan sekali nih orang. Mana kalo dikasih senyum tak membalas. Ahhh, kesabaran saya sedang diuji. Sabar ay sabar…
Ah, biarlah kesulitan apa yang akan saya hadapi nantinya. Saya harus berjuang melawan perasaan-perasaan tidak menyenangkan ini. Saya harus menyadari bahwa setiap individu itu unik, dengan kejorokan-kejorokannya pun tampak unik. Bahkan saya berusaha memahami cewek menyebalkan yang merebut air dari saya. Yah, itulah gunanya saya kuliah di ilmu psikologi yang bertujuan untuk memahami sifat dari manusia. Terima kasih Tuhan telah memberikan semua kenikmatan ini pada saya.
Sekarang saya hidup “sementara” di Jogjakarta karena meneruskan kuliah ke jenjang Magister. Awal saya mau ke Jogja, pikiran saya dipenuhi hal-hal yang tidak menyenangkan. Bagaimana nanti saya disana? Bagaimana teman-temannya? Bagaimana angkotnya? Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang belum saya jalani. Ahhh, sudahlah saya jalani saja dulu, repot juga kalau mikir yang tidak-tidak.
Saya sempat kehabisan kos-kosan karena sudah dipenuhi maba-maba S1 yang sudah mendahului saya di bulan Agustus, sedang saya masuk bulan September. Akhirnya saya mendapatkan kos setelah 2 hari putar-putar sekitar UGM. Saya agak rewel masalah kos. Bagi saya, kos yang baik adalah kos yang jendelanya mendapatkan angin segar dan sinar matahari, kamar mandi yang bersih, serta kamar yang gk terlalu sempit.
Kos yang saya tempati adalah kos yang harganya lumayan mahal untuk seukuran kamar saya. Rumah kos ini pun termasuk bangunan tua yang banyak beredar gossip bahwa banyak hantunya, bahkan banyak yang di hantui sama pocongan. Jika diibaratkan sebuah tingkatan antara 1 sampai dengan 10, saya berada di level ke 7,5 tingkat keberanian terhadap hal-hal berbau mistis. Rumah saya di Malang pun penuh misteri yang banyak hantu “nongkrong” di berbagai sudut rumah, tetapi saya tidak takut selama saya percaya dengan Tuhan.
Dasar saya yang gak pernah ngekos, sekali ngekos rasanya aneh karena saya dituntut untuk berbagi dengan yang lainnya. contohnya adalah berbagi kamar mandi dengan orang yang tak saya kenal. Saya tidak suka dengan kamar mandi yang kotor. Inilah yang saya risih dari kehidupan ngekos, yaitu ada beberapa cewek yang jorok. Entah saya tak tau siapa orangnya, yang jelas, mereka dengan seenaknya buang pembalut di sampah berceceran, setiap habis keramas tidak dibersihkan sehingga banyak rambut-rambut rontok menyumbat aliran air, bahkan ada yang buang air besar lupa disiram, kadang ada juga kototran-kotoran lain di kamar mandi yang tidak wajar seperti kulit kacang. Ihhh, beneran saya geli dengan dengan kejadian-kejadian yang tak pernah saya temui di rumah sendiri. Karena merasa jijik, saya setiap kali membersihkan lubang aliran air yang dipenuhi rambut-rambut itu, saya bersihkan wc yang terdapat bekas noda kotoran manusia yang menempel. Rupanya ada gunanya ngekos, saya setiap hari olahraga kamar mandi! Yaiks, ternyata cewek-cewek juga bisa jorok ya. Huff.
Yang menyebalkan lagi, saya ada jadwal kuliah pagi, saya isi bak mandi dengan air yang sebelumnya memang kosong. Sementara air mengisi bak, saya melanjutkan mengerjakan tugas. Tak disangka tiba-tiba ada yang nyelonong masuk kamar mandi untuk mandi dan sekeluarnya dia dari kamar mandi, air habis! Arrrgggg, kuliah pagiiiii!!! Saya nyari kamar mandi lain yang airnya masih ada. Ternyata masih ada 1 kamar mandi yang masih ada sisa air sedikit sekali untuk mandi. Tak apa lah yang penting bisa mandi. Dengan hati lega saya melakukan ritual-ritual mandi. Air kran-nya saya nyalain tuh biar airnya ngisi ke bak mandi. Sewaktu saya memakai sabun, tiba-tiba air kran mati. Waduh, airnya mati! Terpaksa saya menggunakan sisa air yang cukup untuk beberapa guyuran saja. Sewaktu saya keluar kamar mandi, eeeee ternyata ada yang membuat air kran saya tak nyala karena aliran air mengarah ke kran lain yang dipakai orang untuk cuci baju. Dan orang itu adalah cewek yang buat air kamar mandi yang saya isi tadi habis! Grrrrrrrrrrr, menyebalkan sekali nih orang. Mana kalo dikasih senyum tak membalas. Ahhh, kesabaran saya sedang diuji. Sabar ay sabar…
Ah, biarlah kesulitan apa yang akan saya hadapi nantinya. Saya harus berjuang melawan perasaan-perasaan tidak menyenangkan ini. Saya harus menyadari bahwa setiap individu itu unik, dengan kejorokan-kejorokannya pun tampak unik. Bahkan saya berusaha memahami cewek menyebalkan yang merebut air dari saya. Yah, itulah gunanya saya kuliah di ilmu psikologi yang bertujuan untuk memahami sifat dari manusia. Terima kasih Tuhan telah memberikan semua kenikmatan ini pada saya.
Selasa, 09 Agustus 2011
Bertemu adalah KESEMPATAN & Mencintai adalah PILIHAN
Ketika bertemu seseorang yang membuat kita tertarik,
Itu bukan pilihan,
itu KESEMPATAN...
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya..
Itu bukan kesempatan,
itu adalah PILIHAN...
Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi, justru di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasangan kita, dan tetap memilih untuk mencintainya...
Itu bukan kesempatan,
itu adalah PILIHAN...
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai KESEMPATAN dalam hidup kita..
Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan Tuhan dan manusia adalah PILIHAN...
Mungkin KESEMPATAN mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita..
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah PILIHAN yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan manusia...
Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai...
Tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang tidak Sempurna...
Dengan cara yang Sempurna...
Mari BELAJAR mencintai dan menyayangi pasangan kita yang tidak SEMPURNA dengan cara yang SEMPURNA...
Karena pasangan kita adalah belahan jiwa kita, agar jiwa kita pun menjadi SEMPURNA di hadapan Tuhan...
Takdir yang mempertemukan,
Rancangan yang indah telah disiapkan oleh-Nya ..
Terimakasih,
Wassalam.
*Sumber : Kata-kata Hikmah
Itu bukan pilihan,
itu KESEMPATAN...
Bila kita memutuskan untuk mencintai orang tersebut, bahkan dengan segala kekurangannya..
Itu bukan kesempatan,
itu adalah PILIHAN...
Ketika kita memilih bersama seseorang walau apapun yang terjadi, justru di saat kita menyadari bahwa masih banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai, lebih kaya daripada pasangan kita, dan tetap memilih untuk mencintainya...
Itu bukan kesempatan,
itu adalah PILIHAN...
Perasaan cinta, simpatik, tertarik, datang sebagai KESEMPATAN dalam hidup kita..
Tetapi cinta yang dewasa, mencintai dengan komitmen di hadapan Tuhan dan manusia adalah PILIHAN...
Mungkin KESEMPATAN mempertemukan pasangan jiwa kita dengan kita..
Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan jiwa kita, adalah PILIHAN yang harus kita pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan dan manusia...
Kita berada di dunia bukan untuk mencari seseorang yang Sempurna untuk dicintai...
Tetapi untuk BELAJAR mencintai orang yang tidak Sempurna...
Dengan cara yang Sempurna...
Mari BELAJAR mencintai dan menyayangi pasangan kita yang tidak SEMPURNA dengan cara yang SEMPURNA...
Karena pasangan kita adalah belahan jiwa kita, agar jiwa kita pun menjadi SEMPURNA di hadapan Tuhan...
Takdir yang mempertemukan,
Rancangan yang indah telah disiapkan oleh-Nya ..
Terimakasih,
Wassalam.
*Sumber : Kata-kata Hikmah
Sabtu, 04 Juni 2011
Si Roda Empat
Aku tak menyangka kalau berada di balik kemudi mobil itu sungguh menyenangkan seperti merasa di dunia yang sudah lama aku kenal. Pertama kali aku belajar mengemudikan mobil saat masuk ke kelas 3 SD. Saat itu aku hanya bisa memajukan dan memundurkan mobil, belajar mengganti gigi manual. Mobil yang aku pakai saat itu adalah Panther yang memiliki body gede, tempat dudukku pun disangga oleh bantal agar bisa melihat ke depan.
Tak berhenti begitu saja, saat kelas 5 SD aku memaksa seorang sopir ibuku untuk menemaniku menyetir mobil keliling kota Sidoarjo. Tak disangka saking senangnya, aku mengemudikannya hingga ke Surabaya. Sopirku ketakutan jika aku kena polisi, tapi aku tetap memaksa hingga kami berdua bertengkar, dia mengancamku memberitahu ibuku kalau aku menyetir hingga ke Surabaya. Karena aku dasarnya keras kepala, tak peduli ancamannya, dia hanya bisa diam dan menangis, aduh kejamnya aku, maaf ya mas, maklum anak kecil..:))
Saat SMP, aku pindah ke Malang, sedangkan orang tuaku tetap tinggal di Sidoarjo karena tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Di Malang aku tinggal sendiri dengan pembantu dan sopir, karena merasa tak ada orangtua, dengan bebasnya aku memakai mobil tanpa ijin orang-orang di rumah dan tanpa SIM pula. Tak kusangka, satpam di perumahanku memberitahu ibuku jika aku suka pergi dengan mobil sendirian. Ibuku memarahiku dan memberi wewenang sepenuhnya kepada pak sopir untuk mengatur segalanya yang berhubungan dengan mobil. Pak sopir kini berani memarahiku jika aku diam-diam mengambil kunci mobil. Huh, menyebalkan sekali orang itu. Jika aku minta antar ke tempat les, sedangkan sopir lagi tidur, dia marah-marah karena aku membangunkannya, dia mengantarkanku dengan berat hati dan ngebut sepanjang jalan hingga menabrak sepeda motor, hahahaha entah mengapa hatiku senang sekali melihat kejadian itu…:p
Semakin lama pak sopir bersikap seenaknya kepadaku, aku sering tak dijemput pulang sekolah atau tak diantar les, dia malah tidur di rumah, akhirnya aku naik angkot dan suatu saat baru sadar setengah perjalanan jika uangku ketinggalan di rumah, dengan muka tembok dan tampang tanpa rasa bersalah aku meminjam uang kepada kakak kelas yang baik hati untuk membayar angkot. Aku tak tau namanya bahkan aku tak mengenalinya, hanya mengenali dari badge sekolah saja kalau dia kakak kelas, sampai saat ini aku belum membayar hutangku Rp. 350. Semoga dia mengikhlaskan uang angkot itu untukku dan mendapat rejeki 10x lipat. Amin.
Menginjak ke kelas 3 SMP, beberapa teman mengajakku untuk gabung di klub balap mobil Kota Malang. Aku mengiyakan ajakannya karena penasaran seperti apa teknik-teknik yang baik untuk menyetir. Beberapa hari gabung, kakak-kakak senior sudah sangat baik padaku, mereka mengajariku teknik mengoper gigi tanpa bersuara dan tanpa menyendat laju mobil. Mereka juga mengajariku parkir dengan baik, dan teknik-teknik mengemudi lainnya supaya menjadi pengemudi yang anggun dan nyaman untuk semua orang. Perkataan yang tak pernah aku lupa dari mereka adalah “Di saat kamu mengemudikan segala kendaraan, kamu memperlihatkan kepribadianmu yang sesungguhnya kepada penumpang, karena cara menyetir seseorang melambangkan kepribadian orang tersebut”. Aku sadar bahwa perkataan kakak senior adalah benar dan sudah banyak kubuktikan saat aku mengamati hubungan antara cara mengemudi seseorang dengan kepribadiannya (wah, ini bisa dijadikan judul skripsi, hehehehe).
Di usia yang masih remaja itu, kakak-kakak senior mengikutkanku pada ajang lomba balap mobil yang diselenggarakan oleh IMI, aku masuk pada jenis sprint rally untuk kelas remaja dan pelajar di daerah Tumpang-Malang. Meski masih pemula, beruntung aku mendapatkan posisi ke-3 dari 30an peserta lainnya. Menyusul perlombaan lain, aku mencoba ikut di jenis slalom, tapi sayang skill-ku kalah jauh dari tim lain. Tapi tak apa, aku sudah senang bisa memeriahkan acara tersebut dan pernah merasakan sensasi yang luar biasa dari balap mobil.
Naik ke kelas 1 SMA, aku shock karena tidak lolos ke SMA Negeri favorit, memang sih aku kerjanya main terus jarang belajar, aku memutuskan mundur dari klub dan konsen ke sekolah. Berat hati memang, tapi inilah jalan yang harus aku pilih, fokus ke sekolah dan menjadi anak rumahan demi masa depan yang lebih baik. Kuputuskan pula untuk naik motor ke sekolah agar tak tergoda lagi dengan dunia balap mobil.
Saat berada di balik kemudi mobil, perasaanku begitu menyatu dengan apa yang aku bawa, hatiku terasa damai, lelah berkendara jauh tak pernah aku hiraukan, sejauh Malang-Jogja pun aku lakukan dengan hati gembira. Aku tak mengerti akan perasaan ini. Bahkan menurutku, memarkirkan sepeda motor jauh lebih susah dibanding memarkirkan mobil secara paralel. Aku pernah menjatuhkan banyak sepeda motor ke arah samping secara bertubi-tubi di kampus, untung bapak-bapak penjaganya baik mau menolongku. Hehehehe…:p
Meski sudah lama aku mengendarai mobil, banyak juga kekuranganku, aku tak bisa mengendarai mobil matic, tak begitu paham dengan mesin-mesin, dan sampai sekarang aku tak berani untuk menyeberang jalan raya! Ooohhh…sangat tak lucu sekali..:(
Hingga kini, aku sebal sekali bila ada orang yang meremehkan seorang perempuan yang sedang mengendarai kendaraan di jalan. Rata-rata bila ada mobil berjalan lambat dan tak tau arah, saat pengendara lain melihat pengemudinya dan ternyata pengemudinya seorang perempuan, orang lain pasti bergumam "oooh, pantas saja yang nyetir cewek, lambat gini". Eits, tunggu dulu, biasanya pengemudi perempuan itu lebih berhati-hati loh di bandingkan pria, dan jangan salah bila saat ini kami sebagai kaum perempuan perlahan-lahan seiring berjalannya waktu dapat membuktikan bahwa kami bisa melakukan pekerjaan pria dengan lebih baik, jadi jangan sekali-kali ya meremehkan kami...:)
Tak berhenti begitu saja, saat kelas 5 SD aku memaksa seorang sopir ibuku untuk menemaniku menyetir mobil keliling kota Sidoarjo. Tak disangka saking senangnya, aku mengemudikannya hingga ke Surabaya. Sopirku ketakutan jika aku kena polisi, tapi aku tetap memaksa hingga kami berdua bertengkar, dia mengancamku memberitahu ibuku kalau aku menyetir hingga ke Surabaya. Karena aku dasarnya keras kepala, tak peduli ancamannya, dia hanya bisa diam dan menangis, aduh kejamnya aku, maaf ya mas, maklum anak kecil..:))
Saat SMP, aku pindah ke Malang, sedangkan orang tuaku tetap tinggal di Sidoarjo karena tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Di Malang aku tinggal sendiri dengan pembantu dan sopir, karena merasa tak ada orangtua, dengan bebasnya aku memakai mobil tanpa ijin orang-orang di rumah dan tanpa SIM pula. Tak kusangka, satpam di perumahanku memberitahu ibuku jika aku suka pergi dengan mobil sendirian. Ibuku memarahiku dan memberi wewenang sepenuhnya kepada pak sopir untuk mengatur segalanya yang berhubungan dengan mobil. Pak sopir kini berani memarahiku jika aku diam-diam mengambil kunci mobil. Huh, menyebalkan sekali orang itu. Jika aku minta antar ke tempat les, sedangkan sopir lagi tidur, dia marah-marah karena aku membangunkannya, dia mengantarkanku dengan berat hati dan ngebut sepanjang jalan hingga menabrak sepeda motor, hahahaha entah mengapa hatiku senang sekali melihat kejadian itu…:p
Semakin lama pak sopir bersikap seenaknya kepadaku, aku sering tak dijemput pulang sekolah atau tak diantar les, dia malah tidur di rumah, akhirnya aku naik angkot dan suatu saat baru sadar setengah perjalanan jika uangku ketinggalan di rumah, dengan muka tembok dan tampang tanpa rasa bersalah aku meminjam uang kepada kakak kelas yang baik hati untuk membayar angkot. Aku tak tau namanya bahkan aku tak mengenalinya, hanya mengenali dari badge sekolah saja kalau dia kakak kelas, sampai saat ini aku belum membayar hutangku Rp. 350. Semoga dia mengikhlaskan uang angkot itu untukku dan mendapat rejeki 10x lipat. Amin.
Menginjak ke kelas 3 SMP, beberapa teman mengajakku untuk gabung di klub balap mobil Kota Malang. Aku mengiyakan ajakannya karena penasaran seperti apa teknik-teknik yang baik untuk menyetir. Beberapa hari gabung, kakak-kakak senior sudah sangat baik padaku, mereka mengajariku teknik mengoper gigi tanpa bersuara dan tanpa menyendat laju mobil. Mereka juga mengajariku parkir dengan baik, dan teknik-teknik mengemudi lainnya supaya menjadi pengemudi yang anggun dan nyaman untuk semua orang. Perkataan yang tak pernah aku lupa dari mereka adalah “Di saat kamu mengemudikan segala kendaraan, kamu memperlihatkan kepribadianmu yang sesungguhnya kepada penumpang, karena cara menyetir seseorang melambangkan kepribadian orang tersebut”. Aku sadar bahwa perkataan kakak senior adalah benar dan sudah banyak kubuktikan saat aku mengamati hubungan antara cara mengemudi seseorang dengan kepribadiannya (wah, ini bisa dijadikan judul skripsi, hehehehe).
Di usia yang masih remaja itu, kakak-kakak senior mengikutkanku pada ajang lomba balap mobil yang diselenggarakan oleh IMI, aku masuk pada jenis sprint rally untuk kelas remaja dan pelajar di daerah Tumpang-Malang. Meski masih pemula, beruntung aku mendapatkan posisi ke-3 dari 30an peserta lainnya. Menyusul perlombaan lain, aku mencoba ikut di jenis slalom, tapi sayang skill-ku kalah jauh dari tim lain. Tapi tak apa, aku sudah senang bisa memeriahkan acara tersebut dan pernah merasakan sensasi yang luar biasa dari balap mobil.
Naik ke kelas 1 SMA, aku shock karena tidak lolos ke SMA Negeri favorit, memang sih aku kerjanya main terus jarang belajar, aku memutuskan mundur dari klub dan konsen ke sekolah. Berat hati memang, tapi inilah jalan yang harus aku pilih, fokus ke sekolah dan menjadi anak rumahan demi masa depan yang lebih baik. Kuputuskan pula untuk naik motor ke sekolah agar tak tergoda lagi dengan dunia balap mobil.
Saat berada di balik kemudi mobil, perasaanku begitu menyatu dengan apa yang aku bawa, hatiku terasa damai, lelah berkendara jauh tak pernah aku hiraukan, sejauh Malang-Jogja pun aku lakukan dengan hati gembira. Aku tak mengerti akan perasaan ini. Bahkan menurutku, memarkirkan sepeda motor jauh lebih susah dibanding memarkirkan mobil secara paralel. Aku pernah menjatuhkan banyak sepeda motor ke arah samping secara bertubi-tubi di kampus, untung bapak-bapak penjaganya baik mau menolongku. Hehehehe…:p
Meski sudah lama aku mengendarai mobil, banyak juga kekuranganku, aku tak bisa mengendarai mobil matic, tak begitu paham dengan mesin-mesin, dan sampai sekarang aku tak berani untuk menyeberang jalan raya! Ooohhh…sangat tak lucu sekali..:(
Hingga kini, aku sebal sekali bila ada orang yang meremehkan seorang perempuan yang sedang mengendarai kendaraan di jalan. Rata-rata bila ada mobil berjalan lambat dan tak tau arah, saat pengendara lain melihat pengemudinya dan ternyata pengemudinya seorang perempuan, orang lain pasti bergumam "oooh, pantas saja yang nyetir cewek, lambat gini". Eits, tunggu dulu, biasanya pengemudi perempuan itu lebih berhati-hati loh di bandingkan pria, dan jangan salah bila saat ini kami sebagai kaum perempuan perlahan-lahan seiring berjalannya waktu dapat membuktikan bahwa kami bisa melakukan pekerjaan pria dengan lebih baik, jadi jangan sekali-kali ya meremehkan kami...:)
Rabu, 04 Mei 2011
Suara Hati Seorang Wanita
Pagi itu aku membaca sebuah status dari Public Figure yang terkenal di Indonesia, sebut saja Mario Teguh. Bunyi dari status itu adalah :
“Berhati-hatilah dalam
memperlakukan wanita.
Wanita adalah bidadari dunia
yang mewarisi kelembutan halimun,
keteduhan bayangan awan,
kesejukan embun pagi,
dan aroma bebungaan surga.
Tapi jika Anda melukai hatinya
yang lembut itu,
langit akan pucat ketakutan
dan neraka berkeringat dingin
menghadapi kemarahan wanita.
Jika wanita betul-betul marah,
tidak akan ada yang bisa selamat.
Mohon jangan dicoba.
Mario Teguh”
Apakah wanita sekejam itu?
Wanita memang tercipta dengan kelembutan hati satu paket dengan fisik yang tak setangguh pria, tapi siapa sangka di balik kelembutan itu ada jiwa yang sangat besar untuk menapaki realita hidup penuh tantangan. Siapa bilang wanita itu rapuh? Justru wanita adalah sesosok makhluk yang diciptakan untuk menjadi pondasi sebuah kehidupan bermasyarakat. Ia diciptakan sebagai makhluk yang dipercaya Tuhan sebagai mediator penerus keturunan, itu sebabnya selalu kita ingat bahwa surga ada di telapak kaki ibu dan adanya peringatan hari ibu sebagai tanda terima kasih kita kepada seseorang bernama Wanita.
Sesuai dengan apa yang Mario Teguh tulis “Berhati-hatilah dalam memperlakukan wanita”, tidak jarang makhluk yang bernama WANITA disakiti hatinya. Ia diperlakukan tidak adil, ia dihina, ia dihianati, ia tidak diperdulikan, ia disisihkan, dan berbagai perlakuan lainnya tidak lantas membuat seorang wanita itu jatuh terpuruk hingga ia lupa akan kodratnya. Ia lebih tangguh dari apa yang orang lain bayangkan. Saat ia menangis, ia telah menguatkan hatinya dengan mengeluarkan seluruh beban di hati terlebih mengobati seluruh rasa sakit yang telah ia terima. Kemarahan wanita beberapa ditunjukkan dengan “mengomel”. Dengan “mengomel”, ia menunjukkan sisi kepahitan hati, kesakitan, dan rasa kekecewaan yang mendalam terhadap seseorang, terutama seorang pria. Pria biasanya jenuh dan lelah mendengar seorang wanita berbicara tentang keluhannya, tapi apakah para pria tahu bahwa saat mereka menyuruh wanita berhenti mengomel, bahkan tidak mendengarkannya, pria itu justru melukai hati dan mematikan karakter seorang wanita? Wanita yang telah mengeluarkan seluruh keluh kesalnya terhadap seorang pria atas sebuah ketidakadilan yang diterimanya, sebenar-benarnya bahwa ia mencoba meminta tolong kepada pria tersebut untuk menyembuhkan luka di hati dan secara tak langsung meminta bantuan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi banyak pria justru menghindar jika seorang wanita mengeluarkan seluruh kekecewaannya dan hal itu akan membuat wanita merasa tidak diinginkan.
Sebagian dari pria tak menyadari bahwa mereka sangat membutuhkan seorang wanita untuk melengkapi hidupnya, tetapi mengapa mereka tetap saja memperlakukan tidak adil terhadapnya? Saat pria telah menyadari kesalahannya, dia kembali seakan-akan wanita itu telah pulih dari rasa kecewanya. Memang tampaknya demikian, memaafkan memang benar, tetapi semurni dan sesuci apapun seorang wanita, ia tak akan pernah melupakan kesakitan yang ditimbulkan oleh pria yang menyakitinya sampai kapanpun. Terlebih lagi jika pria itu menyakitinya kembali secara berulang kemudian kembali lagi dengan siklus yang tak pernah terhenti dan tidak pernah mencoba menjadi pribadi yang lebih baik dalam memuliakan wanita.
Jarang terdengar seorang wanita yang ditinggal suaminya menghadap Illahi bermaksud untuk menikah lagi. Tetapi bayangkan seorang pria hidup tanpa seorang istri disampingnya, ia akan mencari wanita lain untuk menggantikan sesosok istrinya yang telah mendahuluinya. Disini jelas bahwa hati wanita lebih terjaga daripada seorang pria. Jika ada seorang suami setia tanpa istri disampingnya, semua orang berdecak kagum, karena mereka jarang mereka menemui hati seorang pria setangguh wanita. Berbeda dengan wanita yang bertahun-tahun ditinggal kepergian suaminya dan masih setia mengurus anak-anaknya sendiri tanpa ada pendamping hidup selama bertahun-tahun sampai ajal memanggilnya, dunia tahu bahwa itulah seorang WANITA yang memang diciptakan dengan ketangguhan hati.
Wahai kaum adam, kami adalah wanita yang lemah secara fisik, tetapi kuat dalam hati selayaknya rumput liar. Bukan berarti engkau bisa seenaknya memperlakukan kami sesuai dengan keinginanmu, tetapi dengarkanlah kami dengan lisan yang terjaga, sikap yang lembut, serta ketulusan hatimu untuk menyayangi kami tanpa pamrih. Jagalah hati kami semampu yang engkau bisa, katakan jika kami salah dengan bahasa yang lembut tanpa menggoreskan luka, ucapkan sebuah kata yang membuat kami merasa bahwa kami berharga untukmu, dan perlakukan kami selayaknya saat engkau pertama kali jatuh cinta kepada kami. Kami akan membalasmu dengan rasa cinta dan penerimaan yang tak pernah engkau bayangkan dalam keadaan apapun, meski saat engkau sedang diuji oleh Yang Kuasa, kami akan setia menemanimu dalam tangis dan gembiramu. Saat kau telah menyakiti kami sedalamnya, kami tak akan segan meninggalkanmu meski kami sangat mencintaimu, tetapi ingatlah bahwa saat kau kehilangan kami, kau akan sadar bahwa kami tak akan pernah terganti oleh siapapun dan kenangan-kenangan yang kami tinggalkan bersamamu akan selalu membuat engkau sadar bahwa engkau lebih rapuh daripada kami.
Tertanda,
Seorang wanita
“Berhati-hatilah dalam
memperlakukan wanita.
Wanita adalah bidadari dunia
yang mewarisi kelembutan halimun,
keteduhan bayangan awan,
kesejukan embun pagi,
dan aroma bebungaan surga.
Tapi jika Anda melukai hatinya
yang lembut itu,
langit akan pucat ketakutan
dan neraka berkeringat dingin
menghadapi kemarahan wanita.
Jika wanita betul-betul marah,
tidak akan ada yang bisa selamat.
Mohon jangan dicoba.
Mario Teguh”
Apakah wanita sekejam itu?
Wanita memang tercipta dengan kelembutan hati satu paket dengan fisik yang tak setangguh pria, tapi siapa sangka di balik kelembutan itu ada jiwa yang sangat besar untuk menapaki realita hidup penuh tantangan. Siapa bilang wanita itu rapuh? Justru wanita adalah sesosok makhluk yang diciptakan untuk menjadi pondasi sebuah kehidupan bermasyarakat. Ia diciptakan sebagai makhluk yang dipercaya Tuhan sebagai mediator penerus keturunan, itu sebabnya selalu kita ingat bahwa surga ada di telapak kaki ibu dan adanya peringatan hari ibu sebagai tanda terima kasih kita kepada seseorang bernama Wanita.
Sesuai dengan apa yang Mario Teguh tulis “Berhati-hatilah dalam memperlakukan wanita”, tidak jarang makhluk yang bernama WANITA disakiti hatinya. Ia diperlakukan tidak adil, ia dihina, ia dihianati, ia tidak diperdulikan, ia disisihkan, dan berbagai perlakuan lainnya tidak lantas membuat seorang wanita itu jatuh terpuruk hingga ia lupa akan kodratnya. Ia lebih tangguh dari apa yang orang lain bayangkan. Saat ia menangis, ia telah menguatkan hatinya dengan mengeluarkan seluruh beban di hati terlebih mengobati seluruh rasa sakit yang telah ia terima. Kemarahan wanita beberapa ditunjukkan dengan “mengomel”. Dengan “mengomel”, ia menunjukkan sisi kepahitan hati, kesakitan, dan rasa kekecewaan yang mendalam terhadap seseorang, terutama seorang pria. Pria biasanya jenuh dan lelah mendengar seorang wanita berbicara tentang keluhannya, tapi apakah para pria tahu bahwa saat mereka menyuruh wanita berhenti mengomel, bahkan tidak mendengarkannya, pria itu justru melukai hati dan mematikan karakter seorang wanita? Wanita yang telah mengeluarkan seluruh keluh kesalnya terhadap seorang pria atas sebuah ketidakadilan yang diterimanya, sebenar-benarnya bahwa ia mencoba meminta tolong kepada pria tersebut untuk menyembuhkan luka di hati dan secara tak langsung meminta bantuan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi banyak pria justru menghindar jika seorang wanita mengeluarkan seluruh kekecewaannya dan hal itu akan membuat wanita merasa tidak diinginkan.
Sebagian dari pria tak menyadari bahwa mereka sangat membutuhkan seorang wanita untuk melengkapi hidupnya, tetapi mengapa mereka tetap saja memperlakukan tidak adil terhadapnya? Saat pria telah menyadari kesalahannya, dia kembali seakan-akan wanita itu telah pulih dari rasa kecewanya. Memang tampaknya demikian, memaafkan memang benar, tetapi semurni dan sesuci apapun seorang wanita, ia tak akan pernah melupakan kesakitan yang ditimbulkan oleh pria yang menyakitinya sampai kapanpun. Terlebih lagi jika pria itu menyakitinya kembali secara berulang kemudian kembali lagi dengan siklus yang tak pernah terhenti dan tidak pernah mencoba menjadi pribadi yang lebih baik dalam memuliakan wanita.
Jarang terdengar seorang wanita yang ditinggal suaminya menghadap Illahi bermaksud untuk menikah lagi. Tetapi bayangkan seorang pria hidup tanpa seorang istri disampingnya, ia akan mencari wanita lain untuk menggantikan sesosok istrinya yang telah mendahuluinya. Disini jelas bahwa hati wanita lebih terjaga daripada seorang pria. Jika ada seorang suami setia tanpa istri disampingnya, semua orang berdecak kagum, karena mereka jarang mereka menemui hati seorang pria setangguh wanita. Berbeda dengan wanita yang bertahun-tahun ditinggal kepergian suaminya dan masih setia mengurus anak-anaknya sendiri tanpa ada pendamping hidup selama bertahun-tahun sampai ajal memanggilnya, dunia tahu bahwa itulah seorang WANITA yang memang diciptakan dengan ketangguhan hati.
Wahai kaum adam, kami adalah wanita yang lemah secara fisik, tetapi kuat dalam hati selayaknya rumput liar. Bukan berarti engkau bisa seenaknya memperlakukan kami sesuai dengan keinginanmu, tetapi dengarkanlah kami dengan lisan yang terjaga, sikap yang lembut, serta ketulusan hatimu untuk menyayangi kami tanpa pamrih. Jagalah hati kami semampu yang engkau bisa, katakan jika kami salah dengan bahasa yang lembut tanpa menggoreskan luka, ucapkan sebuah kata yang membuat kami merasa bahwa kami berharga untukmu, dan perlakukan kami selayaknya saat engkau pertama kali jatuh cinta kepada kami. Kami akan membalasmu dengan rasa cinta dan penerimaan yang tak pernah engkau bayangkan dalam keadaan apapun, meski saat engkau sedang diuji oleh Yang Kuasa, kami akan setia menemanimu dalam tangis dan gembiramu. Saat kau telah menyakiti kami sedalamnya, kami tak akan segan meninggalkanmu meski kami sangat mencintaimu, tetapi ingatlah bahwa saat kau kehilangan kami, kau akan sadar bahwa kami tak akan pernah terganti oleh siapapun dan kenangan-kenangan yang kami tinggalkan bersamamu akan selalu membuat engkau sadar bahwa engkau lebih rapuh daripada kami.
Tertanda,
Seorang wanita
Senin, 14 Februari 2011
Impianku
Aku..
Aku adalah gadis biasa saja yang telah lahir di dunia ini dengan segala kelebihan dan kekurangan. Salah satu yang aku sukai dari diriku adalah aku tak pernah menyesali masa laluku. Ya, masa laluku yang penuh dengan kegagalan, jatuh bangun aku meraih mimpiku perlahan-lahan tanpa ingin mengubah masa laluku.
Aku tak pernah menyesali keputusanku. Seperti saat aku memutuskan untuk berhenti menjalani kehidupanku sebagai karyawan sebuah bank di Indonesia. Aku dicemooh dan dihina banyak pihak karena kebodohanku yang memutuskan untuk tidak bekerja lagi di dalamnya. Saat aku bekerja disana, aku merasakan bahwa ini bukanlah diriku. Ini bukanlah impianku. Aku tidak bisa bekerja jika tidak dengan hatiku. Meskipun banyak yang bilang bahwa gaji yang akan kudapatkan sangatlah banyak, tapi aku tidak suka! Aku bekerja dengan hati, bukan menginginkan uang. Memang kita tidak dapat membeli kebahagiaan dengan uang, tapi tanpa uang kita tidak akan bahagia. Bukan, bukan itu yang aku mau. Aku ingin bekerja dengan hatiku! Itu saja. Aku yakin, kesuksesan itu tidak datang dari menjadi seorang pegawai saja, melainkan dengan mewujudkan mimpi-mimpi yang dapat kita bangun mulai dari nol. Dan yang tidak saya sesali pernah mencoba menjadi seorang pegawai adalah bahwa saya tau saya pernah mencoba hal yang tidak saya sukai dan hasilnya sangat menyiksa!
Bapak Mario berkata bahwa kita harus membakati pekerjaan kita meskipun kita tidak berbakat di dalamnya. Maaf, perkataan itu tidak sesuai denganku. Seberat apapun pekerjaan jika kita menyukainya, pasti akan terasa ringan. Alangkah indahnya jika kita bekerja sesuai bakat dan minat kita. Dan keinginanku saat ini adalah menjadi penulis. Sejak SD, aku suka menulis tentang cerita atau novel. Aku ingin sekali mencapai impianku itu meskipun kelihatannya sangat susah. Saat menginjakkan kaki pertama kali melihat keindahan Paris, aku langsung menulis cerita kehidupan di Paris, keromantisan suasana Paris membuatku terpesona. Keindahannya itulah yang membuatku pertama kalinya menulis cerita tentang cinta di Paris dan Eiffel. Oh tidak! Ternyata ada film Eiffel I’m In Love! Hampir mirip dengan kisah yang aku tuliskan, tapi aku tak menyukai cerita cinta lebay dan mendayu-dayu. Aku selalu menuliskan kisah cinta yang “girl power” dimana cewek adalah makhluk yang kuat dan penuh inspirasi bagi semua orang. Ah, Aku jadi ingin pergi keliling dunia untuk menikmati keindahan-keindahan lainnya dan kutuliskan sebuah cerita, berbagi dan menceritakan pengalaman bersama semua orang.
Lucunya lagi, saat kelas 3 SD, dimana pertama kalinya aku bisa mengendarai sebuah mobil. Saking bahagianya bisa mengendarainya, aku langsung membuat sebuah cerita tentang kodok dan mobilnya. Aku menulis kisahnya dimanapun aku berada. Saat kelas berlangsungpun aku asyik menulis cerita tentang sang kodok. Tak kusangga guruku terganggu dengan kegiatanku itu, akhirnya dia mendekatiku dan membacakan ceritaku di depan kelas. Aku habis-habisan diperolok dan dihina oleh guru maupun kawan-kawan. “mana ada kodok bisa nyetir dan bisa beli mobil”. Guruku bilang bahwa tulisan saya sangatlah buruk dan tidak bisa dicerna dengan logika, bahkan aku menjadi bulan-bulanan satu kelas. Sungguh menyedihkan. Hahaha.
Bahagia rasanya bisa mencoba banyak hal meskipun gagal di dalamnya. Menceritakan apa yang menjadi pengalamanku dan mendengar cerita seseorang tentang kehidupannya juga sangat menyenangkan bagiku. Bukankah hidup ini indah jika berbagi dengan sesama? (asal tidak berbagi pasangan saja ya. Hehehe). Semoga, aku bisa mencapai impian itu.
Aku adalah gadis biasa saja yang telah lahir di dunia ini dengan segala kelebihan dan kekurangan. Salah satu yang aku sukai dari diriku adalah aku tak pernah menyesali masa laluku. Ya, masa laluku yang penuh dengan kegagalan, jatuh bangun aku meraih mimpiku perlahan-lahan tanpa ingin mengubah masa laluku.
Aku tak pernah menyesali keputusanku. Seperti saat aku memutuskan untuk berhenti menjalani kehidupanku sebagai karyawan sebuah bank di Indonesia. Aku dicemooh dan dihina banyak pihak karena kebodohanku yang memutuskan untuk tidak bekerja lagi di dalamnya. Saat aku bekerja disana, aku merasakan bahwa ini bukanlah diriku. Ini bukanlah impianku. Aku tidak bisa bekerja jika tidak dengan hatiku. Meskipun banyak yang bilang bahwa gaji yang akan kudapatkan sangatlah banyak, tapi aku tidak suka! Aku bekerja dengan hati, bukan menginginkan uang. Memang kita tidak dapat membeli kebahagiaan dengan uang, tapi tanpa uang kita tidak akan bahagia. Bukan, bukan itu yang aku mau. Aku ingin bekerja dengan hatiku! Itu saja. Aku yakin, kesuksesan itu tidak datang dari menjadi seorang pegawai saja, melainkan dengan mewujudkan mimpi-mimpi yang dapat kita bangun mulai dari nol. Dan yang tidak saya sesali pernah mencoba menjadi seorang pegawai adalah bahwa saya tau saya pernah mencoba hal yang tidak saya sukai dan hasilnya sangat menyiksa!
Bapak Mario berkata bahwa kita harus membakati pekerjaan kita meskipun kita tidak berbakat di dalamnya. Maaf, perkataan itu tidak sesuai denganku. Seberat apapun pekerjaan jika kita menyukainya, pasti akan terasa ringan. Alangkah indahnya jika kita bekerja sesuai bakat dan minat kita. Dan keinginanku saat ini adalah menjadi penulis. Sejak SD, aku suka menulis tentang cerita atau novel. Aku ingin sekali mencapai impianku itu meskipun kelihatannya sangat susah. Saat menginjakkan kaki pertama kali melihat keindahan Paris, aku langsung menulis cerita kehidupan di Paris, keromantisan suasana Paris membuatku terpesona. Keindahannya itulah yang membuatku pertama kalinya menulis cerita tentang cinta di Paris dan Eiffel. Oh tidak! Ternyata ada film Eiffel I’m In Love! Hampir mirip dengan kisah yang aku tuliskan, tapi aku tak menyukai cerita cinta lebay dan mendayu-dayu. Aku selalu menuliskan kisah cinta yang “girl power” dimana cewek adalah makhluk yang kuat dan penuh inspirasi bagi semua orang. Ah, Aku jadi ingin pergi keliling dunia untuk menikmati keindahan-keindahan lainnya dan kutuliskan sebuah cerita, berbagi dan menceritakan pengalaman bersama semua orang.
Lucunya lagi, saat kelas 3 SD, dimana pertama kalinya aku bisa mengendarai sebuah mobil. Saking bahagianya bisa mengendarainya, aku langsung membuat sebuah cerita tentang kodok dan mobilnya. Aku menulis kisahnya dimanapun aku berada. Saat kelas berlangsungpun aku asyik menulis cerita tentang sang kodok. Tak kusangga guruku terganggu dengan kegiatanku itu, akhirnya dia mendekatiku dan membacakan ceritaku di depan kelas. Aku habis-habisan diperolok dan dihina oleh guru maupun kawan-kawan. “mana ada kodok bisa nyetir dan bisa beli mobil”. Guruku bilang bahwa tulisan saya sangatlah buruk dan tidak bisa dicerna dengan logika, bahkan aku menjadi bulan-bulanan satu kelas. Sungguh menyedihkan. Hahaha.
Bahagia rasanya bisa mencoba banyak hal meskipun gagal di dalamnya. Menceritakan apa yang menjadi pengalamanku dan mendengar cerita seseorang tentang kehidupannya juga sangat menyenangkan bagiku. Bukankah hidup ini indah jika berbagi dengan sesama? (asal tidak berbagi pasangan saja ya. Hehehe). Semoga, aku bisa mencapai impian itu.
Langganan:
Komentar (Atom)