Judulnya memang cukup menggelikan, “harapan seorang perempuan”. Bagaimana lagi? Saya kan seorang perempuan, bukan pria. Jadi saya ambil judul itu karena saya perempuan. Ahhh, basa basi sekali kalimat pembuka saya. Hehehe. Lanjut saja pada bagian-bagian di bawah…
Saya perkenalkan, saya adalah seorang perempuan yang dilahirkan dengan keinginan orang tua tidak sebagai seorang perempuan. Saya bukanlah perempuan yang feminin, lembut, dan cantik. Feminin? Seperti apa sih definisi feminin? Menurut saya, kebanyakan perempuan yang feminin mempunyai sifat seperti penyuka warna pink, gemar memakai rok, gemar pergi ke salon, gemar shopping, dan gemar barang-barang imut yang “cewek” banget.
Sedangkan saya?
Ini daftar list kebiasaan buruk saya sebagai seorang perempuan:
1. Saya lebih suka main game GTA atau game semacam counter strike yang perang-perangan.
2. Saya suka menonton film zombie, action, atau film2 kungfu jaman jet lee dan jeckie chan.
3. Saya lebih suka memakai celana (meskipun tampak gendut sekali) daripada menggunakan rok yang membuat saya merasa tidak nyaman.
4. Saya lebih suka kebut-kebutan di jalan dan mempunyai mimpi bisa modif mobil saya bergaya Japanese style daripada shopping di mall.
5. Saya benci warna pink, karena menurut saya warna itu adalah warna yang cengeng. Saya lebih suka warna hitam dan hijau karena kedua warna itu bila dikombinasikan akan menjadi sesuatu yang menakjubkan. Itu sebabnya Tuhan menciptakan rumput, sawah, daun dengan warna hijau. Bukan warna pink!
6. Saya lebih suka menghabiskan waktu saya di kamar dengan berkutat dengan adobe photoshop, dreamweaver, dan corel daripada harus bermanja-manja di salon.
7. dan saya lebih suka memperlihatkan tangisan saya dengan bersujud di seperempat malam saya daripada harus nangis bombay di depan pacar saya.
8. dan yang terakhir. Saya benci cewek yang tersiksa, meskipun itu musuh saya sekalipun! Itu sebabnya keinginan saya adalah bergabung dalam LSM khusus wanita yang memperjuangkan hak-hak kaum wanita yang tertindas. Adakah yang mau menerima saya??
Mungkin anda jenuh melihat daftar keburukan saya. Jika anda pria, anda tidak akan pernah memimpikan untuk memiliki seorang pacar seperti saya. kebanyakan kaum pria suka dengan perempuan memakai rok (mini) atau perempuan yang penuh dengan kelembutan. Bagaimanapun, saya adalah wanita, dan memiliki sisi seorang perempuan. Hati saya memang keras dan kaku, seperti batu. Tetapi jika ada sesuatu hal yang dapat memecahkan batu itu, maka batu itu akan hancur. Dan saya adalah batu yang mudah hancur dan untuk menata kembali puing-puing itu sungguh membutuhkan waktu yang lama.
Saya sangat membenci perselingkuhan. Itu sebabnya banyak orang yang bilang saya perempuan pencemburu. Ya! Saya memang pencemburu. Saya cemburu untuk sesuatu yang memang berharga dan patut untuk dipertahankan, buat apa saya cemburu pada hal yang tidak berguna pada saya? Saya sangat sadar dengan sifat yang satu ini. Mungkin karena ayah saya seorang pencemburu juga, menurun pada saya. hehehehe..:D
Menuju ke topik awal…
Harapan…
Seorang teman berkata pada saya “harapan-harapan itulah yang membuat kita kuat dengan suatu hubungan”. Suatu hubungan??
Oh…
Saya ingat!
Saya saat ini sedang berhubungan dengan seorang pria. Entah berapa kali saya putus dengan dia dalam kurun waktu 7,5 tahun berpacaran. Saat terakhir kali putus, saya pikir ini adalah akhir dari hubungan saya dan dia. Karena rasa sakit hati saya yang begitu mendalam, saya berusaha keras untuk melupakan dia dengan berbagai cara. Tetapi Tuhan berkehendak lain, kami dipertemukan lagi dengan suatu kejadian yang sangat singkat tetapi kami tak bisa menahan rasa rindu setelah hampir 6 bulan tidak bertemu.
Dia bukanlah pria yang lembut dan romantis. Kami sama-sama memiliki hati yang keras. Kadang saya tidak tau apa yang dia pikirkan dan tak bisa saya cerna dengan logika saya. perbedaan-perbedaan pikiran lah yang membuat saya dengan dia suka bertengkar. Dia adalah pria yang sangat saya sayangi, maupun sangat saya benci. Entah mengapa saya tetap menyukainya dengan segala kekurangan-kekurangan dia sampai saya dianggap bodoh sama teman-teman karena masih saja berhubungan dengan dia. Dengan pria inilah sifat-sifat kewanitaan saya muncul. Yang dulunya saya bengis seperti algojo (mantab kan?) semenjak bersama dengannya saya seperti seorang gadis kecil yang selalu ingin dilindungi. Apalagi semenjak ayah saya telah tiada, saya merasa bahwa saya benar-benar sendiri di dunia ini dan saya berharap ingin selalu dilindungi olehnya. (nah akhirnya muncul juga kata-kata pengharapan).
Saya tidak berharap banyak pada seseorang yang selama ini selalu menemani saya. saya hanya ingin dilindungi, saya ingin merasa dicintai, saya ingin merasa disayang, saya ingin merasa ini itu….(lho? Kok melunjak??). hehehe. Kalimat yang pertama itulah keinginan terbesar saya kepadanya.
Saya ingat, saat saya sangat membutuhkan sesuatu yang penting, dia selalu membantu saya. contohnya, saat saya sangat membutuhkan sebuah laptop, dia memberikan surprise kado laptop di ulang tahunku ke-24. contohnya lagi saat ulangtahun ke-21, dia memberikanku surprise sebuah kado hp dengan upah dia bekerja selama kuliah, dan itulah yang bener-benar saya butuhkan saat itu. Saya jadi berpikir, dulu saya ingin sekali diberikan kado-kado kecil seperti cewek-cewek lainnya yang diberi surprise kecil oleh pacarnya,berupa bunga, sepatu atau baju. Sedangkan saya tidak pernah. Tetapi saya sangat beruntung mendapatkan sesuatu yang lebih berharga dan saya butuhkan, dan dia tau apa yang saya butuhkan bukan saya inginkan. Betapa beruntungnya saya bukan?
Harapan saya adalah dia dapat selalu melindungi saya. melindungi fisik saya, melindungi hati saya, dan melindungi hubungan kami. Itu sebabnya kadang saya marah tidak jelas kepadanya saat dia mengacuhkan saya, karena sejak saya kecil (dengan orang tua super sibuk), saya tak pernah merasa disayangi seperti dia menyayangi saya. Dengan penerimaan dia terhadap keburukan-keburukan saya sebagai seorang perempuan, saya yakin dialah yang nomer satu buat saya. semoga dia akan tetap menginginkan untuk menjadi pelindung saya, dan saya akan selalu memberikan sepenuh hati saya untuk dia sampai waktu saya telah tiada.
Djogdjakarta, 16 Desember 2010
*dengan tubuh yang penuh rasa sakit*
***
~smiLe~
Kamis, 16 Desember 2010
Senin, 13 Desember 2010
Seandainya saja, ayah...
Saat itu tertanggal 4 Mei 2009.
Hari itu ku sedang mengikuti program KKN oleh kampus, tepat 1 hari aku tiba di tempat KKN. Pak sopir langganan ayah menjemputku di desa tempat aku KKN.
“Mbak, bapak masuk RS. Segera pulang”
Karena aku baru 1 hari di tempat KKN, dengan sungkannya aku pamitan pulang pada teman-teman. Mau gak mau mereka pasti mengijinkan aku pulang.
Pagi itu aku dan pak sopir langsung meluncur menuju RST. Soepraoen. Disana aku menuju ruang ICU. Aku melihat tubuh ayah yang lemah tak berdaya, tak sadarkan diri, beliau sedang koma. Selang infus tertancap beberapa bagian tubuh beliau. Alat bantu pernafasan bergetar mengikuti irama nafas ayah yang sudah setengah-setengah. 2 tahun sudah ayah terserang penyakit stroke dan selama itu aku menemani ayah kemanapun beliau berobat, meskipun kadang dengan setengah hati mengantarkan beliau karena mengantuk.
“mbak, sana masuk ruang ICU temui bapak”, kata ibu padaku.
Segera aku menuju ruang ICU dan memegang tangan ayah yang sudah sangat dingin. Alat detak jantung sudah sedikit terputus-putus. Denyut jantungnya sangat lemah.
Aku menangis….
“Bapak, mengapa bapak seperti ini. Bapak bisa mendengar aku? Aku sayang bapak.”
Aku memijit-mijit jari ayah, yang biasanya aku lakukan sehari-hari pada ayah. Kata terapis stroke, itu berfungsi untuk melancarkan oksigen ke otak. Aku merasakan jari-jari ayah bergerak.
Aku melihat ibu datang menuju aku. Aku segera mengusap air mataku. Memang aku paling tidak suka ada seseorang tahu bahawa aku sedang manangis.
“mbak, sudah ngucapin maaf ke bapak?”, Tanya ibu padaku
“sudah, bu” jawabku.
Aku memang sudah meminta maaf pada ayah, tapi tak pernah terucap di bibirku, hanya di hati. Pikirku, nanti malam aku akan mengucapkan permintaan maafku di telinga ayah, aku malu mengucapkan di depan banyak orang.
Ibu menyuruhku pulang ke rumah untuk istirahat. Aku berjanji pada ibu bahwa malam harinya akan kembali lagi menjenguk ayah sekalian membawakan baju ganti untuk ayah. Aku pulang mengendarai motor sendiri menuju ke rumah.
Di rumah aku bertemu dengan kakak perempuanku, Mbak Ririn. Aku berbincang-bincang sebentar dengan Mbak Ririn, kemudian mengambil air wudlu untuk sholat, dan kemudian istirahat hingga sore.
Sekitar pukul 17.00 aku mandi dan makan bersama Mbak Ririn di rumah. Kami berencana datang ke RS untuk menjenguk ayah setelah solat Maghrib. Selesai solat maghrib, aku siap-siap berangkat menuju RS dengan Mbak Ririn beserta keponakanku tercinta. Saat buka garasi mobil, ibu menelpon ponselku.
“hallo”, sapaku.
“mbak, gk usah ke RS! Nunggu di rumah aja. Bapak udah gk ada,mbak. Mbak tunggu di rumah aja sama Mbak Ririn.”
Deg!!
Aku kemudian memeluk Mbak Ririn dan menangis sejadi-jadinya.
Ya Allah, ayah udah gk ada!
Padahal malam ini aku berniat mengucapkan maaf di telinga ayah.
Padahal aku pikir aku masih bisa melihat ayah malam ini.
Mbak Ririn memaksaku untuk tetap ke RS untuk melihat jenazah ayah. Aku menelpon kembali ibuku. Ibuku memintaku membawa kain batik panjang untuk menutupi jenazah. Sepanjang perjalanan aku menangis.
Menyesal…
Mbak Ririn menenangkanku yang sedang mengendarai mobil dengan menangis. Dan ibu kembali menelponku dan menyuruhku untuk kembali ke rumah dan memberitahu kabar ini pada tetangga.
Dan itulah akhir dari pertemuanku dengan ayah…
Banyak sekali pikiran “seandainya…” yang terbayang dibenakku…
Seandainya aku lebih baik lagi dalam merawat ayah saat beliau masih hidup…
Seandainya aku saat itu meminta maaf pada ayah...
Seandainya aku gk KKN dan masih bisa mengurus ayah di detik-detik terakhir…
Seandainya…
Seandainya…
Ahhhh...
Apapun penyesalanku dan berapa banyak airmataku yang terjatuh tak akan mengembalikan ayah padaku. Yang aku lakukan sekarang adalah selalu mendoakan beliau agar beliau selamat menuju perjalanan yang menegangkan.
Ayah, tunggu aku disana. Saat ini adalah giliran ayah mendahului keluarga yang lain. Suatu waktu nanti kami akan menyusulmu. Dan semoga kami, putri-putri ayah, dapat menyelamatkanmu disana nanti.
Meskipun aku adalah satu-satunya dari ketiga putri ayah yang tak pernah engkau saksikan kelulusan dan pernikahanku kelak, tapi inilah jalan terbaik yang Tuhan berikan kepadaku dan kepada Ayah. Sekarang tinggal aku menjalani hidupku tanpa ayah yang selalu melindungi dan mendoakanku. Meskipun banyak kegagalan yang aku peroleh saat ini, tapi aku akan terus berusaha membanggakan ayah, meskipun beliau telah meninggalkanku…
Aku rindu kamu, ayah…
Hari itu ku sedang mengikuti program KKN oleh kampus, tepat 1 hari aku tiba di tempat KKN. Pak sopir langganan ayah menjemputku di desa tempat aku KKN.
“Mbak, bapak masuk RS. Segera pulang”
Karena aku baru 1 hari di tempat KKN, dengan sungkannya aku pamitan pulang pada teman-teman. Mau gak mau mereka pasti mengijinkan aku pulang.
Pagi itu aku dan pak sopir langsung meluncur menuju RST. Soepraoen. Disana aku menuju ruang ICU. Aku melihat tubuh ayah yang lemah tak berdaya, tak sadarkan diri, beliau sedang koma. Selang infus tertancap beberapa bagian tubuh beliau. Alat bantu pernafasan bergetar mengikuti irama nafas ayah yang sudah setengah-setengah. 2 tahun sudah ayah terserang penyakit stroke dan selama itu aku menemani ayah kemanapun beliau berobat, meskipun kadang dengan setengah hati mengantarkan beliau karena mengantuk.
“mbak, sana masuk ruang ICU temui bapak”, kata ibu padaku.
Segera aku menuju ruang ICU dan memegang tangan ayah yang sudah sangat dingin. Alat detak jantung sudah sedikit terputus-putus. Denyut jantungnya sangat lemah.
Aku menangis….
“Bapak, mengapa bapak seperti ini. Bapak bisa mendengar aku? Aku sayang bapak.”
Aku memijit-mijit jari ayah, yang biasanya aku lakukan sehari-hari pada ayah. Kata terapis stroke, itu berfungsi untuk melancarkan oksigen ke otak. Aku merasakan jari-jari ayah bergerak.
Aku melihat ibu datang menuju aku. Aku segera mengusap air mataku. Memang aku paling tidak suka ada seseorang tahu bahawa aku sedang manangis.
“mbak, sudah ngucapin maaf ke bapak?”, Tanya ibu padaku
“sudah, bu” jawabku.
Aku memang sudah meminta maaf pada ayah, tapi tak pernah terucap di bibirku, hanya di hati. Pikirku, nanti malam aku akan mengucapkan permintaan maafku di telinga ayah, aku malu mengucapkan di depan banyak orang.
Ibu menyuruhku pulang ke rumah untuk istirahat. Aku berjanji pada ibu bahwa malam harinya akan kembali lagi menjenguk ayah sekalian membawakan baju ganti untuk ayah. Aku pulang mengendarai motor sendiri menuju ke rumah.
Di rumah aku bertemu dengan kakak perempuanku, Mbak Ririn. Aku berbincang-bincang sebentar dengan Mbak Ririn, kemudian mengambil air wudlu untuk sholat, dan kemudian istirahat hingga sore.
Sekitar pukul 17.00 aku mandi dan makan bersama Mbak Ririn di rumah. Kami berencana datang ke RS untuk menjenguk ayah setelah solat Maghrib. Selesai solat maghrib, aku siap-siap berangkat menuju RS dengan Mbak Ririn beserta keponakanku tercinta. Saat buka garasi mobil, ibu menelpon ponselku.
“hallo”, sapaku.
“mbak, gk usah ke RS! Nunggu di rumah aja. Bapak udah gk ada,mbak. Mbak tunggu di rumah aja sama Mbak Ririn.”
Deg!!
Aku kemudian memeluk Mbak Ririn dan menangis sejadi-jadinya.
Ya Allah, ayah udah gk ada!
Padahal malam ini aku berniat mengucapkan maaf di telinga ayah.
Padahal aku pikir aku masih bisa melihat ayah malam ini.
Mbak Ririn memaksaku untuk tetap ke RS untuk melihat jenazah ayah. Aku menelpon kembali ibuku. Ibuku memintaku membawa kain batik panjang untuk menutupi jenazah. Sepanjang perjalanan aku menangis.
Menyesal…
Mbak Ririn menenangkanku yang sedang mengendarai mobil dengan menangis. Dan ibu kembali menelponku dan menyuruhku untuk kembali ke rumah dan memberitahu kabar ini pada tetangga.
Dan itulah akhir dari pertemuanku dengan ayah…
Banyak sekali pikiran “seandainya…” yang terbayang dibenakku…
Seandainya aku lebih baik lagi dalam merawat ayah saat beliau masih hidup…
Seandainya aku saat itu meminta maaf pada ayah...
Seandainya aku gk KKN dan masih bisa mengurus ayah di detik-detik terakhir…
Seandainya…
Seandainya…
Ahhhh...
Apapun penyesalanku dan berapa banyak airmataku yang terjatuh tak akan mengembalikan ayah padaku. Yang aku lakukan sekarang adalah selalu mendoakan beliau agar beliau selamat menuju perjalanan yang menegangkan.
Ayah, tunggu aku disana. Saat ini adalah giliran ayah mendahului keluarga yang lain. Suatu waktu nanti kami akan menyusulmu. Dan semoga kami, putri-putri ayah, dapat menyelamatkanmu disana nanti.
Meskipun aku adalah satu-satunya dari ketiga putri ayah yang tak pernah engkau saksikan kelulusan dan pernikahanku kelak, tapi inilah jalan terbaik yang Tuhan berikan kepadaku dan kepada Ayah. Sekarang tinggal aku menjalani hidupku tanpa ayah yang selalu melindungi dan mendoakanku. Meskipun banyak kegagalan yang aku peroleh saat ini, tapi aku akan terus berusaha membanggakan ayah, meskipun beliau telah meninggalkanku…
Aku rindu kamu, ayah…
Senin, 24 Mei 2010
NOBODY'S PERFECT
Ini kisah pertemuan kembali dua sahabat yang sudah puluhan tahun berpisah. Mereka merindukan satu sama lain. Mereka bercerita, bersenda sambil minum kopi di sebuah café'. Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal-soal nostalgia zaman sekolah dulu, namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini.
"Mengapa sampai sekarang kau belum menikah?" Ujar Latif kepada temannya Borhan yang sampai sekarang masih membujang.
"Hmmm...sebenarnya sampai sekarang ini aku masih belum bertemu dengan seorang wanita yang sempurna. Itulah sebabnya aku masih membujang. Dulu waktu aku bekerja aku berjumpa dengan seorang wanita yang cantik dan bijak. Aku fikir itulah wanita yang ideal untuk aku dan sesuai dijadikan isteri."
"Namun tidak lama selepas mengenalinya..ketika hubungan semakin dekat baru aku tahu dia sebenarnya amat sombong. Hubungan kami putus sampai di situ"
“Setelah itu aku bertemu seorang perempaun yang cantik jelita, ramah dan dermawan. Pada pertemuan pertama aku begitu takjub. Jantungku berdenyut kencang dan ketika itu aku pun berfikir bahwa inilah wanita idealku. Namun selepas mengenalinya dengan lebih dekat baru aku tahu banyak tingkahlakunya yang tak baik dan tidak bertanggung jawab.”
”Kemudian, aku bertemu dengan seorang wanita yang manis, baik, periang dan pintar. Dia sangat menyenangkan bila diajak berbicara. Selalu menyambung pembicaraan kami dan penuh humor. Tapi terakhir aku ketahui ia dari keluarga yang berpecah belah dan selalu meminta di luar kemampuan. Akhirnya kami berpisah."
"Aku terus mencari, namun sering mendapati ada kekurangan dan kelemahan pada setiap wanita yang aku temui. Hingga pada suatu hari, aku bertemu dengan wanita ideal yang aku dambakan selama ini. Dia begitu cantik, pintar, baik hati , dermawan dan penuh humor. Dia juga sangat perhatian dan menyayangi orang lain. Aku fikir inilah pendamping hidup yang dikurniakan oleh Tuhan untuk aku..."
"Kemudian bagaimana?" kata Latif tidak sabar melihat Borhan diam seketika.
" Apa yang terjadi? Bagaimana hubungan kau dengan dia sekarang?" tanya Latif lagi sewaktu mendapati Borhan terus diam.
Kemudian....Borhan bersuara perlahan,"Sebenarnya beberapa hari lalu baru aku mengetahui bahawa wanita itu juga sedang mencari seorang lelaki yang sempurna..."
Faham dengan apa yg tersirat di atas?
No body's Perfect!
Jangn menyia-siakan siapapun yang ada di hadapan kita.
Belum tentu kita akan mendapat lebih baik daripada apa yang kita ada sekarang.
Kalau kita mau mencari kesempurnaan,
cermin dahulu diri, apakah sudah sempurna di mata orang lain.
Wahai Lelaki, luruskan wanita dengan jalan yang ditunjukkan Allah.
Didiklah mereka dengan panduan daripada-Nya.
Jangan coba jinakkan mereka dengan harta,
karena nanti mereka semakin liar.
Jangan menghibur mereka dengan kecantikan,
karena nantinya mereka yang semakin menderita.
Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal…
karena di situlah puncak kekuatan dunia.
Akal wanita setipis rambutnya,
tebalkan ia dengan ilmu.
Hatinya serapuh kaca,
kuatkanlah dengan iman.
Wanita tanpa iman, ilmu dan akhlak
mereka tidak akan lurus bahkan membengkok.
Bila wanita durhaka,
dunia lelaki akan huru-hara.
Lelaki pula janganlah terlalu mengharapkan ketaatan…
tetapi binalah kepimpinan.
Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Ilahi,
pimpinlah diri sendiri kepada-Nya.
Jinakkan diri kepada Allah,
niscaya jinaklah segala di bawah pimpinanmu.
Jangan mengharapkan isteri semulia Fatimah Az-Zahra,
seandainya peribadi tidak sehebat Sayidina Ali Karamallahu Wajhah.....
Begitu jugalah sebaliknya.
NOBODY'S PERFECT
*sumber*
"Mengapa sampai sekarang kau belum menikah?" Ujar Latif kepada temannya Borhan yang sampai sekarang masih membujang.
"Hmmm...sebenarnya sampai sekarang ini aku masih belum bertemu dengan seorang wanita yang sempurna. Itulah sebabnya aku masih membujang. Dulu waktu aku bekerja aku berjumpa dengan seorang wanita yang cantik dan bijak. Aku fikir itulah wanita yang ideal untuk aku dan sesuai dijadikan isteri."
"Namun tidak lama selepas mengenalinya..ketika hubungan semakin dekat baru aku tahu dia sebenarnya amat sombong. Hubungan kami putus sampai di situ"
“Setelah itu aku bertemu seorang perempaun yang cantik jelita, ramah dan dermawan. Pada pertemuan pertama aku begitu takjub. Jantungku berdenyut kencang dan ketika itu aku pun berfikir bahwa inilah wanita idealku. Namun selepas mengenalinya dengan lebih dekat baru aku tahu banyak tingkahlakunya yang tak baik dan tidak bertanggung jawab.”
”Kemudian, aku bertemu dengan seorang wanita yang manis, baik, periang dan pintar. Dia sangat menyenangkan bila diajak berbicara. Selalu menyambung pembicaraan kami dan penuh humor. Tapi terakhir aku ketahui ia dari keluarga yang berpecah belah dan selalu meminta di luar kemampuan. Akhirnya kami berpisah."
"Aku terus mencari, namun sering mendapati ada kekurangan dan kelemahan pada setiap wanita yang aku temui. Hingga pada suatu hari, aku bertemu dengan wanita ideal yang aku dambakan selama ini. Dia begitu cantik, pintar, baik hati , dermawan dan penuh humor. Dia juga sangat perhatian dan menyayangi orang lain. Aku fikir inilah pendamping hidup yang dikurniakan oleh Tuhan untuk aku..."
"Kemudian bagaimana?" kata Latif tidak sabar melihat Borhan diam seketika.
" Apa yang terjadi? Bagaimana hubungan kau dengan dia sekarang?" tanya Latif lagi sewaktu mendapati Borhan terus diam.
Kemudian....Borhan bersuara perlahan,"Sebenarnya beberapa hari lalu baru aku mengetahui bahawa wanita itu juga sedang mencari seorang lelaki yang sempurna..."
Faham dengan apa yg tersirat di atas?
No body's Perfect!
Jangn menyia-siakan siapapun yang ada di hadapan kita.
Belum tentu kita akan mendapat lebih baik daripada apa yang kita ada sekarang.
Kalau kita mau mencari kesempurnaan,
cermin dahulu diri, apakah sudah sempurna di mata orang lain.
Wahai Lelaki, luruskan wanita dengan jalan yang ditunjukkan Allah.
Didiklah mereka dengan panduan daripada-Nya.
Jangan coba jinakkan mereka dengan harta,
karena nanti mereka semakin liar.
Jangan menghibur mereka dengan kecantikan,
karena nantinya mereka yang semakin menderita.
Kenalkan mereka kepada Allah, zat yang kekal…
karena di situlah puncak kekuatan dunia.
Akal wanita setipis rambutnya,
tebalkan ia dengan ilmu.
Hatinya serapuh kaca,
kuatkanlah dengan iman.
Wanita tanpa iman, ilmu dan akhlak
mereka tidak akan lurus bahkan membengkok.
Bila wanita durhaka,
dunia lelaki akan huru-hara.
Lelaki pula janganlah terlalu mengharapkan ketaatan…
tetapi binalah kepimpinan.
Pastikan sebelum memimpin wanita menuju Ilahi,
pimpinlah diri sendiri kepada-Nya.
Jinakkan diri kepada Allah,
niscaya jinaklah segala di bawah pimpinanmu.
Jangan mengharapkan isteri semulia Fatimah Az-Zahra,
seandainya peribadi tidak sehebat Sayidina Ali Karamallahu Wajhah.....
Begitu jugalah sebaliknya.
NOBODY'S PERFECT
*sumber*
Cintai Saya Apa Adanya
Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya bersandar di bahunya yang bidang.
Dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus Akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan". Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lsayakan untuk merubah pikiranmu?".
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?" Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok.". Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ...
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya." Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
" Sayang ketika kamu mengetik di komputer lalu program-program di PC-nya kacau dan akhirnya kau menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya dan kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu.
Sayang, kamu juga selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.
Sayang, kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk menunjukkan jalan kepadamu.
Sayang, kamu selalu sakit dan pegal-pegal pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.
Cinta, ketika kamu sedang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi "aneh". Maka saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.
Cinta, kamu terlalu sering menatap layar kaca TV dan Komutermu serta membaca buku sambil tiduran dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, maka saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.
"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, matsaya, tidak cukup bagimu. Saya tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barangku, dan saya tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagia saya bila kau bahagia."
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Aku peluk dia penuh kebahagiaan, oh, kini aku tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai aku lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, padahal tanpa kita sadari Cinta itu telah terwujud dalam bentuk yang lain walau tidak sesuai dengan wujud yang kita harapkan
Seringkali kali kita menuntut Cinta kepada pasangan kita, namun jarang terfikir oleh kita sejauhmana Cinta yang telah kita berikan padanya. Berikan Cinta Kasih yang tulus kepadanya, kalaupun dia belum membalasnya yakinlah Allah pasti akan membalas dan membisikkan CintaNYA kepadanya untuk diberikan kepada kita.
Di bawah naungan ajaran Islam, kedua pasangan suami istri menjalani hidup mereka dalam kesenyawaan dan kesatuan dalam segala hal; kesatuan perasaan, kesatuan hati dan dorongan, kesatuan cita-cita dan tujuan akhir hidup dan lain-lain.
Di antara keagungan al-Qur'an dan kesempurnaannya, kita melihat semua makna tersebut, baik yang sempat terhitung atau pun tidak, tercermin pada satu ayat al-Qur'an, yaitu:
"Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (al-Baqarah:187)
*sumber*
Dua tahun dalam masa pernikahan,saya harus Akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan. Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-benar sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan.
Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.
Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?", dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan". Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lsayakan untuk merubah pikiranmu?".
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya: Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati.
Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?" Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok.". Hati saya langsung gundah mendengar responnya.
Keesokan paginya, dia tidak ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-oretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan ...
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya." Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk membacanya.
" Sayang ketika kamu mengetik di komputer lalu program-program di PC-nya kacau dan akhirnya kau menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya dan kamu bisa menyelesaikan pekerjaanmu.
Sayang, kamu juga selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang.
Sayang, kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk menunjukkan jalan kepadamu.
Sayang, kamu selalu sakit dan pegal-pegal pada waktu "teman baikmu" datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.
Cinta, ketika kamu sedang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi "aneh". Maka saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang saya alami.
Cinta, kamu terlalu sering menatap layar kaca TV dan Komutermu serta membaca buku sambil tiduran dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, maka saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu. Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu.
"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku. Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu. Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, matsaya, tidak cukup bagimu. Saya tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu."
Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.
"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu. Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan saya masuk untuk membereskan barang-barangku, dan saya tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagia saya bila kau bahagia."
Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Aku peluk dia penuh kebahagiaan, oh, kini aku tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai aku lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, padahal tanpa kita sadari Cinta itu telah terwujud dalam bentuk yang lain walau tidak sesuai dengan wujud yang kita harapkan
Seringkali kali kita menuntut Cinta kepada pasangan kita, namun jarang terfikir oleh kita sejauhmana Cinta yang telah kita berikan padanya. Berikan Cinta Kasih yang tulus kepadanya, kalaupun dia belum membalasnya yakinlah Allah pasti akan membalas dan membisikkan CintaNYA kepadanya untuk diberikan kepada kita.
Di bawah naungan ajaran Islam, kedua pasangan suami istri menjalani hidup mereka dalam kesenyawaan dan kesatuan dalam segala hal; kesatuan perasaan, kesatuan hati dan dorongan, kesatuan cita-cita dan tujuan akhir hidup dan lain-lain.
Di antara keagungan al-Qur'an dan kesempurnaannya, kita melihat semua makna tersebut, baik yang sempat terhitung atau pun tidak, tercermin pada satu ayat al-Qur'an, yaitu:
"Mereka itu adalah pakaian bagimu, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka." (al-Baqarah:187)
*sumber*
Rabu, 12 Mei 2010
Doa Seorang Wanita
Tuhanku…
Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu
Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya
Tuhanku…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna
Tuhanku…
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat
membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan
Amin….
Aku berdo’a untuk seorang pria yang akan menjadi bagian dari hidupku
Seseorang yang sungguh mencintaiMu lebih dari segala sesuatu
Seorang pria yang akan meletakkanku pada posisi kedua di hatinya setelah Engkau
Seorang pria yang hidup bukan untuk dirinya sendiri tetapi untukMu
Wajah tampan dan daya tarik fisik tidaklah penting
Yang penting adalah sebuah hati yang sungguh mencintai dan dekat dengan Engkau
dan berusaha menjadikan sifat-sifatMu ada pada dirinya
Dan ia haruslah mengetahui bagi siapa dan untuk apa ia hidup sehingga hidupnya tidaklah sia-sia
Seseorang yang memiliki hati yang bijak tidak hanya otak yang cerdas
Seorang pria yang tidak hanya mencintaiku tapi juga menghormatiku
Seorang pria yang tidak hanya memujaku tetapi juga dapat menasihatiku ketika aku berbuat salah
Seseorang yang mencintaiku bukan karena kecantikanku tapi karena hatiku
Seorang pria yang dapat menjadi sahabat terbaikku dalam setiap waktu dan situasi
Seseorang yang dapat membuatku merasa sebagai seorang wanita ketika aku di sisinya
Tuhanku…
Aku tidak meminta seseorang yang sempurna namun aku meminta seseorang yang tidak sempurna,
sehingga aku dapat membuatnya sempurna di mataMu
Seorang pria yang membutuhkan dukunganku sebagai peneguhnya
Seorang pria yang membutuhkan doaku untuk kehidupannya
Seseorang yang membutuhkan senyumku untuk mengatasi kesedihannya
Seseorang yang membutuhkan diriku untuk membuat hidupnya menjadi sempurna
Tuhanku…
Aku juga meminta,
Buatlah aku menjadi wanita yang dapat membuatnya bangga
Berikan aku hati yang sungguh mencintaiMu sehingga aku dapat mencintainya dengan sekedar cintaku
Berikanlah sifat yang lembut sehingga kecantikanku datang dariMu
Berikanlah aku tangan sehingga aku selalu mampu berdoa untuknya
Berikanlah aku penglihatan sehingga aku dapat melihat banyak hal baik dan bukan hal buruk dalam dirinya
Berikanlah aku lisan yang penuh dengan kata-kata bijaksana,
mampu memberikan semangat serta mendukungnya setiap saat dan tersenyum untuk dirinya setiap pagi
Dan bilamana akhirnya kami akan bertemu, aku berharap kami berdua dapat mengatakan:
“Betapa Maha Besarnya Engkau karena telah memberikan kepadaku pasangan yang dapat
membuat hidupku menjadi sempurna.”
Aku mengetahui bahwa Engkau ingin kami bertemu pada waktu yang tepat
Dan Engkau akan membuat segala sesuatunya indah pada waktu yang telah Engkau tentukan
Amin….
Rabu, 21 April 2010
10 Perilaku Pria Yang Bikin Wanita Menderita
Setiap manusia, baik pria maupun wanita, tentu memiliki perilaku yang buruk. Nah, yang paling umum dikeluhkan oleh kaum wanita adalah sifat egois pasangannya. Kira-kira perilaku apa saja ya yang kerap ditunjukkan oleh kaum pria dan tanpa sadar mereka telah membuat istri atau kekasih mereka menderita? Berikut beberapa rangkumannya..
1. Male Ego, sebuah istilah dalam ilmu psikologi, yang menggambarkan salah satu sifat pria. Ego itu sendiri, merupakan sifat ke-aku-an dari pria. Dalam realitanya, mengacu pada perkembangan kultur social male ego ini, sering dikonotasikan sebagai egoisme yang semena-mena dan mau menang sendiri, sehingga memberikan citra yang negatif.
Padahal kalau saja kaum pria sebagai kaum pria yang lebih rasional bisa mereduksi dan memahami keinginan kaum wanita, apalagi pasangannya. Kaum pria bisa memperbaiki, kalau saja mengerti apa yang tidak disukai oleh kaum wanita.
2. Pelit Dan Perhitungan
Wanita pada dasarnya memiliki sifat yang meterialistis. Sifat ini sudah menjadi kodrat dari setiap wanita yang tidak perlu dipersoalkan. Menurut sejumlah penelitian dan kasus-kasus, perhatian terhadap kebendaan oleh kaum wanita adalah hal yang wajar karena dalam realitasnya mereka tak bisa dilepaskan dari materi. Karena itu, dalam tatanan social maupun relegi, kaum laki-laki punya kewajiban untuk memenuhi kebutuhan material pasangannya. Maka kalau saja Anda royal dalam memberikan uang, maupun menyediakan rumah yang indah, bisa menyediakan mobil pribadi yang bagus dan membanjiri hadiah-hadiah, Anda bukan saja laki-laki yang mampu memenuhi salah satu kewajibannya, tapi juga memahami salah satu keinginan wanita. Percayalah, wanita akan sangat menderita kalau saja pasangannya adalah laki-laki yang pelit dan penuh perhitungan. Ia merasa tidak percaya. Sebenarnya, siapa yang pantas hitung menghitung: wanita atau pria?
3. Kasar Dan Melakukan Kekerasan
Laki-laki memang memiliki fisik yang kuat, tapi jelas bukan untuk menyakiti dan melakukan kekerasan pada wanita. Wanita adalah makhluk yang secara fisik lebih lemah, sehingga membutuhkan perlindungan. Ia makhluk perasa dan suka kelembutan.
Maka, jangan sekali-kali kasar dan melakukan kekerasan pada wanita. Dan laki-laki yang kasar dan ringan tangan, pada umumnya cenderung dictator dan mau menang sendiri.
4. Tidak Setia Selingkuh
Wanita sebenarnya juga punya sifat egois. Ia tidak ingin membagi apa yang jadi miliknya, apalagi kalau itu berharga. Dan siapa yang merelakan pria miliknya untuk wanita lain? Karena itu, sangat bisa dimengerti kalau pria yang dianggapnya hanya menyayanginya ternyata juga berpaling pada orang lain. Itu bukan hanya berarti tidak lagi menghargainya, tapi juga mengkhianatinya. Laki-laki yang berprilaku begini bukan saja dibencinya, tapi kalau menuruti kata hati wanita, mungkin dibunuhnya. Kalau toh memaafkannya, sebenarnyalah, ketidaksetiaan dan selingkuh itu tak akan dilupakannya.
5. Mata Keranjang
Pria boleh mengatakan bahwa ketertarikan pada lain jenis adalah sifat kodrati. Wanita memang makhluk yang suka diperhatikan, terutama oleh pria tentunya. Tapi bukan untuk dinomorduakan. Sifat mata keranjang menunjukkan ketertarikan pada wanita lain adalah tindakan yang tidak menghargai wanita yang telah dipilihnya. Apalagi kalau tindakan itu menjadi serius yang dapat dipastikan bisa menciptakan permasalahan yang lebih kompleks. Maka sebaiknya janganlah menduakan wanita pendamping Anda. Kalau toh mengagumi wanita lain, jangan ditunjukkan terang-terangan.
6. Bodoh & Tidak Punya Sesuatu
Ketetarikan wanita pada pria, pada umumnya karena pria tersebut memiliki sesuatu hal yang istimewa. Dengan sesuatu yang istimewa itulah tumbuh rasa kekaguman. Dan sesuatu yang mendasar tersebut adalah tingkat kecerdasan. Seseorang laki-laki yang cerdas dalam arti yang luas akan lebih mudah menarik hati wanita, karena dengan begitu ia bisa membanggakannya dan dengan begitu bisa mengangkat martabatnya di hadapan orang lain. Sebaliknya, kalau pria itu bodoh, apa yang bisa dibanggakan? Apalgi dalam komunitas ekseklutif yang telah membentuk diri bahwa Anda bukan laki-laki yang intover dan ketinggalan jaman.
7. Tidak Romantis Dan Tidak Peduli
Wanita selalu ingin dimanja oleh pasangannya. Pada dasarnya wanita mempunyai sifat yang introvert, dan tidak percaya diri. Karena itulah wanita lebih suka pada pria yang romantis, yang pandai menyatakan rasa ketertarikan dan sanjungan. Ia sangat sebal pada laki-laki yang kaku, meskipun sebenarnya cinta sekali. Karena itu, pujilah istri Anda sesering mungkin. Ucapkan kata-kata cinta, karena itu bisa membahagiakannya.
8. Tidak Tegas, Tak Berkepribadian
Kultur social keluarga di Indonesia masih menempatkan pria sebagai kepala keluarga. Suami adalah pemimpin. Apalagi ketegasan sering dikaitkan dengan rasa tanggungjawab dan ini menyangkut kepribadian seseorang.
Coba saja, bagaimana wanita merasa nyaman dan aman kalau pendampingnya lemah, plin plan, tak berpendirian dan rapuh?
9. Berbohong Tidak Jujur
Ada yang bilang wanita adalah makhluk yang suka dibohongi. Tetapi ingat, kalau saja ia tahu bahwa Anda ternyata telah berbohong, ia akan membenci setengah mati, karena ia merasa telah tidak dihargai dan dipermainkan.
Jadi sebaiknya memang Anda berlaku sebagaimana seharusnya, menajdi laki-laki yang bertanggungjawab, sehingga Anda tak perlu berbohong padanya.
10. Mendengkur
Tahukah Anda bahwa sebenarnya wanita sangat tersiksa mendengar dengkuran suaminya? Karena itu, kalau Anda saying dan ingin disayang istri Anda, sembuhkanlah kebiasaan mendengkur. Atau bujuk istri Anda, agar ia bisa menikmatinya, seperti musik malam yang indah
*sumber*
1. Male Ego, sebuah istilah dalam ilmu psikologi, yang menggambarkan salah satu sifat pria. Ego itu sendiri, merupakan sifat ke-aku-an dari pria. Dalam realitanya, mengacu pada perkembangan kultur social male ego ini, sering dikonotasikan sebagai egoisme yang semena-mena dan mau menang sendiri, sehingga memberikan citra yang negatif.
Padahal kalau saja kaum pria sebagai kaum pria yang lebih rasional bisa mereduksi dan memahami keinginan kaum wanita, apalagi pasangannya. Kaum pria bisa memperbaiki, kalau saja mengerti apa yang tidak disukai oleh kaum wanita.
2. Pelit Dan Perhitungan
Wanita pada dasarnya memiliki sifat yang meterialistis. Sifat ini sudah menjadi kodrat dari setiap wanita yang tidak perlu dipersoalkan. Menurut sejumlah penelitian dan kasus-kasus, perhatian terhadap kebendaan oleh kaum wanita adalah hal yang wajar karena dalam realitasnya mereka tak bisa dilepaskan dari materi. Karena itu, dalam tatanan social maupun relegi, kaum laki-laki punya kewajiban untuk memenuhi kebutuhan material pasangannya. Maka kalau saja Anda royal dalam memberikan uang, maupun menyediakan rumah yang indah, bisa menyediakan mobil pribadi yang bagus dan membanjiri hadiah-hadiah, Anda bukan saja laki-laki yang mampu memenuhi salah satu kewajibannya, tapi juga memahami salah satu keinginan wanita. Percayalah, wanita akan sangat menderita kalau saja pasangannya adalah laki-laki yang pelit dan penuh perhitungan. Ia merasa tidak percaya. Sebenarnya, siapa yang pantas hitung menghitung: wanita atau pria?
3. Kasar Dan Melakukan Kekerasan
Laki-laki memang memiliki fisik yang kuat, tapi jelas bukan untuk menyakiti dan melakukan kekerasan pada wanita. Wanita adalah makhluk yang secara fisik lebih lemah, sehingga membutuhkan perlindungan. Ia makhluk perasa dan suka kelembutan.
Maka, jangan sekali-kali kasar dan melakukan kekerasan pada wanita. Dan laki-laki yang kasar dan ringan tangan, pada umumnya cenderung dictator dan mau menang sendiri.
4. Tidak Setia Selingkuh
Wanita sebenarnya juga punya sifat egois. Ia tidak ingin membagi apa yang jadi miliknya, apalagi kalau itu berharga. Dan siapa yang merelakan pria miliknya untuk wanita lain? Karena itu, sangat bisa dimengerti kalau pria yang dianggapnya hanya menyayanginya ternyata juga berpaling pada orang lain. Itu bukan hanya berarti tidak lagi menghargainya, tapi juga mengkhianatinya. Laki-laki yang berprilaku begini bukan saja dibencinya, tapi kalau menuruti kata hati wanita, mungkin dibunuhnya. Kalau toh memaafkannya, sebenarnyalah, ketidaksetiaan dan selingkuh itu tak akan dilupakannya.
5. Mata Keranjang
Pria boleh mengatakan bahwa ketertarikan pada lain jenis adalah sifat kodrati. Wanita memang makhluk yang suka diperhatikan, terutama oleh pria tentunya. Tapi bukan untuk dinomorduakan. Sifat mata keranjang menunjukkan ketertarikan pada wanita lain adalah tindakan yang tidak menghargai wanita yang telah dipilihnya. Apalagi kalau tindakan itu menjadi serius yang dapat dipastikan bisa menciptakan permasalahan yang lebih kompleks. Maka sebaiknya janganlah menduakan wanita pendamping Anda. Kalau toh mengagumi wanita lain, jangan ditunjukkan terang-terangan.
6. Bodoh & Tidak Punya Sesuatu
Ketetarikan wanita pada pria, pada umumnya karena pria tersebut memiliki sesuatu hal yang istimewa. Dengan sesuatu yang istimewa itulah tumbuh rasa kekaguman. Dan sesuatu yang mendasar tersebut adalah tingkat kecerdasan. Seseorang laki-laki yang cerdas dalam arti yang luas akan lebih mudah menarik hati wanita, karena dengan begitu ia bisa membanggakannya dan dengan begitu bisa mengangkat martabatnya di hadapan orang lain. Sebaliknya, kalau pria itu bodoh, apa yang bisa dibanggakan? Apalgi dalam komunitas ekseklutif yang telah membentuk diri bahwa Anda bukan laki-laki yang intover dan ketinggalan jaman.
7. Tidak Romantis Dan Tidak Peduli
Wanita selalu ingin dimanja oleh pasangannya. Pada dasarnya wanita mempunyai sifat yang introvert, dan tidak percaya diri. Karena itulah wanita lebih suka pada pria yang romantis, yang pandai menyatakan rasa ketertarikan dan sanjungan. Ia sangat sebal pada laki-laki yang kaku, meskipun sebenarnya cinta sekali. Karena itu, pujilah istri Anda sesering mungkin. Ucapkan kata-kata cinta, karena itu bisa membahagiakannya.
8. Tidak Tegas, Tak Berkepribadian
Kultur social keluarga di Indonesia masih menempatkan pria sebagai kepala keluarga. Suami adalah pemimpin. Apalagi ketegasan sering dikaitkan dengan rasa tanggungjawab dan ini menyangkut kepribadian seseorang.
Coba saja, bagaimana wanita merasa nyaman dan aman kalau pendampingnya lemah, plin plan, tak berpendirian dan rapuh?
9. Berbohong Tidak Jujur
Ada yang bilang wanita adalah makhluk yang suka dibohongi. Tetapi ingat, kalau saja ia tahu bahwa Anda ternyata telah berbohong, ia akan membenci setengah mati, karena ia merasa telah tidak dihargai dan dipermainkan.
Jadi sebaiknya memang Anda berlaku sebagaimana seharusnya, menajdi laki-laki yang bertanggungjawab, sehingga Anda tak perlu berbohong padanya.
10. Mendengkur
Tahukah Anda bahwa sebenarnya wanita sangat tersiksa mendengar dengkuran suaminya? Karena itu, kalau Anda saying dan ingin disayang istri Anda, sembuhkanlah kebiasaan mendengkur. Atau bujuk istri Anda, agar ia bisa menikmatinya, seperti musik malam yang indah
*sumber*
Rahasia Suami
Seksi. Ia sangat anggun dengan jilbab cantik menghiasi wajahnya. Dengan sapuan kosmetik tipis, Ajeng tampil mempesona seluruh pegawai laki-laki di ruangan ini termasuk diriku. Dan yang membuatku tambah kelimpungan, Ajeng sering mengajakku berdiskusi tentang apa saja soal agama, pekerjaan dan lain-lain. "Mas antar ajeng ke Mall yah buat beli peralatan kantor," ajaknya manja.
Kuayunkan langkahku menuju kantor. Tepat di ujung meja, Ajeng melempar senyum manisnya serta anggukan hormat. Aku tergagap. Kubalas anggukannya walau sedikit kaku.
Sudah sebulan ini Ajeng menjadi pegawai baru di kantorku. Orangnya sangat ramah dan cantik. "Eh... sejak kapan aku kok memperhatikan kecantikan orang lain selain istriku," pikirku jengah. Ajeng memang berbeda dengan teman-teman wanitaku di kantor. "Wah bahaya ini, panah-panah setan mulai menusuk hati," batinku bingung. "Maaf jeng, tidak bisa, aku ada pengajian," tolakku halus. "Sebentar saja deh mas, aku butuh teman nih," rajuk Ajeng lagi. Akhirnya aku kalah dengan rayuan manis yang disodorkan Ajeng.
Sesampainya di rumah, kulihat anakku tidur. Kuusap wajahku galau. Terus terang baru pertama kali inilah jiwaku kacau. Godaan Ajeng begitu kuat menghantam relung hatiku. Dan kini aku mulai membanding-bandingkan Ajeng dengan Dewi, istriku yang setia selama ini menemaniku dalam suka dan duka. Ajeng selalu wangi sedangkan Dewi selalu bau masakan dan air susu. Ajeng tampil modis sedangkan Dewi berdaster ria. "Ah... kenapa aku kok tiba-tiba usil dengan penampilan Dewi, padahal sebelum ada Ajeng aku suka dengan bau badan Dewi."
"Terlambat lagi mas, banyak lembur yah?" tanya Dewi polos. Aku mengangguk ragu. Aku telah berbohong. Kutatap Dewi lekat-lekat. Wajahnya teduh, aku tertunduk. "Kenapa aku ini, bukankah Dewi lebih baik dari Ajeng. Dahulu sebelum punya anak Dewi pun wangi dan selalu tampil rapi. Dewi selalu menyejukan hati setiap kali aku ada masalah. Dewi pun tidak pernah rewel walau gajiku kecil sehingga Dewi harus mengurus anak kami tanpa pembantu. Dewi selalu siap disisiku kemanapu aku minta. Dan yang utama, Dewi istri salihah yang taat pada Allah dan Rasul."
"Dewi... ah, aku telah tak adil padanya. Aku laki-laki yang egois, hanya memikirkan nafsuku saja. Seharusnya jika ada bunga mawar yang menebar pesona, aku tak lantas menjadi kumbang yang langsung menyergap. Belum tentu penampilan bunga mawar itu lebih menarik dari bunga melati yang sederhana namun abadi". Aku me-muhasabah diriku sambil menyeruput teh manis buatan Dewi.
"Belum lagi aku membuat Dewi bahagia secara materi, sekarang aku malah mengkhianati cintanya. Satu-satunya kebahagiaan yang dimiliki Dewi dariku."
Kuusap kembali wajahku, basahnya air wudhu menyejukan batinku. Kutatap wajah Dewi. "Kenapa sih mas ngeliatnya kaya begitu", tanya Dewi heran. "Enggak apa-apa de' mas merasa bahagia mempunyai istri seperti ade'. Sekarang tolong dekap mas, de,' Mas ingin sekali mendengar kamu baca Qur'an seperti dulu kita di awal pernikahan", pintaku tulus. Kulihat ada guratan kebingungan di wajah Dewi, tapi seperti biasa Dewi adalah istri yang salihah yang tanpa banyak tanya diturutinya permintaanku. Aku pun tenggelam dalam alunan ayat-ayat suci Al Qur'an yang dibacakan Dewi dengan merdunya.
Hatiku lega, mulai besok suamimu akan kembali, Dewi. Suami yang akan menjaga dirinya dari panah-panah setan. Panah seorang Ajeng, dan mungkin akan ada Ajeng-Ajeng lainnya.
*sumber*
Kuayunkan langkahku menuju kantor. Tepat di ujung meja, Ajeng melempar senyum manisnya serta anggukan hormat. Aku tergagap. Kubalas anggukannya walau sedikit kaku.
Sudah sebulan ini Ajeng menjadi pegawai baru di kantorku. Orangnya sangat ramah dan cantik. "Eh... sejak kapan aku kok memperhatikan kecantikan orang lain selain istriku," pikirku jengah. Ajeng memang berbeda dengan teman-teman wanitaku di kantor. "Wah bahaya ini, panah-panah setan mulai menusuk hati," batinku bingung. "Maaf jeng, tidak bisa, aku ada pengajian," tolakku halus. "Sebentar saja deh mas, aku butuh teman nih," rajuk Ajeng lagi. Akhirnya aku kalah dengan rayuan manis yang disodorkan Ajeng.
Sesampainya di rumah, kulihat anakku tidur. Kuusap wajahku galau. Terus terang baru pertama kali inilah jiwaku kacau. Godaan Ajeng begitu kuat menghantam relung hatiku. Dan kini aku mulai membanding-bandingkan Ajeng dengan Dewi, istriku yang setia selama ini menemaniku dalam suka dan duka. Ajeng selalu wangi sedangkan Dewi selalu bau masakan dan air susu. Ajeng tampil modis sedangkan Dewi berdaster ria. "Ah... kenapa aku kok tiba-tiba usil dengan penampilan Dewi, padahal sebelum ada Ajeng aku suka dengan bau badan Dewi."
"Terlambat lagi mas, banyak lembur yah?" tanya Dewi polos. Aku mengangguk ragu. Aku telah berbohong. Kutatap Dewi lekat-lekat. Wajahnya teduh, aku tertunduk. "Kenapa aku ini, bukankah Dewi lebih baik dari Ajeng. Dahulu sebelum punya anak Dewi pun wangi dan selalu tampil rapi. Dewi selalu menyejukan hati setiap kali aku ada masalah. Dewi pun tidak pernah rewel walau gajiku kecil sehingga Dewi harus mengurus anak kami tanpa pembantu. Dewi selalu siap disisiku kemanapu aku minta. Dan yang utama, Dewi istri salihah yang taat pada Allah dan Rasul."
"Dewi... ah, aku telah tak adil padanya. Aku laki-laki yang egois, hanya memikirkan nafsuku saja. Seharusnya jika ada bunga mawar yang menebar pesona, aku tak lantas menjadi kumbang yang langsung menyergap. Belum tentu penampilan bunga mawar itu lebih menarik dari bunga melati yang sederhana namun abadi". Aku me-muhasabah diriku sambil menyeruput teh manis buatan Dewi.
"Belum lagi aku membuat Dewi bahagia secara materi, sekarang aku malah mengkhianati cintanya. Satu-satunya kebahagiaan yang dimiliki Dewi dariku."
Kuusap kembali wajahku, basahnya air wudhu menyejukan batinku. Kutatap wajah Dewi. "Kenapa sih mas ngeliatnya kaya begitu", tanya Dewi heran. "Enggak apa-apa de' mas merasa bahagia mempunyai istri seperti ade'. Sekarang tolong dekap mas, de,' Mas ingin sekali mendengar kamu baca Qur'an seperti dulu kita di awal pernikahan", pintaku tulus. Kulihat ada guratan kebingungan di wajah Dewi, tapi seperti biasa Dewi adalah istri yang salihah yang tanpa banyak tanya diturutinya permintaanku. Aku pun tenggelam dalam alunan ayat-ayat suci Al Qur'an yang dibacakan Dewi dengan merdunya.
Hatiku lega, mulai besok suamimu akan kembali, Dewi. Suami yang akan menjaga dirinya dari panah-panah setan. Panah seorang Ajeng, dan mungkin akan ada Ajeng-Ajeng lainnya.
*sumber*
Selasa, 20 April 2010
30 Rahasia Wanita yang Harus Pria Ketahui
Memang tidak ada yang mengetahui apa isi hati setiap wanita. Apalagi isi hati kaum perempuan terkadang sulit untuk diterka. Terkadang ingin A tapi besoknya bisa berubah jadi B. Bagaimana dengan rahasia-rahasia wanita yang ada dalam hati, berikut rahasianya :
1. Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih,tetapi dia tidak meneteskan airmata,itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.
2. Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya,lebih baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.
3. Wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang paling dia sayang (karena itu banyak wanita yang patah hati bila hubungannya putus di tengah jalan).
4. Jika sorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki,lelaki itu akan sentiasa ada di pikirannya walaupun ketika dia sedang dengan lelaki lain.
5. Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya,dia akan cair seperti coklat!!
6. Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima pujian.
7. Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah mati,tolak cintanya dengan lembut,jangan kasar karena ada satu semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia telah membuat keputusan,dia akan melakukan apa saja.
8. Jika seorang gadis sedang menjauhkan diri darimu setelah kamu tolak cintanya,biarkan dia untuk seketika.Jika kamu masih ingin menganggap dia seorang kawan,cobalah tegur dia perlahan-lahan.
9. Wanita suka meluapkan apa yang mereka rasa.Musik,puisi,lukisan dan tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.
10.Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang membuat mereka langsung merasa tak berguna.
11.Bersikap terlalu serius bisa mematikan mood wanita.
12.Bila pertama kali lelaki yang dicintainya sedang diam memberikan respon positif,misalnya menghubunginya melalui telepon,si gadis akan bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat,tetapi sebenarnya dia akan berteriak senang dan tak sampai sepuluh minit,semua teman-temannya akan tahu berita tersebut.
13.Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita.Jadi jangan senyum sembarangan kepada wanita.
14.Jika kamu menyukai sorang wanita, mulailah dengan persahabatan.Kemudian biarkan dia mengenalmu lebih dalam.
15.Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar,tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.
16.Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilan darimu,teruskan usahamu untuk memikatnya.
17.Jangan sesekali menebak apa yang dirasakannya.Tanya dia sendiri!!
18.Setelah sorang gadis jatuh cinta,dia akan sering bertanya-tanya mengapa aku tak bertemu lelaki ini lebih awal.
19.Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk memikat hati sorang gadis,bacalah buku-buku cinta.
20.Bila setiap kali melihat foto bersama,yang pertama dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya,kemudian barulah dirinya sendiri.
21.Mantan pacarnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa di hatinya!!
22.Satu ucapan ‘Hi’ saja sudah cukup menceriakan harinya.
23.Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.
24.Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata-mata untuk menggaet kawan mereka yang paling cantik.
25.Cinta berarti kesetiaan, jujur dan kebahagiaan tanpa syarat.
26.Semua wanita menginginkan seorang lelaki yang dicintainya dengan sepenuh hati..
27.Senjata wanita adalah airmata!!
28.Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise buatnya (hadiah, bunga atau sekadar kata-kata romantis).Mereka akan terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati.Dengan ini dia tak akan ragu-ragu terhadapmu.
29.Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang perhatian padanya dan baik terhadapnya.So,kalau mau memikat wanita pandai-pandailah..
30. Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerena apa yang dia mau hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa.
begitulah wanita..
*sumber*
1. Bila seorang wanita mengatakan dia sedang bersedih,tetapi dia tidak meneteskan airmata,itu berarti dia sedang menangis di dalam hatinya.
2. Bila dia tidak menghiraukan kamu setelah kamu menyakiti hatinya,lebih baik kamu beri dia waktu untuk menenangkan hatinya sebelum kamu menegur dengan ucapan maaf.
3. Wanita sulit untuk mencari sesuatu yang dia benci tentang orang yang paling dia sayang (karena itu banyak wanita yang patah hati bila hubungannya putus di tengah jalan).
4. Jika sorang wanita jatuh cinta dengan seorang lelaki,lelaki itu akan sentiasa ada di pikirannya walaupun ketika dia sedang dengan lelaki lain.
5. Bila lelaki yang dia cintai merenung tajam ke dalam matanya,dia akan cair seperti coklat!!
6. Wanita memang menyukai pujian tetapi selalu tidak tahu cara menerima pujian.
7. Jika kamu tidak suka dengan gadis yang menyukai kamu setengah mati,tolak cintanya dengan lembut,jangan kasar karena ada satu semangat dalam diri wanita yang kamu tak akan tahu bila dia telah membuat keputusan,dia akan melakukan apa saja.
8. Jika seorang gadis sedang menjauhkan diri darimu setelah kamu tolak cintanya,biarkan dia untuk seketika.Jika kamu masih ingin menganggap dia seorang kawan,cobalah tegur dia perlahan-lahan.
9. Wanita suka meluapkan apa yang mereka rasa.Musik,puisi,lukisan dan tulisan adalah cara termudah mereka meluahkan isi hati mereka.
10.Jangan sesekali beritahu kepada perempuan tentang apa yang membuat mereka langsung merasa tak berguna.
11.Bersikap terlalu serius bisa mematikan mood wanita.
12.Bila pertama kali lelaki yang dicintainya sedang diam memberikan respon positif,misalnya menghubunginya melalui telepon,si gadis akan bersikap acuh tak acuh seolah-olah tidak berminat,tetapi sebenarnya dia akan berteriak senang dan tak sampai sepuluh minit,semua teman-temannya akan tahu berita tersebut.
13.Sebuah senyuman memberi seribu arti bagi wanita.Jadi jangan senyum sembarangan kepada wanita.
14.Jika kamu menyukai sorang wanita, mulailah dengan persahabatan.Kemudian biarkan dia mengenalmu lebih dalam.
15.Jika sorang wanita memberi seribu satu alasan setiap kali kamu ajak keluar,tinggalkan dia karena dia memang tak berminat denganmu.
16.Tetapi jika dalam waktu yang sama dia menghubungimu atau menunggu panggilan darimu,teruskan usahamu untuk memikatnya.
17.Jangan sesekali menebak apa yang dirasakannya.Tanya dia sendiri!!
18.Setelah sorang gadis jatuh cinta,dia akan sering bertanya-tanya mengapa aku tak bertemu lelaki ini lebih awal.
19.Kalau kamu masih mencari-cari cara yang paling romantis untuk memikat hati sorang gadis,bacalah buku-buku cinta.
20.Bila setiap kali melihat foto bersama,yang pertama dicari oleh wanita ialah siapa yang berdiri di sebelah buah hatinya,kemudian barulah dirinya sendiri.
21.Mantan pacarnya akan selalu ada di pikirannya tetapi lelaki yang dicintainya sekarang akan berada di tempat teristimewa di hatinya!!
22.Satu ucapan ‘Hi’ saja sudah cukup menceriakan harinya.
23.Teman baiknya saja yang tahu apa yang sedang dia rasa dan lalui.
24.Wanita paling benci lelaki yang berbaik-baik dengan mereka semata-mata untuk menggaet kawan mereka yang paling cantik.
25.Cinta berarti kesetiaan, jujur dan kebahagiaan tanpa syarat.
26.Semua wanita menginginkan seorang lelaki yang dicintainya dengan sepenuh hati..
27.Senjata wanita adalah airmata!!
28.Wanita suka jika sesekali orang yang disayanginya memberi surprise buatnya (hadiah, bunga atau sekadar kata-kata romantis).Mereka akan terharu dan merasakan bahwa dirinya dicintai setulus hati.Dengan ini dia tak akan ragu-ragu terhadapmu.
29.Wanita mudah jatuh hati pada lelaki yang perhatian padanya dan baik terhadapnya.So,kalau mau memikat wanita pandai-pandailah..
30. Sebenarnya mudah mengambil hati wanita kerena apa yang dia mau hanyalah perasaan dicintai dan disayangi sepenuh jiwa.
begitulah wanita..
*sumber*
Senin, 19 April 2010
Tahan Uji = Bukti Cinta
Sebenarnya setiap kejadian yang menyenangkan ataupun yang menyedihkan yang terjadi pada diri kita dan apa yang terjadi di depan mata kita hakekatnya adalah UJIAN, untuk mengetahuan bagaimana sikap fisik dan hati kita.
Anak yang rewel dan sedikit nakal adalah ujian, istri yang cerewet dan suka menuntut juga ujian, suami yang galak dan pelit itupun ujian, godaan dari wanita lain itupun ujian, orang tua yang tidak perhatian ujian juga, pendapatan yang pas-pasan, utang yang semakin menggunung yang tidak terbayangkan kapan bisa membayar, berbagai penyakit yang terus menyerang,wajah yang kurang tampan, bentuk tubuh yang kurang seksi atau sedikit cacat, pendidikan yang kurang cukup, semuanya itu adalah ujian.
Bahkan juga kekayaan melimpah, istri cantik dan seksi, rumah megah, mobil mewah, aset yang semakin mengembang adalah ujian, bukan itu saja bahkan WAKTU dan KESEMPATAN yang masih ada saat adalah ujian juga. Ketika waktu sholat tiba adalah ujian, ketika Jam Kerja harus dilalui juga ujian, bahkan waktu libur atau istirahat pun ujian.
Nah uniknya Allah tidak menilai hasil ujian kita saat itu , tetapi PROSES menghadapi ujian itulah yang menjadi poin-poin untuk menentukan hasil akhir ujian. Lalu apa indikator kelulusan ujian-ujian tersebut ? yaitu terucapnya kalimat Tauhid LAA ILAAHA ILLALLAH di hembusan nafas terakhir kita. Lho kok mudah ! kan kita bisa latih zikir itu setiap habis sholat atau waktu2 tertentu, ya gak segampang itu ! sebab kalimat tersebut menuntut pembuktian bukan sekedar ucapan, Apakah ketika ujian itu datang kita benar-benar menjadikan Allah SWT sandaran satu-satunya atau masih ada yang lain ?
Jadi LELAHnya kita dalam BERPROSES dalam ujian itulah yang mengugurkan dosa-dosa kita dan mensucikan jiwa kita.
“ tidaklah ada sesuatu yang menimpa seorang muslim ( baik sesuatu itu berupa ) kelelahan, penyakit, kegundahan, kesedihan, atau sesuatu yang menyakitkannya sampai duri yang menimpanya kecuali Allah menggugurkan sebagian dosa-dosanya karena mushibah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim
“ Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam bersabda : tidaklah seorang muslim tertimpa sesuatu yang menyakitkannya kecuali Allah menggugurkan dosa-dosanya, sebagaimana gugurnya ( berjatuhannya ) daun-daun pepohonan “. HR. Bukhari dan Muslim.
Sebut saja namanya Pak Sobur , Adalah seorang yang rajin sholat malam dan bermunajat, berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan.
Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya) adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut kehidupannya selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu untuknya.
Padahal dahulu, ketika masih menjadi pegawai Bea Cukai. UANG ,KEMEWAHAN, DAN KESENANGAN melimpah dalam hidupnya. Hingga suatu saat ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia lakukan selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.
Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada Allah, agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi hidup ini.
Namun berangsur-angsur PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU DIRUMAH SAKIT.
Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah. Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya.
Setiap dalam sedihnya ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, "Apa yang engkau harapkan itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa!". Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan tidak berujung .. ahhhhh.
Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap malamnya,tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak ridho terhadap doanya selama ini.Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah : "WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIKU DENGAN SEMPURNA INI. KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA SAAT INI, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARIMU. MAAFKAN AKU SELAMA INI,AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT DENGANMU !"
Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu ('mengkhatamkan' ibadah sholat lailnya). Beliau berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan ia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq cahaya duduk diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.
Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, "BAGAIMANA HAMBAKU SI SOBUR, HAI MALAIKATKU ?" nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih, "Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian : "Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dariMu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu !"
Ampuni dia yaa Al 'Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!"
Tersentak beliau, itu adalah... kata-kataku semalam ...celaka, pikirnya.
Kemudian terdengar suara lagi : "Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, dengan pemintaan-permintaannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat Kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu kepadanya... rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatKu ?"
Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bising dalam hatinya karenanya. "Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !" semakin takut rasanya ketika tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa hangat di pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, mimpii...
Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu', kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan lagi ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya. "...Ya Allah, Yaa Robbi jangan engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela...Ya Allah, aku rindu padaMu..."
“Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Ta’ala) adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan),
(setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Ta’ala) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)”
[HR. At Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023, Ibnu Hibban 7/160, Al Hakim 1/99]
*Sumber*
Anak yang rewel dan sedikit nakal adalah ujian, istri yang cerewet dan suka menuntut juga ujian, suami yang galak dan pelit itupun ujian, godaan dari wanita lain itupun ujian, orang tua yang tidak perhatian ujian juga, pendapatan yang pas-pasan, utang yang semakin menggunung yang tidak terbayangkan kapan bisa membayar, berbagai penyakit yang terus menyerang,wajah yang kurang tampan, bentuk tubuh yang kurang seksi atau sedikit cacat, pendidikan yang kurang cukup, semuanya itu adalah ujian.
Bahkan juga kekayaan melimpah, istri cantik dan seksi, rumah megah, mobil mewah, aset yang semakin mengembang adalah ujian, bukan itu saja bahkan WAKTU dan KESEMPATAN yang masih ada saat adalah ujian juga. Ketika waktu sholat tiba adalah ujian, ketika Jam Kerja harus dilalui juga ujian, bahkan waktu libur atau istirahat pun ujian.
Nah uniknya Allah tidak menilai hasil ujian kita saat itu , tetapi PROSES menghadapi ujian itulah yang menjadi poin-poin untuk menentukan hasil akhir ujian. Lalu apa indikator kelulusan ujian-ujian tersebut ? yaitu terucapnya kalimat Tauhid LAA ILAAHA ILLALLAH di hembusan nafas terakhir kita. Lho kok mudah ! kan kita bisa latih zikir itu setiap habis sholat atau waktu2 tertentu, ya gak segampang itu ! sebab kalimat tersebut menuntut pembuktian bukan sekedar ucapan, Apakah ketika ujian itu datang kita benar-benar menjadikan Allah SWT sandaran satu-satunya atau masih ada yang lain ?
Jadi LELAHnya kita dalam BERPROSES dalam ujian itulah yang mengugurkan dosa-dosa kita dan mensucikan jiwa kita.
“ tidaklah ada sesuatu yang menimpa seorang muslim ( baik sesuatu itu berupa ) kelelahan, penyakit, kegundahan, kesedihan, atau sesuatu yang menyakitkannya sampai duri yang menimpanya kecuali Allah menggugurkan sebagian dosa-dosanya karena mushibah tersebut”. HR. Bukhari dan Muslim
“ Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu �alaihi wasallam bersabda : tidaklah seorang muslim tertimpa sesuatu yang menyakitkannya kecuali Allah menggugurkan dosa-dosanya, sebagaimana gugurnya ( berjatuhannya ) daun-daun pepohonan “. HR. Bukhari dan Muslim.
Sebut saja namanya Pak Sobur , Adalah seorang yang rajin sholat malam dan bermunajat, berkhalwat dengan Al-Kholiq. Setiap malam dari kedua matanya yang memerah karena menangis, mengalir air yang membasahi janggutnya, beliau berbisik-bisik lirih memohon beberapa permintaan dan pengharapan.
Dari waktu ke waktu, tahun ke tahun, hingga putih rambutnya tak kunjung jua permintaan beliau dikabulkan oleh Allah. Permintaannya (diantaranya) adalah agar segera diangkat kemiskinan yang menjadi selimut kehidupannya selama ini, keluarganya sering sakit-sakitan, setiap hari ia keluar untuk berusaha memperoleh rizki Allah tapi tidak tampaklah dilapangkan rizqi itu untuknya.
Padahal dahulu, ketika masih menjadi pegawai Bea Cukai. UANG ,KEMEWAHAN, DAN KESENANGAN melimpah dalam hidupnya. Hingga suatu saat ia mendengarkan ceramah yang menjelaskan bahwa penyelewengan yang sering ia lakukan selama ini adalah Haram dan tidak membawa keberkahan, kelak penyelewengan ini akan berhadapan dengan hukum Allah yang tidak bisa dibantah lagi di akhirat. Bergetar hatinya, masuk hidayah Allah atasnya.
Sejak itu tidak pernah lagi ia melakukan perbuatan tersebut, semakin rajin ia melakukan sholatul Lail mengadukan nasibnya hanya kepada Allah, agar diberikan harta yang halal dan rizqi yang lapang dalam menghidupi hidup ini.
Namun berangsur-angsur PENGHASILANNYA SEMAKIN MENURUN, BELIAU SEKELUARGA SERING SAKIT DAN MENJADIKAN BADANNYA YANG SEHAT MENJADI KURUS, ANAK SATU-SATUNYA MENINGGAL SETELAH MENJALANI PERAWATAN SELAMA BEBERAPA MINGGU DIRUMAH SAKIT.
Sampai saat itu ia masih bersabar, tak pernah terucap dari mulutnya kata-kata keluhan dan makian atas apa yang menimpa hidupnya. Malahan menjadikannya semakin sering dan khusyu ia mendekatkan diri kepada Allah. Dan malang yang tidak kunjung padam terhadapnya, korupsi yang dahulu ia lakukan bertahun silam terungkap, maka ia dan beberapa orang rekannya terkena pemecatan dengan tidak hormat. Subhanallah, semakin berat rasanya hidup ini baginya. Tambah satu kalimat panjang di malam harinya ia mengadu kehadapan Rabbnya,menangis dan perih rasa batinnya.
Setiap dalam sedihnya ia berdoa, selalu ada bisikan lirih di hatinya, "Apa yang engkau harapkan itu dekat sekali, bila engkau bertaqwa!". Setiap mendengar bisikan itu, timbul semangatnya. Kini setelah ia dipecat, ia berdagang. Baginya dagang yang tidak pernah untung, hutang yang semakin bertumpuk, musibah yang seakan tidak berujung .. ahhhhh.
Setelah puluhan tahun kedepan sejak ia dekat dengan Allah setiap malamnya,tidak juga merobah hidupnya. Sejak puluhan tahun ia mendengar bisikan diatas, tidak juga tampak yang dijanjikanNya. Mulailah timbul pemikiran yang tidak baik dari syaithon. Hingga beliau berkesimpulan, tampaknya Allah tidak ridho terhadap doanya selama ini.Maka pada malam harinya, ia berdoa kepada Allah : "WAHAI ALLAH YANG MENCIPTAKAN MALAM DAN SIANG, YANG DENGAN MUDAH MENCIPTAKAN DIRIKU DENGAN SEMPURNA INI. KARENA ENGKAU TIDAK MENGABULKAN PERMINTAANKU HINGGA SAAT INI, MULAI BESOK AKU TIDAK AKAN MEMINTA DAN SHOLAT LAGI KEPADAMU, AKU AKAN LEBIH RAJIN BERUSAHA AGAR TIDAKLAH HARUS BERALASAN BAHWA SEMUA TERGANTUNG DARIMU. MAAFKAN AKU SELAMA INI,AMPUNI AKU SELAMA INI MENGANGGAP BAHWA DIRIKU SUDAH DEKAT DENGANMU !"
Beliau tutup doa dengan perasaan berat yang semakin dalam dari awal ia berniat seperti itu ('mengkhatamkan' ibadah sholat lailnya). Beliau berbaring dengan pemikiran menerawang hingga ia tak mengetahui kapan ia tertidur. Dalam tidurnya, ia bermimpi, mimpi yang membuatnya semakin merasa bersalah. Seakan ia melihat suatu Padang luas bermandikan cahaya yang menakjubkan, dan puluhan ribu, atau mungkin jutaan makhluq cahaya duduk diatas betisnya sendiri dengan kepala tertunduk takut. Ketika beliau mencoba mengangkat wajahnya untuk melihat kepada siapa mereka bersimpuh, kepalanya dan matanya tidak mampu memandang dengan menengadah.
Beliau hanya dapat melihat para makhluq yang duduk dihadapan Sesuatu Yang Dahsyat. Terdengar olehnya suara pertanyaan, "BAGAIMANA HAMBAKU SI SOBUR, HAI MALAIKATKU ?" nama yang tidak dikenalnya. Seorang berdiri dengan tubuh gemetar karena takut, dan bersuara dengan lirih, "Subhanaka yaa Maalikul Quddus, Engkau lebih tahu keadaan hambaMu itu. Dia mengatakan demikian : "Wahai Allah yang menciptakan malam dan siang, yang dengan mudah menciptakan diriku yang sempurna ini. Karena Engkau tidak mengabulkan permintaanku hingga saat ini, mulai besok aku tidak akan meminta dan sholat lagi kepadaMu, aku akan lebih rajin berusaha agar tidaklah terus beralasan bahwa semua tergantung dariMu. Maafkan aku selama ini, ampuni aku selama ini menganggap bahwa diriku sudah dekat denganMu !"
Ampuni dia yaa Al 'Aziiz, yaa Al Ghofuurur Rohiim!"
Tersentak beliau, itu adalah... kata-kataku semalam ...celaka, pikirnya.
Kemudian terdengar suara lagi : "Sayang sekali, padahal Aku sangat menyukainya, sangat mencintainya, dan Aku paling suka melihat wajahnya yang terpendam menangis, bersimpuh dengan menengadahkan tangannya yang gemetar kepadaKu, dengan bisikan-bisikan permohonannya kepadaKu, dengan pemintaan-permintaannya kepadaKu, sehingga tak ingin cepat-cepat Kukabulkan apa yang hendak Aku berikan kepadanya agar lebih lama dan sering Aku memandang wajahnya, Aku percepat cintaKu padanya dengan Aku bersihkan ia dari daging-daging haram badannya dengan sakit yang ringan. Aku sangat menyukai keikhlasan hatinya disaat Aku ambil putranya, disaat Kuberi ia cobaan tak pernah Ku dengar keluhan kesal dan menyesal di mulutnya. Aku rindu kepadanya... rindukah ia kepadaKu, hai malaikat-malaikatKu ?"
Suasana hening, tak ada jawaban. Menyesallah beliau atas pernyataannya semalam, ingin ia berteriak untuk menjawab dan minta ampun tapi suara tak terdengar, bising dalam hatinya karenanya. "Ini aku Yaa Robbi, ini aku. Ampuni aku yaa Robbi, maafkan kata-kataku !" semakin takut rasanya ketika tidak tampak mereka mendengar, mengalirlah air matanya terasa hangat di pipinya. Astaghfirullah !! Terbangun ia, mimpii...
Segeralah ia berwudhu, dan kembali bersujud dengan bertambah khusyu', kembali ia sholat dengan bertambah panjang dari biasanya, kembali ia bermunajat dan berbisik-bisik dengan Al-Kholiq dan berjanji tak akan lagi ia ulangi sikapnya malam tadi selama-lamanya. "...Ya Allah, Yaa Robbi jangan engkau ungkit-ungkit kebodohanku yang lalu, ini aku hambaMu yang tidak pintar berkata manis, datang dengan berlumuran dosa dan segunung masalah dan harapan, apapun dariMu asal Engkau tidak membenciku aku rela...Ya Allah, aku rindu padaMu..."
“Orang yang paling banyak mendapatkan ujian/cobaan (di jalan Allah Ta’ala) adalah para Nabi, kemudian orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan) dan orang-orang yang (kedudukannya) setelah mereka (dalam keimanan),
(setiap) orang akan diuji sesuai dengan (kuat/lemahnya) agama (iman)nya, kalau agamanya kuat maka ujiannya pun akan (makin) besar, kalau agamanya lemah maka dia akan diuji sesuai dengan (kelemahan) agamanya, dan akan terus-menerus ujian itu (Allah Ta’ala) timpakan kepada seorang hamba sampai (akhirnya) hamba tersebut berjalan di muka bumi dalam keadaan tidak punya dosa (sedikitpun)”
[HR. At Tirmidzi no. 2398, Ibnu Majah no. 4023, Ibnu Hibban 7/160, Al Hakim 1/99]
*Sumber*
Minggu, 18 April 2010
Dia Jodohku Bukan Ya?
"Dia jodohku bukan ya ? "
mungkin itulah pertanyaan yang sering terpikir bagi anda yang masih membujang. Biasa. Karena jodoh adalah rahasia Allah. Kita tidak tahu siapa yang Allah datangkan kepada kita untuk menjadi pendamping hidup kita. Bahkan ketika dua orang telah berjanji untuk menikah, bisa jadi hal itu batal karena suatu sebab. entah karena kematian atau sebab lainnya. Yang pasti memang bukan jodoh.
Kita memang tidak bisa hidup sendiri, bahkan ketika nabi adam AS. diciptakan, dan semua kebutuhannya telah dipenuhi dan surga dibentangkan oleh Allah pada nabi Adam AS. Hatinya masih terasa resah. Akhirnya Allah menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuk beliau. Maka ketika itu nabi Adam As, hatinya menjadi tenang. Ada tempat untuk berbagi, ada tempat untuk berkasih dan sayang, ya ini fitrah yang sudah Allah berikan kepada manusia. Seperti ayat diatas tadi
"…supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.."
Cinta bukan menjadi syarat itu adalah jodoh kita, karena memang cinta tidak harus memiliki. Kecintaan sejati adalah ketika kita berkorban untuk yang kita cintai tanpa mengharap balasan dari apa yang kita korbankan. Memang pedih, apabila kita mencintai seseorang namun seseorang tersebut tidak membalasnya. Tapi lebih sedih lagi jika kita tidak mampu mengungkapkannya kepada orang yang kita cintai itu. Bahwa dia begitu bermakna bagi hidup kita.
Maka itu jangan menggantungkan sekali-kali kecintaan kita pada makhluk. Karena ini bukan kecintaan sejati. Contoh apabila kita mencintai wanita karena kecantikan, suatu saat kecantikan itu akan pudar. Lalu apakah cinta kita berkurang, karena kecantikannya berkurang ? pasti, karena dasarnya adalah kecintaan pada fisik. Atau seperti diatas tadi, ternyata cinta kita seperti gayung tidak bersambut. Apakah kita akan mengakhiri hidup kita tanpa cintanya ? Naudzubillah, bagi kita seorang muslim hidup bukan sebuah kegiatan tanpa makna. Hidup adalah persembahan kita pada sang Pencipta untuk memberikan amal terbaik untuk Nya. walaupun kita tidak ada arti apa-apa bagiNya, ada atau tidak ada kita, Allah tetap Hidup. Dia sekali-kali tidak membutuhkan sesiapa, karena Dia tempat bergantung.
Jadi mengenai jodoh, ingat ayat2Nya
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau musyrik , yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin (Qs. 24 : 3).
Nah, dalam jodoh, seberapa besar kesholehan atau kebejatan kita, itu juga berpengaruh terhadap pasangan jodoh kita. Walaupun tidak selamanya berlaku. Tapi ketika kita ingin mencari wanita yang sholeh atau lelaki yang sholeh. Bercermin dulu, ada baiknya.
Saat-saat kita jatuh hati pada lawan jenis, ini saat yang indah, apalagi ketika gayung bersambut. Tapi ingat, ada syariat-Nya. Ada batasan yang harus dijaga. Ketika kita merencanakan pernikahan, maka bertawakallah padaNya. Kita tidak tau apakah itu bisa terselenggara atau berhenti ditengah jalan?.
Maka itu apabila kita mengkhitbah seorang wanita, jangan kita menggembor2kannya, tapi ketika menikahinya maka sebarkanlah kabarnya. Ini sunnahnya. Karena untuk menjaga hati dan perasaan, apalagi makhluk yang bernama wanita. Sangat sensitif. Jangan beri janji-janji yang membuatnya melayang ke udara, apabila kita tidak sanggup membuktikannya.
Sekali lagi, jodoh, dia diantara pilihan dan takdirnya. Apabila kita sudah memilih, maka bertawakallah karena takdirNya berlaku untuk kita. Sehingga apabila kita kehilangan kita bisa bersabar dan berlapang dada. Apabila memang kejadian, maka kita menjadi hamba yang bersyukur. Maka itu, disunnahkan, menikah itu disegerakan. Karena perputaran waktu, bisa membuat manusia berubah pikiran. Banyak hal yang dilihat, banyak pengaruh yang muncul.
Tapi yang jelas semua telah diaturnya, aku cuma teringat ada yang mengatakan " Saya belajar untuk menjadi orang yang bertawakal, kalo memang kita jodoh, Allah pasti memudahkan. Jika tidak berarti tidak berjodoh. Manusia boleh punya rencana, tapi Allah pula yang menentukan.".
Ya memang kita hanya bisa merencanakan. Karena kita manusia. Allah pula tempat bergantung.
mungkin itulah pertanyaan yang sering terpikir bagi anda yang masih membujang. Biasa. Karena jodoh adalah rahasia Allah. Kita tidak tahu siapa yang Allah datangkan kepada kita untuk menjadi pendamping hidup kita. Bahkan ketika dua orang telah berjanji untuk menikah, bisa jadi hal itu batal karena suatu sebab. entah karena kematian atau sebab lainnya. Yang pasti memang bukan jodoh.
Kita memang tidak bisa hidup sendiri, bahkan ketika nabi adam AS. diciptakan, dan semua kebutuhannya telah dipenuhi dan surga dibentangkan oleh Allah pada nabi Adam AS. Hatinya masih terasa resah. Akhirnya Allah menciptakan Siti Hawa dari tulang rusuk beliau. Maka ketika itu nabi Adam As, hatinya menjadi tenang. Ada tempat untuk berbagi, ada tempat untuk berkasih dan sayang, ya ini fitrah yang sudah Allah berikan kepada manusia. Seperti ayat diatas tadi
"…supaya kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang.."
Cinta bukan menjadi syarat itu adalah jodoh kita, karena memang cinta tidak harus memiliki. Kecintaan sejati adalah ketika kita berkorban untuk yang kita cintai tanpa mengharap balasan dari apa yang kita korbankan. Memang pedih, apabila kita mencintai seseorang namun seseorang tersebut tidak membalasnya. Tapi lebih sedih lagi jika kita tidak mampu mengungkapkannya kepada orang yang kita cintai itu. Bahwa dia begitu bermakna bagi hidup kita.
Maka itu jangan menggantungkan sekali-kali kecintaan kita pada makhluk. Karena ini bukan kecintaan sejati. Contoh apabila kita mencintai wanita karena kecantikan, suatu saat kecantikan itu akan pudar. Lalu apakah cinta kita berkurang, karena kecantikannya berkurang ? pasti, karena dasarnya adalah kecintaan pada fisik. Atau seperti diatas tadi, ternyata cinta kita seperti gayung tidak bersambut. Apakah kita akan mengakhiri hidup kita tanpa cintanya ? Naudzubillah, bagi kita seorang muslim hidup bukan sebuah kegiatan tanpa makna. Hidup adalah persembahan kita pada sang Pencipta untuk memberikan amal terbaik untuk Nya. walaupun kita tidak ada arti apa-apa bagiNya, ada atau tidak ada kita, Allah tetap Hidup. Dia sekali-kali tidak membutuhkan sesiapa, karena Dia tempat bergantung.
Jadi mengenai jodoh, ingat ayat2Nya
Laki-laki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau perempuan yang musyrik, dan perempuan yang berzina tidak dikawini melainkan oleh laki-laki yang berzina atau musyrik , yang demikian itu diharamkan atas orang-orang mukmin (Qs. 24 : 3).
Nah, dalam jodoh, seberapa besar kesholehan atau kebejatan kita, itu juga berpengaruh terhadap pasangan jodoh kita. Walaupun tidak selamanya berlaku. Tapi ketika kita ingin mencari wanita yang sholeh atau lelaki yang sholeh. Bercermin dulu, ada baiknya.
Saat-saat kita jatuh hati pada lawan jenis, ini saat yang indah, apalagi ketika gayung bersambut. Tapi ingat, ada syariat-Nya. Ada batasan yang harus dijaga. Ketika kita merencanakan pernikahan, maka bertawakallah padaNya. Kita tidak tau apakah itu bisa terselenggara atau berhenti ditengah jalan?.
Maka itu apabila kita mengkhitbah seorang wanita, jangan kita menggembor2kannya, tapi ketika menikahinya maka sebarkanlah kabarnya. Ini sunnahnya. Karena untuk menjaga hati dan perasaan, apalagi makhluk yang bernama wanita. Sangat sensitif. Jangan beri janji-janji yang membuatnya melayang ke udara, apabila kita tidak sanggup membuktikannya.
Sekali lagi, jodoh, dia diantara pilihan dan takdirnya. Apabila kita sudah memilih, maka bertawakallah karena takdirNya berlaku untuk kita. Sehingga apabila kita kehilangan kita bisa bersabar dan berlapang dada. Apabila memang kejadian, maka kita menjadi hamba yang bersyukur. Maka itu, disunnahkan, menikah itu disegerakan. Karena perputaran waktu, bisa membuat manusia berubah pikiran. Banyak hal yang dilihat, banyak pengaruh yang muncul.
Tapi yang jelas semua telah diaturnya, aku cuma teringat ada yang mengatakan " Saya belajar untuk menjadi orang yang bertawakal, kalo memang kita jodoh, Allah pasti memudahkan. Jika tidak berarti tidak berjodoh. Manusia boleh punya rencana, tapi Allah pula yang menentukan.".
Ya memang kita hanya bisa merencanakan. Karena kita manusia. Allah pula tempat bergantung.
Perbedaan Mencintai Antara Pria dan Wanita
Memilih pasangan hidup tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tentunya banyak pertimbangan-pertimbangan untuk memilih "calon" yang tepat untuk pasangan hidup. Cerita ini membuat saya berpikir lebih dalam mengenai makna dari cinta untuk untuk menemukan seseorang yang akan selalu mendampingi di sisa usia kita..
Cerita ini dibuat oleh seorang pria :
Adik wanita saya jatuh cinta pada seorang pria. Sayangnya pria ini mencintai wanita lain, dan tidak berminat pada adik wanita saya, padahal adik saya cukup cantik, pandai dan baik.
Adik saya berusaha menarik pria (A) tersebut dengan memberi perhatian, terkadang memasak untuk dia, dan lainnya. Tapi pria ini tetap tidak bergeming. Pada saat yang bersamaan, ada pria mencintainya.
Adik saya tidak tertarik dengan pria ini (B). B tidak peduli, dia tetap memberikan perhatian, mau mendengarkan, memberikan hadiah-hadiah seperti bunga, coklat, dll. Sebetulnya ada wanita lain yang mengejar pria B, tapi sayangnya si pria B tidak bergeming. Matanya hanya melihat adik saya. Karena itulah, akhirnya adik saya memutuskan untuk menikah dengan pria B.
Setelah pernikahan, mereka dikarunia beberapa anak, dan adik saya makin lama makin bahagia.
Suaminya selalu menempatkan dia pada urutan nomor satu, memberikan hadiah-hadiah dan kejuta-kejutan manis, memasak untuk dia, selalu ada sebagai tempat curahan, memberikan kebutuhan adik saya lahir dan batin.
Tentunya sebagai wanita, adik saya menjadi jatuh cinta dan semakin cinta dengan pria tersebut.
Cerita kedua adalah teman wanita saya. Dia mencintai seorang pria (C). Pria C ini sangat ganteng.
Banyak menarik perhatian wanita, termasuk teman wanita saya. Dia mengejar pria ini tanpa mengenal lelah, memberikan perhatian, berkunjung ke rumah pria tersebut, bergaul dengan teman-temannya.
Tapi pria C tidak mencintai teman wanita saya, dia mencintai wanita lain.
Karena satu dan lain hal, akhirnya teman wanita saya berhasil menikah dengan pria C, walaupun pria ini tidak mencintai dia.
Dia memiliki pria ini sekarang. Setelah pernikahan, wanita ini bertambah kurus,
mukanya tidak berseri, dan selalu terlihat tertekan. Dalam pernikahannya, pria C tidak pernah memberikan perhatian, terkadang pulang malam, dan mempunyai wanita lain dalam pernikahan.
Kehidupan pernikahannya tidak bahagia. Dia mencoba dengan menambahkan anak, tetap pria C ini tidak peduli setelah mereka mempunyai lebih banyak anak.
Hati dan pikiran pria ini selalu pada wanita lain, wanita yang dicintainya.
Kesimpulan yang saya dapat dari cerita ini adalah :
Pria adalah mahkluk yang berinisiatif dalam percintaan, pria suka mengejar, dan mendapat.
Sedangkan wanita adalah mahkluk yang bisa belajar untuk jatuh cinta atau bisa jatuh cinta kemudian apabila diperlakukan dengan baik dan penuh cinta.
Jadi dalam pernikahan idealnya memang kedua pihak saling mencintai. Tapi jika tidak,
alangkah baiknya jika pria yang mencintai terlebih dahulu, karena cinta seorang pria tidak bisa dibangun.
Dan jika pria mencintai seorang wanita, percayalah memang dia akan menempatkan wanita tersebut seperti ratunya, berusaha memberikan yang terbaik dan selalu berusaha membahagiakan wanita tersebut.
Sebagai wanita, ingatlah untuk memilih pria yang mencintai kita. Tentunya setidak menariknya seorang wanita, pasti setidaknya ada seorang pria pernah menyatakan suka pada wanita tersebut.
Cerita ini dibuat oleh seorang pria :
Adik wanita saya jatuh cinta pada seorang pria. Sayangnya pria ini mencintai wanita lain, dan tidak berminat pada adik wanita saya, padahal adik saya cukup cantik, pandai dan baik.
Adik saya berusaha menarik pria (A) tersebut dengan memberi perhatian, terkadang memasak untuk dia, dan lainnya. Tapi pria ini tetap tidak bergeming. Pada saat yang bersamaan, ada pria mencintainya.
Adik saya tidak tertarik dengan pria ini (B). B tidak peduli, dia tetap memberikan perhatian, mau mendengarkan, memberikan hadiah-hadiah seperti bunga, coklat, dll. Sebetulnya ada wanita lain yang mengejar pria B, tapi sayangnya si pria B tidak bergeming. Matanya hanya melihat adik saya. Karena itulah, akhirnya adik saya memutuskan untuk menikah dengan pria B.
Setelah pernikahan, mereka dikarunia beberapa anak, dan adik saya makin lama makin bahagia.
Suaminya selalu menempatkan dia pada urutan nomor satu, memberikan hadiah-hadiah dan kejuta-kejutan manis, memasak untuk dia, selalu ada sebagai tempat curahan, memberikan kebutuhan adik saya lahir dan batin.
Tentunya sebagai wanita, adik saya menjadi jatuh cinta dan semakin cinta dengan pria tersebut.
Cerita kedua adalah teman wanita saya. Dia mencintai seorang pria (C). Pria C ini sangat ganteng.
Banyak menarik perhatian wanita, termasuk teman wanita saya. Dia mengejar pria ini tanpa mengenal lelah, memberikan perhatian, berkunjung ke rumah pria tersebut, bergaul dengan teman-temannya.
Tapi pria C tidak mencintai teman wanita saya, dia mencintai wanita lain.
Karena satu dan lain hal, akhirnya teman wanita saya berhasil menikah dengan pria C, walaupun pria ini tidak mencintai dia.
Dia memiliki pria ini sekarang. Setelah pernikahan, wanita ini bertambah kurus,
mukanya tidak berseri, dan selalu terlihat tertekan. Dalam pernikahannya, pria C tidak pernah memberikan perhatian, terkadang pulang malam, dan mempunyai wanita lain dalam pernikahan.
Kehidupan pernikahannya tidak bahagia. Dia mencoba dengan menambahkan anak, tetap pria C ini tidak peduli setelah mereka mempunyai lebih banyak anak.
Hati dan pikiran pria ini selalu pada wanita lain, wanita yang dicintainya.
Kesimpulan yang saya dapat dari cerita ini adalah :
Pria adalah mahkluk yang berinisiatif dalam percintaan, pria suka mengejar, dan mendapat.
Sedangkan wanita adalah mahkluk yang bisa belajar untuk jatuh cinta atau bisa jatuh cinta kemudian apabila diperlakukan dengan baik dan penuh cinta.
Jadi dalam pernikahan idealnya memang kedua pihak saling mencintai. Tapi jika tidak,
alangkah baiknya jika pria yang mencintai terlebih dahulu, karena cinta seorang pria tidak bisa dibangun.
Dan jika pria mencintai seorang wanita, percayalah memang dia akan menempatkan wanita tersebut seperti ratunya, berusaha memberikan yang terbaik dan selalu berusaha membahagiakan wanita tersebut.
Sebagai wanita, ingatlah untuk memilih pria yang mencintai kita. Tentunya setidak menariknya seorang wanita, pasti setidaknya ada seorang pria pernah menyatakan suka pada wanita tersebut.
Kamis, 15 April 2010
Menjaga Cinta Jarak Jauh
Hubungan percintaan yang hangat dan mesra berpeluang menjadi renggang saat pasangan harus berpisah kota. Tuntutan pekerjaan, pindah sekolah atau pindah tempat tinggal bisa menyebabkan terjadinya hubungan jarak jauh.
Memiliki kekasih yang tinggal berjauhan sedikit banyak akan mempengaruhi hubungan yang selama ini terjalin. Agar hubungan tetap hangat, simak beberapa hal-hal berikut :
1. Jangan mudah terhasut Facebook atau Twitter
Jika dia akan melanjutkan sekolah atau kuliah, tentu saja ia akan mendapat teman-teman baru di tempat baru. Anda tidak mungkin bisa mengecek semua teman-teman barunya di Facebook dan terus menerus memata-matainya bukan?
Sebaiknya berhenti mencurigai apa yang ia lakukan dan percayalah padanya. Ketidaktahuan adalah hal terbaik yang bisa Anda lakukan. Anda tidak ingin selalu khawatir mengapa ia tidak menelepon di saat sibuk. Atau, ketika dia menelepon, Anda langsung memborbardirnya dengan pertanyaan yang membuatnya kesal.
2. Percakapan video
Meski tak bisa berbicara berhadap-hadapan dengannya, percakapan lewat video streaming atau skype bisa melipur rasa rindu. Manfaatkan teknologi ini dan maksimalkan untuk melakukan kontak mata dan saling membaca bahasa tubuh.
3. Tandai hari-hari penting
Buat agenda khusus mengenai hari-hari penting yang ingin kalian lewatkan bersama. Jadi, Anda siap memberi kejutan saat dia berulang tahun atau hari jadian kalian.
4. Beri kejutan
Mengirim kartu ucapan dan hadiah-hadiah kecil membuatnya tetap merasa dekat. Namun jangan berlebihan, apalagi jika dia sedang sibuk dan tidak cepat memberi respons atas hadiah itu.
Bila sedang berjauhan biarkan kalian saling merindukan. Saat bertemu di akhir pekan atau liburan, rasakan bahwa kebersamaan kalian sungguh menyenangkan dan berkah.
5. Bersikap royal sesekali
Membuat kejutan yang menyenangkan bagi kekasih bisa dilakukan sesekali. JIka selama ini Anda melalui perjalanan bus atau kereta api dan tiba dengan suasana hati buruk, ubahlah jadwal perjalanan dan transportasinya sesekali. Temui dia dengan pesawat dan kagetkan dia dengan kehadiran Anda.
6. Jadwalkan sebuah pertemuan rutin
Dia memang seorang yang sibuk, namun bukan berarti Anda harus selalu mengikuti jadwalnya. Sepakati sebuah waktu, tiga bulan atau enam bulan sekali untuk bertemu. Pastikan tanggal pertemuan rutin ada dalam jadwal kalian berdua.
Bila bertemu, bicarakan dari hati ke hati mengenai hubungan kalian, prioritas apa yang kalian harapkan dalam hubungan dan hal-hal lain. Usulkan padanya jika hal ini tak terpikirkan olehnya.
7. Komunikasi
Saling berkomunikasi adalah kunci dalam setiap hubungan. Bicarakan harapan Anda untuk saling bertemu satu sama lain namun tetap realistis mengenai waktu dan tempatnya. Jadwal bisa saja berubah asalkan kalian tetap saling memahami.
*sumber : vivanews
Memiliki kekasih yang tinggal berjauhan sedikit banyak akan mempengaruhi hubungan yang selama ini terjalin. Agar hubungan tetap hangat, simak beberapa hal-hal berikut :
1. Jangan mudah terhasut Facebook atau Twitter
Jika dia akan melanjutkan sekolah atau kuliah, tentu saja ia akan mendapat teman-teman baru di tempat baru. Anda tidak mungkin bisa mengecek semua teman-teman barunya di Facebook dan terus menerus memata-matainya bukan?
Sebaiknya berhenti mencurigai apa yang ia lakukan dan percayalah padanya. Ketidaktahuan adalah hal terbaik yang bisa Anda lakukan. Anda tidak ingin selalu khawatir mengapa ia tidak menelepon di saat sibuk. Atau, ketika dia menelepon, Anda langsung memborbardirnya dengan pertanyaan yang membuatnya kesal.
2. Percakapan video
Meski tak bisa berbicara berhadap-hadapan dengannya, percakapan lewat video streaming atau skype bisa melipur rasa rindu. Manfaatkan teknologi ini dan maksimalkan untuk melakukan kontak mata dan saling membaca bahasa tubuh.
3. Tandai hari-hari penting
Buat agenda khusus mengenai hari-hari penting yang ingin kalian lewatkan bersama. Jadi, Anda siap memberi kejutan saat dia berulang tahun atau hari jadian kalian.
4. Beri kejutan
Mengirim kartu ucapan dan hadiah-hadiah kecil membuatnya tetap merasa dekat. Namun jangan berlebihan, apalagi jika dia sedang sibuk dan tidak cepat memberi respons atas hadiah itu.
Bila sedang berjauhan biarkan kalian saling merindukan. Saat bertemu di akhir pekan atau liburan, rasakan bahwa kebersamaan kalian sungguh menyenangkan dan berkah.
5. Bersikap royal sesekali
Membuat kejutan yang menyenangkan bagi kekasih bisa dilakukan sesekali. JIka selama ini Anda melalui perjalanan bus atau kereta api dan tiba dengan suasana hati buruk, ubahlah jadwal perjalanan dan transportasinya sesekali. Temui dia dengan pesawat dan kagetkan dia dengan kehadiran Anda.
6. Jadwalkan sebuah pertemuan rutin
Dia memang seorang yang sibuk, namun bukan berarti Anda harus selalu mengikuti jadwalnya. Sepakati sebuah waktu, tiga bulan atau enam bulan sekali untuk bertemu. Pastikan tanggal pertemuan rutin ada dalam jadwal kalian berdua.
Bila bertemu, bicarakan dari hati ke hati mengenai hubungan kalian, prioritas apa yang kalian harapkan dalam hubungan dan hal-hal lain. Usulkan padanya jika hal ini tak terpikirkan olehnya.
7. Komunikasi
Saling berkomunikasi adalah kunci dalam setiap hubungan. Bicarakan harapan Anda untuk saling bertemu satu sama lain namun tetap realistis mengenai waktu dan tempatnya. Jadwal bisa saja berubah asalkan kalian tetap saling memahami.
*sumber : vivanews
Bagian Tubuh Wanita Paling Dilirik Pria
Hampir semua pria kompak menjawab payudara, saat ditanya bagian tubuh wanita yang paling indah. Mereka menyadari itu sebagai kelebihan dan daya tarik seorang wanita.
Penelitian di University of Wellington, Selandia Baru, mengungkap, 47 persen responden pria cenderung menatap ke arah dada sebelum melihat wajah seorang wanita. Tatapan ke bagian payudara ini juga relatif lebih lama daripada ke bagian tubuh lainnya.
Penelitian dilakukan dengan memperlihatkan enam gambar wanita kepada para responden pria. Enam gambar itu menampilkan satu wajah wanita yang sama, namun dengan bentuk dan ukuran tubuh berbeda. Peneliti melakukan rekayasa digital pada bagian payudara, dan lekuk pinggul.
Para peneliti meperhatikan bagian tubuh yang menarik perhatian para responden saat pertama melihat gambar tersebut. Mereka juga memperhatikan durasi tatapan. Kesimpulannya, payudara merupakan objek tubuh wanita yang paling lama ditatap pria.
Tak hanya menunjukkan daya tarik wanita, penelitian itu juga menghasilkan sejumlah kesimpulan menarik terkait tubuh wanita di mata pria.
- Ukuran payudara tidak terlalu penting
Pria cenderung menatap tajam ke arah dada atas dasar alasan nilai seni keindahan tubuh wanita. Mereka tak terlalu mempedulikan ukuran.
- Dandanan wajah dan rambut bukan utama
Tidak sampai 20 persen responden yang tatapan pertamanya mengarah ke wajah saat pertama kali bertemu wanita. Tatapan ke arah wajah dilakukan setelah pandangan ke area dada. Payudara lebih memikat daripada wajah.
*sumber : vivanews
Penelitian di University of Wellington, Selandia Baru, mengungkap, 47 persen responden pria cenderung menatap ke arah dada sebelum melihat wajah seorang wanita. Tatapan ke bagian payudara ini juga relatif lebih lama daripada ke bagian tubuh lainnya.
Penelitian dilakukan dengan memperlihatkan enam gambar wanita kepada para responden pria. Enam gambar itu menampilkan satu wajah wanita yang sama, namun dengan bentuk dan ukuran tubuh berbeda. Peneliti melakukan rekayasa digital pada bagian payudara, dan lekuk pinggul.
Para peneliti meperhatikan bagian tubuh yang menarik perhatian para responden saat pertama melihat gambar tersebut. Mereka juga memperhatikan durasi tatapan. Kesimpulannya, payudara merupakan objek tubuh wanita yang paling lama ditatap pria.
Tak hanya menunjukkan daya tarik wanita, penelitian itu juga menghasilkan sejumlah kesimpulan menarik terkait tubuh wanita di mata pria.
- Ukuran payudara tidak terlalu penting
Pria cenderung menatap tajam ke arah dada atas dasar alasan nilai seni keindahan tubuh wanita. Mereka tak terlalu mempedulikan ukuran.
- Dandanan wajah dan rambut bukan utama
Tidak sampai 20 persen responden yang tatapan pertamanya mengarah ke wajah saat pertama kali bertemu wanita. Tatapan ke arah wajah dilakukan setelah pandangan ke area dada. Payudara lebih memikat daripada wajah.
*sumber : vivanews
Aku Sungguh Menyesal...
"Sudah setahun berlalu, namun saya masih ingat betapa menyakitkannya hal itu. Hanya karena sebuah salah paham sepele yang tak kunjung diselesaikan akhirnya hubungan saya dengannya kandas...Seharusnya saya bilang saja waktu itu. Seharusnya saya menjelaskan padanya dengan detail mengapa saya melakukan hal itu..." ujar Diah (bukan nama sebenarnya).
Penyesalan memang selalu datang belakangan. Namun, kita juga tahu bahwa tidak baik juga bila terlalu lama berlarut-larut dalam penyesalan. Setelah tahu bahwa kita harus berubah dengan memperbaiki diri, maka kini saatnya untuk bangkit, meninggalkan penyesalan, belajar darinya, dan melangkah maju ke depan.
Namun, sebelum kita meninggalkan penyesalan itu, pastikan kita sudah mendapatkan hikmah dari semuanya itu. Jadi, bagaimana agar kita bisa bangkit dari penyesalan?
Berhenti menyangkal
Semakin lama kita berpikir bahwa hal tersebut tidak seharusnya terjadi, maka semakin dalam kita jatuh dalam penyangkalan akan kenyataan, dan sikap demikian sama sekali tidak sehat. Banyak orang membuang energi mereka berjuang mempertahankan "hal itu seharusnya tidak terjadi".
Mati-matian menyangkal apa yang telah terjadi bukanlah penyesalan yang sehat, karena hal tersebut tidak menghasilkan apa-apa dan tidak membawa kita ke mana-mana.
Memang mungkin hal itu tak seharusnya terjadi. Anda tak seharusnya berkata sekasar itu, dia tak seharusnya memutuskan hubungan hanya gara-gara masalah sms, namun bila itu telah terjadi, maka terimalah. Itu sudah terjadi, Anda tidak bisa mengubahnya, namun Anda masih bisa memperbaikinya. So, move on!
Kenali emosi penyesalan
Ada beberapa emosi yang biasa dirasakan oleh manusia, yakni sedih, marah, senang, dan takut. Sedih dan marah merupakan dua emosi yang sering timbul akibat penyesalan, misalnya "Aku menyesal tak bertemu dengannya sebelum dia pergi."
Dan, emosi tersebut sah-sah saja untuk dirasakan. Kita justru disarankan untuk mengakui dan merasakan emosi itu agar kita dapat segera keluar darinya.
Jadi, akui saja, ucapkan itu! Misalnya, "Aku sedih karena aku begitu kasar tadi." atau "Aku marah padanya karena ia salah mengerti maksudku."
Bila perlu, Anda dapat menuliskan emosi penyesalan yang Anda rasakan, bahkan hal-hal yang paling menyakitkan sekalipun. Pengakuan ini akan membuat Anda lega dan Anda pun telah siap untuk langkah selanjutnya.
Beri waktu untuk diri
Merasa menderita hingga timbul sikap mengasihani diri sendiri merupakan reaksi yang wajar jika kita kehilangan sesuatu atau seseorang. Ditinggal pacar, kehilangan teman, pekerjaan, maupun impian yang kandas hanya gara-gara hal sepele.
Namun, sekali lagi tetap ada batas waktu untuk itu semua. Begitu Anda tidak merasa sedih lagi, tidak marah lagi, maka bangkit dan jalani hidup selanjutnya. Bukalah diri untuk kesempatan baru atau orang lain.
Hargai yang masih ada
Okelah, mungkin Anda sekarang sedang duduk di depan album foto sambil memandangi si dia dengan penuh penyesalan. "Mengapa aku tidak menahan dia dulu agar tidak pergi?!" mungkin begitulah sebagian gerutu yang terlontar dari bibir Anda. Hmm....Lalu apa?
Orang yang menyesali sesuatu begitu sibuk memfokuskan diri pada hal-hal yang disesalinya. Padahal pasti selalu ada hal baik lainnya yang masih bisa diperhatikan atau dilakukan. Katakan dia sudah pergi, namun bukankah Anda masih bisa mencari dia lagi? Atau, bila hal itu tidak mungkin dilakukan, maka Anda harus belajar merelakan kepergiannya, dan membuka hati buat yang lain.
Jadi, daripada membuang waktu meratapi hal-hal yang disesalkan, maka mari kita alihkan fokus pada hal-hal yang masih ada.
Seorang bijak berkata, "Jika dalam hidupmu hanya tersisa bahkan hanya tinggal satu titik saja, maka itu berarti masih ada harapan. Jadi, tetaplah pegang satu titik itu."
Bersandarlah pada motivasi kasih atau cinta
Jarang sekali ada hal yang bila dilakukan dengan motivasi cinta akan berakhir dengan yang namanya penyesalan. Namun, jika motivasi tersebut sedikit saja dicemari oleh yang namanya ketakutan, maka yang terjadi adalah hal-hal yang menimbulkan penyesalan.
Coba saja ingat kembali hal-hal yang membuat Anda menyesal pada masa lalu, maka Anda akan mendapati bahwa motif di balik kejadian itu telah dipengaruhi oleh unsur ketakutan.
Ketakutan menyebabkan seseorang bertindak bodoh, dan itulah yang menghasilkan penyesalan. Jadi, belajarlah untuk bertindak dengan motivasi kasih mulai sekarang! Saat Anda menghadapi pilihan maka pilihlah keputusan/ tindakan yang bermotivasikan cinta.
Contoh: Anda melihat suami sedang ngobrol dengan wanita yang tidak Anda kenal. Anda bingung harus bagaimana. Apakah Anda harus menginterupsi pembicaraan mereka? Atau membiarkan suami karena Anda percaya padanya?
Kebanyakan kita mungkin akan melakukan aksi pamer 'halo, saya istrinya', dan kemudian kecurigaan tersebut bisa berujung pada pertengkaran yang timbul karena suami merasa tidak dipercayai. Untuk aksi pamer tersebut, jelas ada unsur ketakutan yang dirasakan, misalnya takut suami selingkuh, takut kehilangan suami, dan lain-lain.
Jadi, pertimbangkan tiap tindakan dengan baik, agar Anda tidak menyesalinya. Dan, bila Anda salah memilih, maka maafkan diri Anda, kemudian bangkitlah dan lanjutkan hidup Anda. Semangat!!!
Penyesalan memang selalu datang belakangan. Namun, kita juga tahu bahwa tidak baik juga bila terlalu lama berlarut-larut dalam penyesalan. Setelah tahu bahwa kita harus berubah dengan memperbaiki diri, maka kini saatnya untuk bangkit, meninggalkan penyesalan, belajar darinya, dan melangkah maju ke depan.
Namun, sebelum kita meninggalkan penyesalan itu, pastikan kita sudah mendapatkan hikmah dari semuanya itu. Jadi, bagaimana agar kita bisa bangkit dari penyesalan?
Berhenti menyangkal
Semakin lama kita berpikir bahwa hal tersebut tidak seharusnya terjadi, maka semakin dalam kita jatuh dalam penyangkalan akan kenyataan, dan sikap demikian sama sekali tidak sehat. Banyak orang membuang energi mereka berjuang mempertahankan "hal itu seharusnya tidak terjadi".
Mati-matian menyangkal apa yang telah terjadi bukanlah penyesalan yang sehat, karena hal tersebut tidak menghasilkan apa-apa dan tidak membawa kita ke mana-mana.
Memang mungkin hal itu tak seharusnya terjadi. Anda tak seharusnya berkata sekasar itu, dia tak seharusnya memutuskan hubungan hanya gara-gara masalah sms, namun bila itu telah terjadi, maka terimalah. Itu sudah terjadi, Anda tidak bisa mengubahnya, namun Anda masih bisa memperbaikinya. So, move on!
Kenali emosi penyesalan
Ada beberapa emosi yang biasa dirasakan oleh manusia, yakni sedih, marah, senang, dan takut. Sedih dan marah merupakan dua emosi yang sering timbul akibat penyesalan, misalnya "Aku menyesal tak bertemu dengannya sebelum dia pergi."
Dan, emosi tersebut sah-sah saja untuk dirasakan. Kita justru disarankan untuk mengakui dan merasakan emosi itu agar kita dapat segera keluar darinya.
Jadi, akui saja, ucapkan itu! Misalnya, "Aku sedih karena aku begitu kasar tadi." atau "Aku marah padanya karena ia salah mengerti maksudku."
Bila perlu, Anda dapat menuliskan emosi penyesalan yang Anda rasakan, bahkan hal-hal yang paling menyakitkan sekalipun. Pengakuan ini akan membuat Anda lega dan Anda pun telah siap untuk langkah selanjutnya.
Beri waktu untuk diri
Merasa menderita hingga timbul sikap mengasihani diri sendiri merupakan reaksi yang wajar jika kita kehilangan sesuatu atau seseorang. Ditinggal pacar, kehilangan teman, pekerjaan, maupun impian yang kandas hanya gara-gara hal sepele.
Namun, sekali lagi tetap ada batas waktu untuk itu semua. Begitu Anda tidak merasa sedih lagi, tidak marah lagi, maka bangkit dan jalani hidup selanjutnya. Bukalah diri untuk kesempatan baru atau orang lain.
Hargai yang masih ada
Okelah, mungkin Anda sekarang sedang duduk di depan album foto sambil memandangi si dia dengan penuh penyesalan. "Mengapa aku tidak menahan dia dulu agar tidak pergi?!" mungkin begitulah sebagian gerutu yang terlontar dari bibir Anda. Hmm....Lalu apa?
Orang yang menyesali sesuatu begitu sibuk memfokuskan diri pada hal-hal yang disesalinya. Padahal pasti selalu ada hal baik lainnya yang masih bisa diperhatikan atau dilakukan. Katakan dia sudah pergi, namun bukankah Anda masih bisa mencari dia lagi? Atau, bila hal itu tidak mungkin dilakukan, maka Anda harus belajar merelakan kepergiannya, dan membuka hati buat yang lain.
Jadi, daripada membuang waktu meratapi hal-hal yang disesalkan, maka mari kita alihkan fokus pada hal-hal yang masih ada.
Seorang bijak berkata, "Jika dalam hidupmu hanya tersisa bahkan hanya tinggal satu titik saja, maka itu berarti masih ada harapan. Jadi, tetaplah pegang satu titik itu."
Bersandarlah pada motivasi kasih atau cinta
Jarang sekali ada hal yang bila dilakukan dengan motivasi cinta akan berakhir dengan yang namanya penyesalan. Namun, jika motivasi tersebut sedikit saja dicemari oleh yang namanya ketakutan, maka yang terjadi adalah hal-hal yang menimbulkan penyesalan.
Coba saja ingat kembali hal-hal yang membuat Anda menyesal pada masa lalu, maka Anda akan mendapati bahwa motif di balik kejadian itu telah dipengaruhi oleh unsur ketakutan.
Ketakutan menyebabkan seseorang bertindak bodoh, dan itulah yang menghasilkan penyesalan. Jadi, belajarlah untuk bertindak dengan motivasi kasih mulai sekarang! Saat Anda menghadapi pilihan maka pilihlah keputusan/ tindakan yang bermotivasikan cinta.
Contoh: Anda melihat suami sedang ngobrol dengan wanita yang tidak Anda kenal. Anda bingung harus bagaimana. Apakah Anda harus menginterupsi pembicaraan mereka? Atau membiarkan suami karena Anda percaya padanya?
Kebanyakan kita mungkin akan melakukan aksi pamer 'halo, saya istrinya', dan kemudian kecurigaan tersebut bisa berujung pada pertengkaran yang timbul karena suami merasa tidak dipercayai. Untuk aksi pamer tersebut, jelas ada unsur ketakutan yang dirasakan, misalnya takut suami selingkuh, takut kehilangan suami, dan lain-lain.
Jadi, pertimbangkan tiap tindakan dengan baik, agar Anda tidak menyesalinya. Dan, bila Anda salah memilih, maka maafkan diri Anda, kemudian bangkitlah dan lanjutkan hidup Anda. Semangat!!!
Rabu, 14 April 2010
“Aku Mau Mati Saja!!!“
Lulus SMA mau lanjut kuliah gak punya duit, putus asa ? Jangan !
Sudah Sarjana cari kerja gak dapet-dapet, putus asa ? Jangan !
Umur sudah kepala tiga mau nikah, gak datang juga tuh jodoh, putus asa ? Jangan !
Baru nikah beberapa bulan, tiap hari ribut terus, putus asa ? Jangan !
Rumah megah, mobil mewah, suami jarang pulang, istri sibuk arisan, anak keluyuran, putus asa ? Jangan !
Pokoknya jangan pernah putus asa apapun masalah kita, Oke !
Sahabat, tidak ada satupun manusia di dunia ini yang tidak diuji oleh Allah SWT dengan masalah, dan ujian itu selalu berbanding lurus dengan kualitas hidup dan Keimanan kita kita. Karena dengan ujian itulah kualitas daya juang kita, keimanan kita dan kesabaran kita akan terukur dan terbukti.
Namun jika ujian benar-benar menerpa kita, jangan coba-coba lari ke tempat yang tidak tepat, lalu kepada siapa kita lari ? ke Dukun/Paranormal ? jangan, ke kuburan atau tempat-tempat yang dikeramatkan ? apalagi disitu juga jangan !, ke Kyai/Ajengan/Syech/Ustadz ? jangan ! atau cari-cari guru spiritual, itu juga gak perlu ! lalu lari kemana ?
” Maka larilah kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu ”.( Adz-Dzariat : 50 ).
Jadi yang pertama kali kita harus lari dulu kepada Allah SWT, setelah itu Allah akan kasih petunjuk kepada kita atau mengirim kepada kita seseorang yang dapat membantu menyelesaikan masalah kita, Insya Allah.
” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? ( Al-Ankabut : 2 )
” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar ” ( Al-Baqoroh : 155 )
Oleh karena itu jangan pernah berputus asa karena karena PUTUS ASA itu identik KEKAFIRAN.
” Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". ( Yusuf : 87 )
” Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.” (Al-Ankabut :23 )
Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yg saya lakukan selalu sial. Saya ingin mati.”
Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit.”
“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.”
“Tidak Guru… Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” Tolak pria itu
“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”
“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”
“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah diminum malam ini, setengah lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”
Giliran dia menjadi bingung. Setiap Guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karen ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun tersebut. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati… terbebaskan dari segala macam masalah.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang. Sesuatu yg sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yg terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
” Ya Tuhan, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Tuhan. Aku takut sekali jika aku hrs meninggalkan dunia ini ”.
Ia pun buru-buru mendatangi sang Guru yang telah memberi racun kepadanya. Sesampainya dirumah Guru tersebut, pria itu mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karen ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.
Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang Guru berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, APABILA KAU HIDUP DALAM KEKINIAN, APABILA KAU HIDUP DENGAN KESADARAN BAHWA MAUT DAPAT MENJEMPUTMU KAPAN SAJA, MAKA KAU AKAN MENIKMATI SETIAP DETIK KEHIDUPANMU.
LEBURKAN EGOMU, KEANGKUHANMU, KESOMBONGANMU. JADILAH LEMBUT, SELEMBUT AIR. DAN MENGALIRLAH BERSAMA SUNGAI KEHIDUPAN. KAU TIDAK AKAN JENUH, TIDAK AKAN BOSAN. KAU AKAN MERASA HIDUP. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini…
“Hiduplah seolah-olah kamu akan mati esok, Belajarlah seolah-olah kamu hidup selamanya”.
Buat yang masih suka menunda-nunda, apakah jadinya kalau besok hari meninggal?
KEMATIAN PASTI AKAN TIBA menjemput setiap kita, Gak usah dicari dan Gak usah diminta, karena tidak ada satupun ujian hidup di Dunia ini yang melebihi kemampuan kita.
Mari kita siapkan bekal yang terbaik untuk hidup di ALAM dengan DIMENSI YANG LEBIH TINGGI dan KEBAHAGIAAN YANG KEKAL dan HAKIKI.
” TIAP-TIAP YANG BERJIWA AKAN MERASAKAN MATI. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. KEHIDUPAN DUNIA ITU TIDAK LAIN HANYALAH KESENANGAN YANG MENIPU “ (Ali Imron :185)
Sudah Sarjana cari kerja gak dapet-dapet, putus asa ? Jangan !
Umur sudah kepala tiga mau nikah, gak datang juga tuh jodoh, putus asa ? Jangan !
Baru nikah beberapa bulan, tiap hari ribut terus, putus asa ? Jangan !
Rumah megah, mobil mewah, suami jarang pulang, istri sibuk arisan, anak keluyuran, putus asa ? Jangan !
Pokoknya jangan pernah putus asa apapun masalah kita, Oke !
Sahabat, tidak ada satupun manusia di dunia ini yang tidak diuji oleh Allah SWT dengan masalah, dan ujian itu selalu berbanding lurus dengan kualitas hidup dan Keimanan kita kita. Karena dengan ujian itulah kualitas daya juang kita, keimanan kita dan kesabaran kita akan terukur dan terbukti.
Namun jika ujian benar-benar menerpa kita, jangan coba-coba lari ke tempat yang tidak tepat, lalu kepada siapa kita lari ? ke Dukun/Paranormal ? jangan, ke kuburan atau tempat-tempat yang dikeramatkan ? apalagi disitu juga jangan !, ke Kyai/Ajengan/Syech/Ustadz ? jangan ! atau cari-cari guru spiritual, itu juga gak perlu ! lalu lari kemana ?
” Maka larilah kepada (menaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu ”.( Adz-Dzariat : 50 ).
Jadi yang pertama kali kita harus lari dulu kepada Allah SWT, setelah itu Allah akan kasih petunjuk kepada kita atau mengirim kepada kita seseorang yang dapat membantu menyelesaikan masalah kita, Insya Allah.
” Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? ( Al-Ankabut : 2 )
” Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar ” ( Al-Baqoroh : 155 )
Oleh karena itu jangan pernah berputus asa karena karena PUTUS ASA itu identik KEKAFIRAN.
” Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". ( Yusuf : 87 )
” Dan orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Allah dan pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.” (Al-Ankabut :23 )
Seorang pria setengah baya mendatangi seorang guru, “Guru, saya sudah bosan hidup. Sudah jenuh betul. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yg saya lakukan selalu sial. Saya ingin mati.”
Sang Guru tersenyum, “Oh, kamu sakit.”
“Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati.”
Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan, “Kamu sakit. Dan penyakitmu itu sebutannya, ‘Alergi Hidup’. Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku.”
“Tidak Guru… Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup.” Tolak pria itu
“Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati?”
“Ya, memang saya sudah bosan hidup.”
“Baik, besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini. Setengah diminum malam ini, setengah lagi besok sore jam enam, dan jam delapan malam kau akan mati dengan tenang.”
Giliran dia menjadi bingung. Setiap Guru yang ia datangi selama ini selalu berupaya untuk memberikannya semangat untuk hidup. Yang satu ini aneh. Ia bahkan menawarkan racun. Tetapi, karen ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.
Pulang kerumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun tersebut. Dan, ia merasakan ketenangan sebagaimana tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai! Tinggal 1 malam, 1 hari, dan ia akan mati… terbebaskan dari segala macam masalah.
Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran masakan Jepang. Sesuatu yg sudah tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Pikir-pikir malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya santai banget! Sebelum tidur, ia mencium bibir istrinya dan membisiki di kupingnya, “Sayang, aku mencintaimu.” Karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis!
Esoknya bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Pulang kerumah setengah jam kemudian, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat 2 cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir,ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali, “Mas, apa yg terjadi hari ini? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku, mas.”
Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, “Hari ini, Bos kita kok aneh ya?”
Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan apresiatif terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.
Pulang kerumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya, “Mas, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu.” Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan, “Ayah, maafkan kami semua. Selama ini ayah selalu stres karena perilaku kami semua.”
Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia membatalkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya?
” Ya Tuhan, apakah maut akan datang kepadaku. Tundalah kematian itu ya Tuhan. Aku takut sekali jika aku hrs meninggalkan dunia ini ”.
Ia pun buru-buru mendatangi sang Guru yang telah memberi racun kepadanya. Sesampainya dirumah Guru tersebut, pria itu mengatakan bahwa ia akan membatalkan kematiannya. Karen ia takut sekali jika ia harus kembali kehilangan semua hal yang telah membuat dia menjadi hidup kembali.
Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi, sang Guru berkata “Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh, APABILA KAU HIDUP DALAM KEKINIAN, APABILA KAU HIDUP DENGAN KESADARAN BAHWA MAUT DAPAT MENJEMPUTMU KAPAN SAJA, MAKA KAU AKAN MENIKMATI SETIAP DETIK KEHIDUPANMU.
LEBURKAN EGOMU, KEANGKUHANMU, KESOMBONGANMU. JADILAH LEMBUT, SELEMBUT AIR. DAN MENGALIRLAH BERSAMA SUNGAI KEHIDUPAN. KAU TIDAK AKAN JENUH, TIDAK AKAN BOSAN. KAU AKAN MERASA HIDUP. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan.”
Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Ah, indahnya dunia ini…
“Hiduplah seolah-olah kamu akan mati esok, Belajarlah seolah-olah kamu hidup selamanya”.
Buat yang masih suka menunda-nunda, apakah jadinya kalau besok hari meninggal?
KEMATIAN PASTI AKAN TIBA menjemput setiap kita, Gak usah dicari dan Gak usah diminta, karena tidak ada satupun ujian hidup di Dunia ini yang melebihi kemampuan kita.
Mari kita siapkan bekal yang terbaik untuk hidup di ALAM dengan DIMENSI YANG LEBIH TINGGI dan KEBAHAGIAAN YANG KEKAL dan HAKIKI.
” TIAP-TIAP YANG BERJIWA AKAN MERASAKAN MATI. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. KEHIDUPAN DUNIA ITU TIDAK LAIN HANYALAH KESENANGAN YANG MENIPU “ (Ali Imron :185)
Langganan:
Komentar (Atom)