***

***
~smiLe~

Kamis, 16 Desember 2010

Harapan Seorang Perempuan

Judulnya memang cukup menggelikan, “harapan seorang perempuan”. Bagaimana lagi? Saya kan seorang perempuan, bukan pria. Jadi saya ambil judul itu karena saya perempuan. Ahhh, basa basi sekali kalimat pembuka saya. Hehehe. Lanjut saja pada bagian-bagian di bawah…

Saya perkenalkan, saya adalah seorang perempuan yang dilahirkan dengan keinginan orang tua tidak sebagai seorang perempuan. Saya bukanlah perempuan yang feminin, lembut, dan cantik. Feminin? Seperti apa sih definisi feminin? Menurut saya, kebanyakan perempuan yang feminin mempunyai sifat seperti penyuka warna pink, gemar memakai rok, gemar pergi ke salon, gemar shopping, dan gemar barang-barang imut yang “cewek” banget.

Sedangkan saya?

Ini daftar list kebiasaan buruk saya sebagai seorang perempuan:


1. Saya lebih suka main game GTA atau game semacam counter strike yang perang-perangan.

2. Saya suka menonton film zombie, action, atau film2 kungfu jaman jet lee dan jeckie chan.

3. Saya lebih suka memakai celana (meskipun tampak gendut sekali) daripada menggunakan rok yang membuat saya merasa tidak nyaman.

4. Saya lebih suka kebut-kebutan di jalan dan mempunyai mimpi bisa modif mobil saya bergaya Japanese style daripada shopping di mall.

5. Saya benci warna pink, karena menurut saya warna itu adalah warna yang cengeng. Saya lebih suka warna hitam dan hijau karena kedua warna itu bila dikombinasikan akan menjadi sesuatu yang menakjubkan. Itu sebabnya Tuhan menciptakan rumput, sawah, daun dengan warna hijau. Bukan warna pink!

6. Saya lebih suka menghabiskan waktu saya di kamar dengan berkutat dengan adobe photoshop, dreamweaver, dan corel daripada harus bermanja-manja di salon.

7. dan saya lebih suka memperlihatkan tangisan saya dengan bersujud di seperempat malam saya daripada harus nangis bombay di depan pacar saya.

8. dan yang terakhir. Saya benci cewek yang tersiksa, meskipun itu musuh saya sekalipun! Itu sebabnya keinginan saya adalah bergabung dalam LSM khusus wanita yang memperjuangkan hak-hak kaum wanita yang tertindas. Adakah yang mau menerima saya??

Mungkin anda jenuh melihat daftar keburukan saya. Jika anda pria, anda tidak akan pernah memimpikan untuk memiliki seorang pacar seperti saya. kebanyakan kaum pria suka dengan perempuan memakai rok (mini) atau perempuan yang penuh dengan kelembutan. Bagaimanapun, saya adalah wanita, dan memiliki sisi seorang perempuan. Hati saya memang keras dan kaku, seperti batu. Tetapi jika ada sesuatu hal yang dapat memecahkan batu itu, maka batu itu akan hancur. Dan saya adalah batu yang mudah hancur dan untuk menata kembali puing-puing itu sungguh membutuhkan waktu yang lama.

Saya sangat membenci perselingkuhan. Itu sebabnya banyak orang yang bilang saya perempuan pencemburu. Ya! Saya memang pencemburu. Saya cemburu untuk sesuatu yang memang berharga dan patut untuk dipertahankan, buat apa saya cemburu pada hal yang tidak berguna pada saya? Saya sangat sadar dengan sifat yang satu ini. Mungkin karena ayah saya seorang pencemburu juga, menurun pada saya. hehehehe..:D

Menuju ke topik awal…

Harapan…

Seorang teman berkata pada saya “harapan-harapan itulah yang membuat kita kuat dengan suatu hubungan”. Suatu hubungan??

Oh…

Saya ingat!

Saya saat ini sedang berhubungan dengan seorang pria. Entah berapa kali saya putus dengan dia dalam kurun waktu 7,5 tahun berpacaran. Saat terakhir kali putus, saya pikir ini adalah akhir dari hubungan saya dan dia. Karena rasa sakit hati saya yang begitu mendalam, saya berusaha keras untuk melupakan dia dengan berbagai cara. Tetapi Tuhan berkehendak lain, kami dipertemukan lagi dengan suatu kejadian yang sangat singkat tetapi kami tak bisa menahan rasa rindu setelah hampir 6 bulan tidak bertemu.

Dia bukanlah pria yang lembut dan romantis. Kami sama-sama memiliki hati yang keras. Kadang saya tidak tau apa yang dia pikirkan dan tak bisa saya cerna dengan logika saya. perbedaan-perbedaan pikiran lah yang membuat saya dengan dia suka bertengkar. Dia adalah pria yang sangat saya sayangi, maupun sangat saya benci. Entah mengapa saya tetap menyukainya dengan segala kekurangan-kekurangan dia sampai saya dianggap bodoh sama teman-teman karena masih saja berhubungan dengan dia. Dengan pria inilah sifat-sifat kewanitaan saya muncul. Yang dulunya saya bengis seperti algojo (mantab kan?) semenjak bersama dengannya saya seperti seorang gadis kecil yang selalu ingin dilindungi. Apalagi semenjak ayah saya telah tiada, saya merasa bahwa saya benar-benar sendiri di dunia ini dan saya berharap ingin selalu dilindungi olehnya. (nah akhirnya muncul juga kata-kata pengharapan).

Saya tidak berharap banyak pada seseorang yang selama ini selalu menemani saya. saya hanya ingin dilindungi, saya ingin merasa dicintai, saya ingin merasa disayang, saya ingin merasa ini itu….(lho? Kok melunjak??). hehehe. Kalimat yang pertama itulah keinginan terbesar saya kepadanya.

Saya ingat, saat saya sangat membutuhkan sesuatu yang penting, dia selalu membantu saya. contohnya, saat saya sangat membutuhkan sebuah laptop, dia memberikan surprise kado laptop di ulang tahunku ke-24. contohnya lagi saat ulangtahun ke-21, dia memberikanku surprise sebuah kado hp dengan upah dia bekerja selama kuliah, dan itulah yang bener-benar saya butuhkan saat itu. Saya jadi berpikir, dulu saya ingin sekali diberikan kado-kado kecil seperti cewek-cewek lainnya yang diberi surprise kecil oleh pacarnya,berupa bunga, sepatu atau baju. Sedangkan saya tidak pernah. Tetapi saya sangat beruntung mendapatkan sesuatu yang lebih berharga dan saya butuhkan, dan dia tau apa yang saya butuhkan bukan saya inginkan. Betapa beruntungnya saya bukan?

Harapan saya adalah dia dapat selalu melindungi saya. melindungi fisik saya, melindungi hati saya, dan melindungi hubungan kami. Itu sebabnya kadang saya marah tidak jelas kepadanya saat dia mengacuhkan saya, karena sejak saya kecil (dengan orang tua super sibuk), saya tak pernah merasa disayangi seperti dia menyayangi saya. Dengan penerimaan dia terhadap keburukan-keburukan saya sebagai seorang perempuan, saya yakin dialah yang nomer satu buat saya. semoga dia akan tetap menginginkan untuk menjadi pelindung saya, dan saya akan selalu memberikan sepenuh hati saya untuk dia sampai waktu saya telah tiada.

Djogdjakarta, 16 Desember 2010

*dengan tubuh yang penuh rasa sakit*

2 komentar:

  1. membaca tulisan ini mengingatkanku pd istriku. dia sdh aku beri bnyk materi ttpi msh mrsa kurang..ternyta wanita lbh butuh utk mrsa dicinta drpd diberikan bnyk materi dr prianya..dia menginginkanku utk sll mengucapkn kt cinta tp menurutku materi yg aku beri itu adl rs cintaku..benar2 men are from mars, women are from venus!! smg dgn membaca ini pria bs mengerti hati seorg wanita krn pria yg sll melindungi wanitanya adl pria sejati..berbahagialah pria yg memiliki wanita seperti anda. salam kenal dari Aviv di Surabaya..

    BalasHapus